5 Laga Terpanas Persib vs Persija dari Masa ke Masa
Siapa yang tidak mengetahui dua klub papan atas Indonesia, Persib Bandung dan Persija Jakarta. Pastinya semua orang tahu akan dua klub tersukses di Indonesia tersebut.
Mengapa dibilang sukses?. Persija merupakan pemegang gelar juara terbanyak kasta tertinggi kompetisi sepakbola di Indonesia. Tim Macan Kemayoran tercacat sudah sembilan kali menjuarai kompetisi elit Tanah Air dari era Perserikatan hingga Indonesia Super League (ISL).
Tim Macan Kemayoran tercacat sudah delapan kali menjuarai kompetisi era Perserikatan ( 1931, 1933, 1934, 1938, 1954, 1964, 1973, 1975, dan 1979). Selanjutnya satu kali menjuarai Liga Indonesia tahun 2001.
Sementara itu, Persib merupakan klub kedua terbanyak di bawah Persija yang meraih gelar juara kompetisi elit Indonesia. Tim Maun Bandung total mengoleksi tujuh gelar dari era Perserikatan hingga ISL.
Pangeran Biru menjuarai Perserikatan sebanyak lima kali (1939, 1961, 1986, 1989–90, dan 1993–94). Satu kali juara Liga Indonesia musim 1994-1995. Lalu, satu kali berhasil menjadi juara ISL tahun 2014.
Gengsi kedua tim gelar terbanyak kompetisi elit Indonesia kerap menimbulkan pertarungan sengit di dalam lapangan.
Rivalitas keduanya acap kali menimbulkan pertandingan yang berjalan panas ketika Persib menghadapi Persija.
Di tambah lagi faktor perselisihan kedua suporter, Viking dan Bobotoh (Persib) dengan The Jakmania (Persija) menjadi bumbu rivalitas keduanya.
Persib Bandung vs Persija Jakarta di ISL 2014.
Lama tak bersua akibat berhentinya ISL 2015 atas buntut konflik bekepanjangan sepakbola Tanah Air, keduanya akan saling berhadapan dalam tajuk kompetisi TSC 2016, di Stadion GBLA, Sabtu malam ini WIB.
Sebelum menikmati laga tersebut, ada kalanya bernostalgia dengan lima pertemuan paling panas Persib kontra Persija.
Untuk itu, INDOSPORT telah menyajikan lima pertandingan paling panasa Persib kontra Persija. Berikut ulasannya:
1. VIJ Kalahkan BIVB di Laga Final Perdana Perserikatan 1933.
Kalimat Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno yang berbunyi "Jangan sekali-kali melupakan sejarah" patut disematkan pada laga Persib kontra Persija.
Jangan pernah meninggalkan pertemuan perdana Persib kontra Persija. Kedua tim bertemu saat kompetisi era Perserikatan perdana tahun 1933.
Ketika itu, Persija masih bernama VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Sementara Persib bernama Bandoeng Indische Voetbal Bond (BIVB).
Keduanya bertarung dalam tajuk final Perserikatan perdana. Hasilnya VIJ berhasil menaklukan BIVB sesuai data dari Rsssf. Namun, tidak ada data yang mencatat secara autentik skor pertandingan tersebut.
Laga tersebut terbilang panas karena keduanya merupakan pendiri Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI).
2. Persija Taklukan Persib 3-0 di Liga Indonesia 2001
Pertemuan kedua antara Persija kontra Persib yang berjalan dengan tensi tinggi terjadi di Liga Indonesia (Ligina) 2001. Laga tersebut berlangsung di Stadion Lebak Bulus pada tanggal 24 Juni. Rivalitas keduanya sangat kental.
Mengingat pada pertemuan pertama Wilayah Barat Ligina 2001 di Stadion Siliwangi Bandung, Persib harus takluk 0-1 dari Persija. Suasana makin panas ketika kehadiran The Jakmania sampai membludak di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Meski begitu, tim Maung Bandung berniat untuk mengalahkan Persija di kandangnya sendiri. Yusuf Bachtiar dan kawan-kawan ingin sangat benafsu menaklukan generasi emas Persija di bawah asuhan Sofyan Hadi.
Sayang, Persib kembali kalah di tangan Persija. Kali ini, Persib kalah telak 0-3 lewat gol yang diciptakan Budi Sudarsono pada menit ke-52, Budiman menit ke-54, dan Ebanda Timothy menit ke-77.
Persija berhasil mempecundangi Persib di klasemen akhir Wilayah Barat Ligina 2001. Tim Macan Kemayoran berada di posisi kedua 51 poin, atau unggul empat angka dari Persib yang berada satu tingkat di bawahnya.
Tak hanya itu, Persija kembali membuat Persib iri hati usai sukses keluar sebagai juara Ligina 2001.
3. Persija Menang WO atas Persib di Ligina 2005
Laga ketiga yang berjalan panas antara Persib vs Persija tersaji dalam tajuk Liga Indonesia (Ligina) tahun 2005 pada tanggal 4 September, di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Terbilang panas karena kedatangan The Jakmania membludak hingga belakang garis gawang. Tim Maung Bandung pun merasa keselamatannya terancam ketika itu. Persib akhirnya menolak bertandingan.
Keputusan tersebut menguntungkan bagi Persija. Meski sempat diundur kick off pertandigan itu, tim Macan Kemayoran akhirnya dinyatakan menang Walk Out (WO) atas Persib.
Persib pun gagal melaju ke babak 8 besar. Padahal, tim Maung Bandung menjadi unggulan untuk juara kala itu.
Sementara itu, Persija sebelum laga tersebut sudah dipastikan lolos ke babak 8 besar.
4. Persib Bungkam Persija 3-1 Pada ISL 2013
Tensi pertandingan kembali memanas akibat suporter di laga Persib kontra Persija. Suporter Persib, Bobotoh dan Viking hadir penuh sesak di Stadion Si Jalak harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, 3 Maret 2013.
Akibatnya, skuat Persija datang ke lapangan harus menggunakan Barracuda milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Tim Macan Kemayoran merasa terancam jika hanya menggunakan bus.
Meski begitu, pertandingan tetap bisa berjalan hingga usai. Persib berhasil membungkam Persija dengan skor 3-1.
Tiga gol kemenangan tim Pangeran Biru dicetak oleh Kenji Adachihara pada menit ke-18, dan dua gol dari Sergio Van Dijk menit ke-57 serta 81.
Sementara, satu gol Persija dicetak oleh Pedro Javier menit ke-50.
5. Persija Tahan Imbang Persib Tanpa Gol di ISL 2014
Laga terakhir dengan tensi tinggi terjadi pada 8 Mei 2014 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung.
Pertandingan tersebut berjalan dengan suhu panas, mengingat para Bobotoh dan Viking memenuhi Stadion Si Jalak Harupat. Sampai-sampai, skuat Persija harus menggunakan Barracuda ke stadion.
Tak hanya di luar lapangan, Persib kontra Persija saat itu memanas di dalam lapangan. Tensi pertandingan berjalan cepat dan menarik.
Kedua tim saling bergantian melakukan serangan. Namun, skor imbang tanpa gol mengakhiri pertandingan tersebut.
Meski begitu, Persib boleh berbangga hati karena mampu keluar sebagai juara ISL 2014 usai mengalahkan Persipura Jayapura melalui adu tendangan penalti dengan skor 5-3 (2-2) pada laga final yang berlangsung di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang.