x

Paul Pogba, Anak Buangan yang Kembali ke Rumahnya

Selasa, 9 Agustus 2016 13:53 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto

Prancis sebuah negara yang terkenal akan keromantisannya. Tak ayal banyak warga dunia berbondong-bondong bersama pasangannya menikmati indahnya kota-kota di Prancis.

Negara yang terletak di Eropa Barat itu memiliki beranekaragam budaya yang memanjakan para wisatawan. Tak ayal siapapun yang bekunjung ke sana selalu dimanjakan pertunjukan seni musik, film, hingga teatrikal.

Prancis juga dikenal sebagai negara yang kental akan budaya sepakbola. Negara yang memiliki penduduk sebesar 66,03 juta jiwa tersebut sering berpartisipasi di ajang-ajang bergengsi sepakbola dunia.

Les Bleus sudah tampil di Piala Dunia sebanyak 14 kali. Prancis pernah dua kali menjadi tuan rumah turnamen sepakbola paling bergengsi di dunia tersebut sebanyak dua kali pada tahun 1938 dan 1998. Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia sebanyak satu kali pada tahun 1998.

Selain itu, Prancis juga sudah berpartisipasi di Euro sebanyak 9 kali. Mereka berhasil menjadi juara Euro 1984 dan 2000.

Tak ayal, budaya sepakbola yang kental di negeri Napoleon tersebut berpengaruh kepada bibit-bibit pesepakbola dunia. Berbagai nama top pesepakbola dunia berasal dari Prancis.

Sebut saja Michael Platini, Thierry Henry, Zinedine Zidane, Didier Deschamps, Laurent Blanc, hingga yang paling anyar adalah Paul Pogba.


Info Grafis Paul Pogba.

Pogba menjelma sebagai pesepakbola top dunia. Pemain berumur 23 tahun itu memiliki kualitas yang mumpuni sebagai gelandang tengah.

Ia memiliki fisik yang kuat, akurasi tendangan yang bagus, visi permainan yang sangat baik, serta passing dan dribbling yang sempurna. Hal tersebut membuat sejumlah klub elit dunia berminat meminang jasanya.

Akan tetapi tak banyak yang tahu bagaimana kisah Pogba dari masa ke masa menjalani karier profesionalnya sebagai pesepakbola dunia. Para pecinta sepakbola hanya tahu bagaimana pemain kelahiran 15 Maret 1993 itu pernah dibuang begitu saja oleh Manchester United. Padahal Man United adalah klub yang membina bakatnya selama ini.

Ia akhirnya mampu bangkit kala Juventus menerimanya dari MU. Ia tumbuh menjadi pesepakbola hebat dunia bersama Si Nyonya Tua.

Hingga pada akhirnya sang 'anak buangan' kembali berseragam Man United. Klub yang bermarkas di Old Trafford itu menjadikannya sebagai pemain termahal dunia.

Untuk itu, INDOSPORT telah memberikan rangkuman kisah Paul Pogba, sang'anak buangan' yang kembali ke rumahnya. Berikut ulasannya:


1. Paul Pogba Lahir dari Keluarga Sepakbola

Paul Pogba lahir pada tanggal 15 Maret 1993 di sebuah kota kecil di Prancis yang bernama Lagny-sur-Marne. Darah sepakbola mengalir deras ke dalam tubuh Pogba.

Pogba sejak kecil sudah tak asing lagi dengan dunia sepakbola. Pemain yang notabennya berdarah Guinea tersebut mempunyai dua orang saudara kembar yang juga merupakan pesepakbola profesional.

Florentin merupakan pesepakbola yang bermain di klub Prancis, Saint-Etienne. Lalu ada Mathias yang bermain di klub Liga Skotlandia, Patrick Thistle FC. Mathias juga tercatat sebagai pemain timnas Guinea.

Tak hanya itu, ibu kandung Pogba, Yeo Moriba juga aktif bermain sepakbola. Sang ibunda turut serta menjadi pesepakbola amatir di kampung halamannya. Ayah Pogba yang bernama Fassou Antoine Pogba juga sangat gemar bermain sepakbola.

Atas dorongan dari keluarga dan darah sepakbola yang mengalir deras, Pogba sejak kecil sudah memutuskan untuk menjadi pemain sepakbola profesional dunia. Ia kemudian mengasah bakatnya di beberapa klub kecil di Prancis.


2. Impian Bermain Real Madrid, Barcelona, Manchester United, dan Arsenal

Pogba ternyata menyimpan sebuah mimpi yang tidak diketahui orang banyak. Ia ingin sekali membela empat klub besar dunia, yakni Real Madrid, Barcelona, Manchester United, dan Arsenal.

Mimpinya tersebut sudah diutarakannya ketika masih beranjak 12 tahun. Kakak Pogba, Florentin yang secara terang-terangan menuturkan mimpin Pogba tersebut kepada awak media.

Berawal dari sana, Pogba selalu giat berlatih sepakbola untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Ia selalu mengasah kemampuannya bermain si kulit bundar setiap hari.


3. Tiga Sosok Inspirasi Pogba

Pogba selalu bermimpi suatu saat nanti bisa menjadi pemain sepakbola yang hebat dan membela sejumlah klub besar dunia. Ia memiliki sosok inspirasi yang bisa mendorong mimpinya agar terwujud.

Sejak umur 15 tahun, Pogba sangat mengidolakan striker timnas Brasil, Ronaldo Luis Nazario de Lima. Selain Ronaldo, ia juga mengidolakan Zinedine Zidane.

