Deretan Stadion Pemilik 'Dua Jiwa' Saling Benci
Tidak semua tim sepakbola memiliki stadion sendiri. Sejumlah tim bahkan harus rela meminjam stadion tim lain, karena tak memiliki markas yang memadai untuk menggelar sebuah pertandingan.
Biasanya, tim sepakbola memanfaatkan stadion yang paling dekat dengan basis kotanya. namun tak sedikit klub modern Eropa ternyata belum memiliki serta mengelola stadion sendiri. Padahal memiliki stadion sendiri menjadi syarat mutlak yang dapat menopang keuangan tim.
Namun karena keterbatasan lahan ataupun dana, tak jarang banyak tim yang memiliki rivalitas tinggi namun harus berbagi tempat..
Mereka memiliki kisah menarik, mulai dari pertandingan seru di lapangan hijau, laga yang panas, dan gesekan antarsuporter.
Berikut ini INDOSPORT merangkum 7 stadion yang menjadi markas dua tim rival sekota:
1. Maine Road
Derby Kota Manchester kerap menyajikan laga yang seru. Dua tim, Man United dan Man City, ini juga selalu kejar mengejar di klasemen Liga Primer Inggris.
Saat ini, dua The Red Devils dan The Citizens sudah memiliki stadion masing-masing. Namun, dalam sejarahnya, ternyata dua klub kaya di Inggris itu pernah berbagi stadion di Maine Road.
Maine Road berdiri pada 1923. Awalnya, stadion berkapasitas 35.150 itu adalah kandang Man City. Klub yang kini dibela Sergio Aguero tersebut dijadikan kandang dari 1923 hingga 2003.
Kisah berbagi stadion diawali dengan Perang Dunia II. Saat itu, Stadion Old Trafford dibom pasukan Nazi Jerman pada 1945.
Man United dan Man City bermain di Maine Road selama 4 tahun. Man City mulai menggunakan Stadion Etihad pada 2003. Maine Road ditutup pada 2003. Pada 2004 stadion itu dihancurkan.
Sekarang, Man United dan Man City adalah tetangga yang berisik. Tapi, mungkin mereka lupa, mereka lebih mirip mantan teman sekamar yang selalu berkelahi.
2. San Siro
Beralih ke Kota Milan di Italia. Di sini ada Stadion San Siro. Stadion yang ada di Kota Milan ini merupakan markas dua tim sekota, AC Milan dan Internazionale. Stadion berkapasitas 80.018 itu mulai dibangun pada 1925.
Setelah selesai, AC Milan menggunakannya sebagai markas mereka. Peresmian pembukaan stadion menampilkan laga derby AC Milan kontra Internazionale.
Saat itu, Milan sukses menekuk rival abadinya dengan skor telak 6-3.
Kisah berlanjut.Pada 1947 Internazionale yang sebelumnya bermain di stadion kuno Arena Civica yang dibangun pada Agustus 1807, bermain di San Siro.
Sejak itulah Rossoneri dan Nerazzurri sepakat berbagi stadion.
Pada 1980, stadion ini juga mulai disebut Stadion Giuseppe Meazza. Meazza adalah pesepakbola legendaris Italia yang pernah menjuarai Piala Dunia 1934 dan 1938, sekaligus mantan pemain Inter dan Milan.
Meski sudah berganti nama, tapi pendukung Milan lebih suka menyebut Stadion San Siro. Alasannya, Meazza lebih identik sebagai ikon Inter.
Selain menyajikan laga sengit di lapangan, Derby della Modannina pun pernah terjadi gesekan. Yang paling terkenal, terjadi ketika dua tim bertemu di perempatfinal Liga Champions 2005 lalu.'
Ketika itu, Milan yang sudah unggul 2 gol di leg pertama, kembali mencetak gol di leg kedua.
Lalu, fans Inter menyerang pemain Milan di lapangan. Kiper Milan, Dida, jadi korban lemparan kembang api fans Inter. Akibat kejadian itu, pendukung Inter mendapat hukuman bermain tanpa penonton di 4 laga kompetisi Eropa dan denda 250 ribu dolar AS (sekitar Rp2,3 miliar).
Terlepas dari cerita mengerikan tadi, stadion yang dibangun Presiden AC Milan, Piero Pirelli tersebut pernah menggelar laga besar. Pada 1990, laga final Piala Dunia antara Jerman Barat melawan Argentina digelar.
Bulan ini, San Siro bakal menggelar hajat besar final Liga Champions 2016 antara Atletico Madrid melawan Real Madrid.
3. Allianz Arena
Sekarang kita ke Jerman. Bayern Munchen dan TSV 1860 Munchen adalah tim sekota yang masih menggunakan stadion yang sama.Stadion yang dibangun pada 2002 dan mulai dibuka 2005 memiliki kapasitas 75.000 tempat duduk.
