x

4 Profil Klub Promosi di Liga Premier Inggris dan Serie A Italia

Selasa, 10 Mei 2016 20:25 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto

Liga-liga top Eropa telah memasuki pekan-pekan akhir di musim 2015-2016. Bahkan, beberapa diantaranya hanya tinggal menyisakan satu laga tersisa.

Tidak sampai di situ, beberapa klub sudah memastikan menjadi juara di kompetisinya masing-masing. Sebut saja, Leicester City sebagai juara Liga Premier Inggis, Juventus sebagai juara Serie A Italia, Bayern Munchen sebagai juara Bundesliga, PSV Eindhoven sebagai juara Eredivisie, dan Paris Siant Germain (PSG) sebagai juara Ligue 1.

Tercatat, hanya La Liga Spanyol yang belum menentukan siapa juaranya pada musim ini. Lantaran, Barcelona dan Real Madrid masih bersaing hingga laga terakhir, pekan depan.

Meski begitu, hanya La Liga Spanyol, Liga Premier Inggris, dan Serie A Italia yang menjadi tiga kompetisi paling dipantau oleh pecinta sepakbola Eropa bahkan dunia. Pasalnya, tiga kompetisi tersebut sudah satu dekade lebih saling bergantian menjadi kliblat para pemain top-top dunia untuk unjuk gigi.

Apalagi, ketiga kompetisi tersebut selalu melahirkan klub-klub promosi yang mampu unjuk gigi di musim depan dan musim seterusnya. Contohnya, Leicester yang mampu menjadi juara Liga Premier Inggris di musim keduanya, usai promosi ke kasta kompetisi tertinggi sepakbola Inggris tersebut.

Bagaimana dengan musim depan?. Siapa saja tim promosi yang patut diperhitungkan di La Liga Spanyol, Serie A Italia, dan Liga Premier Inggris?.

Namun, hanya Serie A Italia dan Liga Premier Inggris yang baru mempunyai klub promosi. Serie A berjumlah dua klub, begitupun dengan Liga Premier Inggris.

Untuk mengetahui lebih lanjut, INDOSPORT telah merangkum empat profil klub yang sudah memastikan diri promosi ke Serie A dan Liga Premier Inggris. Berikut ulasannya:


1. Burnley (Liga Premier Inggris)

Burnley merupakan klub yang berdiri pada tahun 1882. Prestasi terbaiknya hanya tercatat sebagai juara Piala FA tahun 1914.

Setelah itu, Burnley menjadi tim yang mengalami pasang surut permainan. Seiring berjalannya waktu, klub yang bermarkas di Stadion Turf Moor tersebut pernah merasakan bermain di Divisi Dua, Divisi Tiga, dan Divisi Satu.

Sampai akhirnya di era Liga Premier Inggris, Burnley pertama kali mampu tampil di kompetisi kasta tertinggi sepakbola Inggris tersebut pada musim 2009-2010.

Setelah itu, Burnley kembali terdegradasi ke Divisi Championship. Lantaran, mereka hanya mampu mengumpulkan 30 poin dari 38 pertandingan.

Berlaga di Divisi Championship, Burnley berjuang untuk bisa tampil kembali di Liga Premier Inggris. Setelah menunggu selama enam tahun, akhirnya Burnley akan kembali berlaga di Liga Premier Inggris musim 2016-2017.

Kepastian itu diperoleh, usai Burnley menjadi juara Divisi Championship musim ini, walaupun masih menyisikan satu laga tersisa. Burnley berhasil mengumpulkan 93 poin dari 46 pertandingan.


2. Middlesbrough (Liga Premier Inggris)

Middlesbrough di era awal Liga Premier Inggris merupakan klub yang diperhitungkan. Nama-nama bekebn pesepakbola, seperti Mark Viduka dan Jimmy Floyd Hasselbaink pernah membela klub yang berjuluk The Boro tersebut.

Namun, nasib sial harus menghampiri klub yang bermarkas di Riverside Stadium tersebut pada Liga Premier Inggris musim 2008-2009. Middlesbrough harus rela terdegradasi dari ajang Liga Premier Inggris.

Selanjutnya, The Boro yang bermain di Divisi Championship belum mampu promosi kembali ke Liga Premier Inggris di tahun berikutnya. Samapai akhirnya, memastikan diri berlaga di di kompetisi kasta tertinggi sepakbola Inggris tersebut.

The Boro mampu menjadi runner up Divisi Championship dengan torehan 89 poin dari 46 pertandingan. Tentu hal ini, akan menjadi momen yang ditunggu para suporter Middlesbrough, lantaran sudah tujuh tahun The Boro absen di Liga Premier Inggris.


3. Cagliari (Serie A Italia)

Cagliari merupakan klub yang sebetulnya berlangganan berlaga di Serie A Italia. Klub yang berjuluk Gli Isolani sudah bermain di kasta tertinggi sepakbola Italia tersebut sejak tahun 1964.

Tercatat, cagliari mampu menjuarai Serie A Italia sebanyak satu kali pada tahun 1970. Sejak itu, klub yang pernah masuk ke babak semifinal Piala UEFA tahun 1994 tersebut selalu pernah berlaga di Serie B dan Serie C Italia.

Sampai akhirnya, Cagliari kembali promosi ke Serie A Italia pada tahun 2004. Seiring berjalannya waktu, Cagliari selalu menjadi tim papan tengah, bahkan nyaris terdegradasi dari Serie A Italia.

Misalnya, Cagliari pernah menempati peringkat ke-11 klasemen akhir Serie A Italia pada musim 2012-2013. Tak sampai di situ, Cagliari pernah menjadi peringfkat ke-15 di klasemen akhir Serie A Italia musim 2013-2014.

Setahun kemudian, Cagliari kembali terdegradasi ke Serie B. Namun, hanya membutuhkan satu musim, Rossoblu kembali akan berlaga di Serie A Italia musim depan.

Menyusul, keberhasilannya mencatatkan 77 poin dari 40 pertandingan di Serie B. Cagliari hanya terpaut dua angka dari sang juara Serie B, Crotone.


4. Crotone (Serie A Italia)

Crotone merupakan klub asal Kota Calabria, Italia. Klub tersebut pertama kali berdiri pada tahun 1910. Meskipun sempat mengalami kebangkrutan di tahun 1979 dan 1991, Crotone mampu bangkit.

Klub yang bermarkas di Stadio Ezio Scida tersebut belum merasakan sekalipun gelar juara bergengsi. Mirisnya lagi, CCrotone merupakan klub yang selalu bermain di Serie C1, C2, dan D Liga Italia.

Kini, Crotone mencacatkan sejarah baru. Klub tersebut mampu promosi ke Serie A Italia, usai menjuarai Serie B musim ini. 

Crotone mengumpulkan 79 poin dari 40 pertandingan yang dilakoninya di Serie B musim ini. Hasil tersebut juga menempatkan Crotone sebagai juara Serie B musim ini.

CagliariBurnleyMiddlesbroughCrotone

Berita Terkini