x

Si Gareng, Putra Bandung Pembela Persija, Pembobol Gawang Juara Bundesliga

Kamis, 28 April 2016 14:00 WIB
Editor: Galih Prasetyo

Lahir pada 16 Juni 1941 di Bandung, Jawa Barat, Soetjipto Soentoro tak pernah menyangka bahwa perjalanan hidupnya ada di sepakbola. 

Namanya memang tak setenar rekan-rekan seangkatannya seperti Ramang, sang senior ataupun Thio Him Tjiang. Namun prestasi, pemain yang mendapat julukan 'Gareng' ini setara dengan pemain-pemain timnas era itu. Mengagumkan dan membanggakan. 

Bagaimana tidak, sepanjang perjalanan kariernya, ia mampu membobol gawang klub Bundesliga Jerman, Werder Bremen di kandang Bremen, Weserstadion. Sekedar informasi, Bremen saat itu baru berpredikat juara Bundesliga 1964/1965. 

Selain pernah hadapi Bremen, Gareng juga pernah memimpin timnas Indonesia bertemu dengan Feyenoord yang lagi-lagi berstatus juara liga Belanda. Gareng yang saat itu kapten bersalaman sebelum kick off dengan kapten Feyenoord, Guus Hiddink, pelatih Chelsea saat ini. 

Gareng juga pernah meraih gelar top skor untuk Indonesia kala membela Indonesia di ajang Piala Junior Asia pada 1959. 

Berikut rekam jejak singkat Gareng di level timnas dan klub, Persija Jakarta untuk pembaca setia INDOSPORT: 


1. Darah Persija

Soetjipto Soentoro

Meski lahir di Bandung, Soetjipto memiliki 'darah' Persija. Dua saudaranya, Soegijo dan Soegito pernah membela tim Macan Kemayoran era 1952 hingga 1964. 

Tinggal di daerah Kebayoran Baru, Jakarta membuat Soetjipto sangat mencintai Persija. Bakat sepakbolanya pun ia salurkan ke IPPI Kebayoran. 

Nama Soetjipto mulai diperhitungkan saat ia membela salah satu klub internal Persija, Setia Jakarta. Bakatnya semakin terasah dan skillnya terus meningkat di Setia Jakarta. 

Meski bukan asli dari Jakarta, Gareng begitu betawi. Gareng mendapat panggilan khusus dari fans Persija yakni 'Encing'.

"Mengapa saya dipanggil encing? dan mengapa saya senang dengan panggilan itu? itu tidak lain karena saya merasa menjadi warga betawi," kata Gareng seperti dilansir dari juara.net

Pelatih timnas Indonesia junior, Djamiat Dalhar, pelatih yang pernah tangani Indonesia kala bertemu Uruguay 1974 mencium bakat dari Soetjipto. 

Soetjipto pun dipanggil masuk ke timnas junior oleh Dalhar. Kariernya terus menanjak hingga akhirnya dipanggil oleh Antun Pogacnik ke level senior. 


2. Tempaan drg Endang Witarsa

Soetjipto Soentoro bersama musisi Iwan Fals

Nama Endang Witarsa sudah tak asing bagi pecinta Persija. Pesepakbola yang berpredikat sebagai dokter gigi ini jadi mentor untuk karier Soetjipto di Macan Kemayoran. 

Soetjipto pun sukses lakoni debutnya bersama Persija pada saat bertanding melawan PSP. Soetjipto bermain gemilang,ia cetak empat gol dari tujuh gol yang dicetak Persija di laga itu. 

Nama Soetjipto makin dikenal oleh fans Persija kala jadi pahlawan untuk Persija di laga melawan PSM Makasar pada 25 Juli 1964. Gol Soetjipto membuat Persija yang saat itu di kondisi tertinggal mampu menyamakan kedudukan. 

Gelontoran gol-nya terus mengalir untuk Persija. Soetjipto pun sukses mengantarkan Persija untuk jadi juara Perserikatan 1964. 

Di final, Persija mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor telak 4-1. Stadion Senayan tempat berlangsungnya laga final itu jadi lautan Orange, warna kebanggaan Persija Jakarta. 


3. Pembobol gawang Juara Bundesliga

Soetjipto Soentoro

14 Juni 1965, timnas Indonesia mengadakan lawatan ke Eropa, ke Jerman Barat tepatnya. Lawatan itu untuk menyongsong Asian Games 1966. 

Sejumlah laga melawan klub-klub besar Eropa sudah dijadwalkan, diantaranya melawan juara Bundesliga 1964/1965, Werder Bremen. 

Seperti laporan pertandingan yang dilansir dari erlanggarimbapradana.wordpress.com, Bertanding di kandang Bremen, timnas Indonesia yang saat itu diperkuat oleh Soetjipto tampil cukup percaya diri. Ditonton oleh 25ribu penonton, timnas Indonesia turunkan formasi 3-5-2, formasi serupa juga diturunkan oleh Bremen. 

Fans Bremen yang saat itu memandang remeh timnas Indonesia dibuat terpana pada menit-menit awal pertandingan. Gareng yang berdiri bebas tanpa pengawalan lepaskan tendangan keras ke pojok kanan gawang Bremen, Kiper Bremen, Gunter Bernard tak mampu antisipasi, papan skor berubah untuk Indonesia. 

Gareng menjadi momok untuk pertahanan Bremen, penyerang yang tak memiliki tinggi badan ideal tersebut berulang kali membuat bek Bremen harus bersusah payang patahkan serangan mereka. 

Tendangan keras Gareng kembali membuat kiper Bremen untuk memungut bola untuk kali kedua. Gol kedua Gareng ia lesatkan dari jarak 16 meter. 

Aksi Gareng di laga itu kembali terjadi. Menit ke 72, ia sukses cetak hattrick usai memanfaatkan umpan matang dari Taher. Andai saja wasit Redelfs tidak menunjuk titik putih di menit akhir pertandingan, Gareng Cs akan membuat malu juara Bundesliga itu dengan skor 5-5. 

Susunan pemain 

Werder Bremen: Gunter Bernard, Horst Dieter Hotgges, Heinz Steinman, Sepp Piontek, Helmut Jagielski, Klaus Matischak, Uwe Seeler, Arnold Schutz, Max Lorenz, Hanz Schulz, Gerhard Zebrowski 

Timnas Indonesia: Yudo Hadianto, Saleh Ramadaud, John Simon, Mulyadi, Abdul Kadir, Surya Lesmana, Dominggoes Waweyai, Taher Jusuf, Iswadi Idris, Soetjipto Soentoro, Max Timisela

Pada 12 November 1994, Gareng hembuskan nafas terakhirnya karena penyakit kanker lever. Empat tahun ia berjuang untuk melawan penyakit tersebut, ia bahkan harus terbang ke Jepang untuk bisa sembuh. 

Seperti dilansir dari forzapersija, berikut sejumlah penghargaan yang diraih oleh Gareng sepanjang kariernya: 

1959: Juara III Piala Yunior Asia (Top Skorer 14 gol)
1967-1968: Terpilih sebagai Pemain All Star Asia
1968: Juara I Aga Khan Gold Cup-Pakistan
Juara I Kings Cup I- Bangkok,Thailand
1969: Juara I Merdeka Games,Malaysia (Top Skorer 11 gol)
1970: Medali Perak Asian Games, Bangkok

Persija JakartaSoetjipto Soentoro

Berita Terkini