Sebelumnya, dua tim asal Munchen tersebut memakai Olympiastadion dari 1972 hingga 2005. Saat ini, kepemilikan Allianz Arena sepenuhnya milik Munchen. Munchen mengambil alih 100 persen kepemilikan, setelah TSV 1860 Munchen mengalami krisis keuangan.
Stadion megah ini merupakan venue pertandingan pembukaan Piala Dunia 2006. Pada 2012, final Liga Champions antara Munchen melawan Chelsea juga diadalan di sini.
4. Olimpico
Kembali ke italia, ada Stadion Olimpico. Olimpico dibangun pada 1928. Stadion ini resmi dibuka pada 1937. Stadion berkapasitas 70.634 penonton di Kota Roma ini memiliki sejarah panjang bagi dua klub, AS Roma dan Lazio.
Awalnya, Lazio memakai Olimpico sebagai markas mereka pada 1953. Namun, di tahun yang sama, Roma pun memakai Olimpico menjadi kandang mereka.
Dari situ kemudian Derby della Capitale yang kerap menyajikan laga sengit dan panas tersaji. Kerusuhan, penghinaan, dan hujatan rasis kerap muncul di derby Roma dan Lazio.
Korban jiwa pun pernah melayang. Contohnya saja, pada 1979 salah seorang fans Lazio tewas setelah matanya disambar roket jarak jauh.
Akibat sering terjadi gesekan antar tifosi, di tribun stadion dibangun pagar pembatas. Pagar itu dinamakan Curva Sud untuk pendukung Roma dan Curva Nord untuk pendukung Lazio.
Namun, sepertinya dua tim ini tak lama lagi akan berpisah. Giallorossi sekarang sedang bersiap meninggalkan olimpico. Mereka sedang membangun stadion baru bernama Stadio della Roma, yang rencananya selesai pada 2018.
5. Azadi
Beralih ke Iran. Dua klub Iran yang berbasis di Teheran, yakni Persepolis dan Esteghlal, berbagi Stadion Azadi. Stadion berkapasitas 100 ribu itu diresmikan pada 1973.
Derby Teheran menyajikan pertandingan menarik di sepakbola Iran. Dua klub ini masuk dalam tiga besar liga Iran. Rivalitas mereka sudah ada sejak liga Iran belum terbentuk.
Pada 1974, di stadion ini dihelat Asian Games. Stadion ini pernah diubah namanya menjadi Stadion Aryamehr, sebagai penghargaan dari anggota Shah Iran.
Namun, namanya menjadi Azadi lagi setelah 1979.Stadion ini adalah saksi lolosnya Iran ke Piala Dunia 1998 di Prancis.
6. Salt Lake
Di India, ada stadion yang cukup terkenal bernama Salt Lake Stadium. Stadion ini berdiri di Kolkata.
Stadion yang dibuka pada 1984 ini memiliki kapasitas 85 ribu penonton. Dengan kapasitas itu, Salt Lake menjadi yang terbesar di India.
Dua klub yang menghuni stadion megah ini, yaitu Mohun bagan dan East Bengal. Untuk diketahui, Mohun Bagan berdiri pada 1889, lebih tua dari AC Milan dan Bayern Munchen.
Sedangkan East Bengal berdiri pada 1920. Laga dua klub besar di India itu dinamakan derby Kolkata.
7. Benteng
Di negeri sendiri, ada Stadion Benteng di Tangerang. Stadion ini memiliki kapasitas penonton 25 ribu orang. Stadion Benteng diresmikan pada 1989.
Dua tim Tangerang menjadikannya kandang, yakni Persita dan Persikota. Persita adalah pemilik awal stadion ini.
Tim berkostum ungu itu menggunakan stadion usai promosi ke Divisi Utama Perserikatan 1989/1990. Ketika Persikota didirikan pada 1994, tim berjuluk Bayi Ajaib ikut menggunakan Benteng sebagai homebase.
Derby Tangerang bukan cuma sengit di lapangan, tapi kerap membuat gesekan dua pendukung fanatik mereka, Benteng Viola dan Benteng Mania.
Terlepas dari itu, Benteng pernah menjadi saksi kehebatan dua tim Tangerang di Liga Indonesia pada 1990an dan 2000an.
Sayangnya, setelah Persita promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia pada 2012, stadion ini ditinggalkan. Ada larangan dari pihak kepolisian Tangerang dan fatwa MUI terkait bermain di stadion ini.
Penyebabnya, tawuran yang seringkali terjadi antara Benteng Viola dan Benteng Mania di dalam dan luar stadion.
Akhirnya, musim 2012/2013, Persita memakai Stadion Krakatau Steel dan Mashud Wisnu Saputra, Kuningan, sebagai markas mereka. Sedangkan Persikota memakai Stadion Badak, Pandeglang.