Akan tetapi, satu sosok yang berpengaruh terhadap pemainannya di lapangan adalah Andrea Pirlo. Mantan gelandang tengah timnas Italia itu selalu menjadi inspirator dirinya untuk mengembangkan kreatifitasnya sebagai gelandang hebat dunia.


4. Kisah Karier Paul Pogba Saat Kecil Hingga Masuk Akademi Man United

Paul Pogba lahir pada 15 Maret 1993 di sebuah kota kecil di Prancis yang bernama Lagny-sur-Marne.

Pogba sejak kecil sudah menunjukkan bakatnya bermain sepakbola. Kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar tercium oleh keluarga.

Pemain yang bernama lengkap Paul Labile Pogba tersebut mengawali kariernya di klub kecil Prancis, Roissy-en-Brie. Ia menimba ilmu di sana dari tahun 1999 hingga 2006.

Setahun kemudian, Pogba menimba ilmu di Torcy. Selanjutnya ia mengasah bakatnya di Le Havre pada periode 2007-2009.


Paul Pogba kala berseragam Manchester United Junior.

Bakat Pogba akhirnya tercium Manchester United. Man United meminang jasanya untuk masuk dimasukkan ke dalam akademinya pada 2009.

Selama berseragam Man United junior, Pogba menampilkan performa gemilang. Ia berhasil mengantarkan Man United U-18 melaju ke babak play off semifinal kompetisi U-18 Liga Primer Inggris. Ia mencatatkan 21 penampilan dan mencetak tujuh gol.

Selanjutnya ia bersama tiga pemain lain dipromosikan untuk masuk skuat utama Man United pada Februari 2011. Sayang, Pogba kurang mendapat kepercayaan di tempat utama Man United di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

Ia sempat melakoni debut di Liga Primer Inggris dalam laga melawan Stoke City tiga tahun kemudian. Ia juga pernah bermain di Liga Europa dalam laga melawan Athletic Bilbao.

Meski begitu, Pogba merasa geram tak bisa menembus tempat utama Man United. Sampai pada akhirnya, ia memutuskan untuk hengkang dari MU. Pihak manajemen MU akhirnya melepasnya ke Juventus secara gratis.


5. Karier Pogba di Timnas Prancis

Paul Pogba (Prancis)

Meski karier Pogba bersama MU mengalami masalah dan harus hijrah ke Juventus, ia tetap menjadi sosok pilihan utama timnas Prancis.

Pogba memulai karier timnas Prancis U-16 pada tahun 2008-2009. Setahun kemudian, ia berhasil naik level ke timnas Prancis U-17. Lalu, ia memperkuat timnas Prancis U-18 pada tahun 2010-2011.


Paul Pogba kala berseragam timnas Prancis.

Setahun berselang, Pogba akhirnya memperkuat timnas Prancis U-19 dan U-20. Sampai akhirnya, Pogba berhasil menembus timnas Prancis senior di tahun 2013.

Ia sudah membela timnas Prancis di Euro 2012, Piala Dunia 2014, dan Euro 2016. Ia sudah menorehkan enam gol dari 38 pertandingan bersama Les Blues.


6. 'Anak Buangan' yang Kembali Gemilang

Pada Juli 2012, Pogba resmi berseragam Juventus. Performa gemilangnya menempatkan dirinya menjadi tim inti Si Nyonya Tua.

Tak ada satu pun pemain yang berhasil menggeser posisinya bersama Andrea Pirlo di lini tengah. Hengkangnya Pirlo ke New Yor City FC membuat Pogba semakin tampil meyakinkan sebagai roh permainan Juventus. Ia menjadi jendral lapangan tengah La Vecchia Signorra.


Paul Pogba yang berhasil membawa Juventus menjadi juara Piala Super Italia.

Sejumlah prestasi gemilang diukir oleh Pogba bersama Juventus. Ia sudah meraih 8 trofi gelar juara. Pogba berhasil mengantarkan Juventus meraih empat gelar Serie A Italia secara beruntun (2012-2013, 2013-2014, 2014-2015, 2015-2016), dua Coppa Italia (2014-2015 dan 2015-2016), serta dua Piala Super Italia (2013 dan 2015).

Ia pun berhasil mencetak 28 gol dari 124 pertandingan bersama Juventus mulai tahun 2012-2016 di semua ajang.


7. 'Anak Buangan' yang Kembali ke Rumahnya, Manchester United

Kegemilangan Pogba bersama Juventus membuat beberapa klub elit Eropa sangat menginginkan jasanya. Ia diincar beberapa klub elit Eropa, seperti Real Madrid, Manchester United, dan Barcelona.

Ketiga klub elit Eropa tersebut sanggup membayar Pogba dengan mahar yang cukup fantastis. Bahkan bisa jadi, mereka menjadikan Pogba sebagai pemain termahal dunia. Menggeser posisi Gareth Bale yang ditransfer Real Madrid dari Tottenham Hotspur dengan mahar Rp1,3 triliun.


Paul Pogba resmi ke Manchester United.

Sampai pada akhirnya, Manchester United resmi mendapatkan Pogba. Man United harus menggelontorkan dana sebesar 105 juta euro atau setara Rp1,5 triliun. Dengan begitu, Pogba menempatkan dirinya sebagai pemain termahal di dunia.

Pogba diproyeksikan manajemen Man United sebagai pemain yang mampu mengembalikan masa kejayaan The Red Devils di bawah asuhan Jose Mourinho. Selain Pogba, Mourinho sudah menggaet sejumlah nama-nama besar pesepakbola nomor wahid dunia, sebut saja Zlatan Ibrahimovic, Eric Bailly, dan Henrikh Mkhitaryan.

Manchester UnitedJuventusPaul PogbaIn Depth SportsLiga Inggris

Berita Terkini