x

Mengenal Torcida, Kelompok Suporter Tertua di Eropa dari Kroasia

Sabtu, 18 Juni 2016 17:03 WIB
Editor: Randy Prasatya

Di ajang Euro 2016 kali ini banyak menghadirkan kisah menakutkan dari para suporter berbagai negara. Setelah ulah keributan sengit antara suporter Inggris dan Rusia, kini ada kelompok suporter Kroasia yang melakukan menyerang tanpa arah saat menghadapi Ceko.

Sejauh ini Kroasia memang dikenal memiliki kelompok suporter yang teramat keras bahkan punya pengaruh besar dalam perjuangan meraih kemerdekaan dari Yugoslavia. Kelompok suporter tersebut bernama Torcida Split, yang merupakan pendukung dari klub NHK Hajduk Split.

Selain menjadi pejuang kemerdekaan, Torcida juga menjadi kelompok suporter terorganisir tertua di Eropa. Mereka berdiri pada 1950 yang saat itu sangat lekat dengan unsur politik dan sebagai sasaran perekrutan militer.

Selepas kemerdekaan, Torcida masih menunjukkan eksistensinya yang kuat dalam menampilkan dukungan kepada klub tercinta Hajduk Split. Bahkan, beberapa dari mereka diyakini selalu hadir dalam memberi dukungan untuk timnas Kroasia di ajang internasional, termasuk saat terjadi pelemparan flare di laga Kroasia kontra Ceko.

Lantas bagaimana kisah pertama berdirinya Torcida selaku kelompok suporter tertua di Eropa. Berikut kisah yang dirangkum oleh INDOSPORT.


1. Didirikan oleh Mahasiswa

Torcida didirikan pada 28 Oktober 1950 oleh sekelompok mahasiswa yang mengenyam ilmu pendidikan di Zagreb. Mereka ialah Vjenceslav Zuvela, Ante Doric, Ante Ivanisevic, Sime Perkovic, Pocrnjic, Ticic, dan Vlado Mikulic.

Para anak muda tersebut membangun Torcida setelah berulang kali menyaksikan berbagai aksi suporter sepakbola di Brasil. Nama Torcida pun diambil dari bahasa Brasil-Portugis yang memiliki arti “pendukung”.

Seiring waktu, Torcida menjadi salah satu kelompok suporter yang digunakan oleh Partai Komunis Yugoslavia melalui tangan Milovan Djilas untuk kepentingan politik.

Imbas dari itu, Torcida dianggap sebagai salah satu nama yang terlarang, dan salah satu pendiri kelompok tersebut, Vjenceslav Zuvela, dihukum penjara selama tiga tahun.


2. Pejuang Kemerdekaan

Setelah tercemar politik, Torcida kembali muncul ke public pada 1980. Kemunculan tersebut menghadirkan banyak generasi baru dengan tradisi lama dan terfokus untuk mendukung klub.

Sejak saat itupun mereka menggunakan tribun utara Stadion Poljud sebagai titik kumpul dalam mendukung Hajduk Split. Kelompok Torcida kemudia mulai menyebar ke berbagai kota secara terorganisir.

Hingga pada akhirnya, Torcida kembali turut terlibat dalam perjuangan politik memerdekakan Kroasia dari Yugoslavia. Saat itu kelompok suporter tertua di Eropa ini selama perang berdiri di garis depan untuk membela tanah air mereka.

Setelah kemerdekaan diraih sebuah plakat di sisi utara stadion di Poljud, mencantumkan 27 nama anggota Torcida yang tewas dalam perjuangan meraih kemerdekaan Kroasia.


3. Dugaan Aksi Fanatik

Torcida kerap membawa flare atau suar dalam melancarkan aksinya dalam mendukung Hajduk Split. Bahkan aksi menggunakan flare tersebut kerap membuat tribun utara tampak seperti terbakar.

Pada laga melawan Kroasia vs Ceko di Stadion Geoffroy-Guichard dalam laga Euro 2016, suporter Kroasia menampilkan aksi tidak terpujinya dengan melepar belasan flare ke dalam lapangan.

Menariknya, lokasi pelemparan terjadi dari tribun utara, yang identik menjadi tempat kesukaan Torcida. Indikasi flare dan lokasi perkumpulan memungkinkan bahwa ada pihak-pihak tidak terpuji yang berasal dari kelompok suporter tertua tersebut.

KroasiaCekoEuro 2016In Depth SportsTorcida

Berita Terkini