Kisah Emil, Pemain Kelahiran Indonesia yang Raih Scudetto
Musim ini Juventus sempat mengalami situasi yang buruk di awal perjalanannya di Serie A. Bahkan, Si Nyonya Tua sempat masuk ke zona degradasi. Namun, setelah meraih kemenangan atas Torino di putaran pertama, mereka terus melaju hingga keluar sebagai juara Serie A 2015/16.
Permainan apik yang ditunjukan para pemain Juventus ini mengantarkannya ke prestasi terbaru dengan raihan gelar Scudetto kelima secara berturut-turut.
Di dalam keberhasilan Juventus meraih Scudetto musim ini rupanya ada satu nama pemain yang lahir di Indonesia. Dia adalah Emil Audero Mulyadi, pria kelahiran Mataram yang berposisi sebagai kiper.
Pada penyerahan medali juara Minggu (15/05/16) dini hari WIB, menandakan bahwa Emil menjadi pria berdarah Indonesia pertama yang mencatatkan namanya sebagai peraih Scudetto.
Dengan catatan tersebut, INDOSPORT mencoba untuk mengulas profil sang pemain hingga mendarat di Italia.
1. Latar Belakang Orang Tua
Emil adalah pemain yang masih mengantongi dua kewarganegaraan, yaitu Indonesia dan Italia. Status warga negara dia dapatkan dari sang ayah, Edi Mulyadi. Sedangkan status warga negara Italia dia dapat dari sang ibu.
Pria yang lahir pada 18 Januari 1997 ini lahir dan tumbuh di Indonesia. Sejak masih kecil dia pun harus bolak-balik Lombok-Italia lantaran izin tempat tinggal yang tak kunjung di dapat.
"Benar saya lahir di Indonesia, akan tetapi saya tidak memiliki paspor Indonesia. Ayah saya orang Indonesia dan saya juga tinggal di sana sekitar dua tahun lalu," ujar Emil pada 2013 silam.
"Saya sangat menyukai pantai-pantai yang ada di Indonesia dan saya sering berselancar disana. Pantai Selong Belanak di Lombok menjadi favorit saya karena keindahannya," lanjutnya.
Namun, setelah terlalu sering menghabiskan uang untuk bolak-balik tempat tinggal, akhirnya Emil dan sang Ibu menetap di Italia tanpa diikuti sang ayah.
Walupun jauh dari ayah, pria yang musim ini sudah masuk tim senior Juventus mengaku kerap rindu ayahnya yang berada di Lombok. Untuk melepas rindu pun Emil lebih banyak melakukannya lewat pesawat telpon.
2. Unjuk Gigi Ketika Seleksi di Juventus
Emil baru benar-benar menetap di Italia kabarnya terjadi pada 2011. Di sana dia memulai lembaran baru dan focus ke sepakbola dengan mengikuti seleksi yang digelar tim Juventus.
Selama seleksi, pria yang kini berusia 19 tahun tersebut memikat staf pelatih Juventus. Dia pun akhirnya diboyong ke tim Juventus Allievi (U-17).
"Ketika saya bermain untuk salah satu klub di Italia, saya mengikuti beberapa kali training session dengan Juventus dan setelahnya Bianconeri mengatakan bahwa mereka tertarik dengan saya dan menyatakan ingin merekrut saya," pemain dengan tinggi 191cm.
Permainan Emil semenjak masuk tim Juventus terus meningkat, dan Emil mendapatkan penghargaan The Young Italy Talents of The Future 2012.
Tak disangka, penghargaan itu cukup mengoda Antonio Conte untuk membawanya ke tim utama. Ia pun akhirnya diajak untuk berlatih bersama tim utama saat Juventus akan menghadapi Sampdoria di ajang Serie A.
3. Raih Scudetto dengan Status Kiper Keempat
Musim 2015/16 mungkin menjadi saat yang membanggakan bagi Emil. Pria berkulit putih ini didaftarkan Massimiliano Allegri sebagai kiper ketiga Juventus untuk ajang Liga Champions.
Kesempatan tersebut tentu akan menambah intensitas berlatihnya bersama Gianluigi Buffon selaku kiper senior tim. Selain itu juga Emil dapat merasakan atmosfir pertandingan yang ketat meski hanya duduk di bangku cadangan.
Namun, perjalanan Juventus di Liga Champions tak semulus musim lalu. Mereka harus kandas di perdelapanfinal usah ditaklukan Bayern Munchen.
Keberhasilan musim ini akhirnya dia dapatkan pertama kalinya bersama Juventus dengan meraih Scudetto musim 2015/16. Sukses ini sekaligus menjadikan dirinya sebagai pemain berdarah Indonesia pertama yang raih supermasi tertinggi di Italia.