Deretan Pesepakbola Beken yang Lahir dari Ajang PON
Nama-nama seperti Andik Vermansah, Boaz Solossa, dan masih banyak lagi merupakan pesepakbola yang memulai kariernya dari PON 2000 hingga 2012 lalu.
Secara perlahan mereka mulai mencuri perhatian dan terus berkembang, mulai dari klub amatir, menuju klub profesional hingga akhirnya berkesempatan membela Timnas, bahkan sempat berkarier di luar negeri.
Para pemain ini pun selalu menjadi andalan dalam setiap klub yang pernah dibela, termasuk saat berseragam Merah Putih.
Siapa sajakah mereka? Berikut kami merangkumnya untuk pembaca setia INDOSPORT :
1. Andik Vermansah
Pemain ini populer sejak memperkuat tim sepakbola PON Jatim dan berhasil mengantarkan daerahnya sebagai juara setelah mengalahkan Papua di final PON 2008 di Kaltim dengan skor tipis, 1-0. Nama Andik melambung berkat aksi-aksi individunya yang menawan di sepanjang gelaran PON XVII.
Imbasnya, Andik kemudian bergabung dengan Persebaya senior. Sebuah kesempatan langka yang tak didapatkan pemain lain disaat usianya masih 17 tahun. Bersama Persebaya pula, kariernya semakin mentereng. Namanya dielu-elukan Bonekmania dan pecinta sepakbola Indonesia. Tak heran, ia menjadi langganan Timnas U-23 dan Timnas senior.
Namun, dualisme Persebaya di tahun 2013 membuat Andik kemudian hijrah ke Malaysia dan bergabung dengan Selangor FA hingga kini. Keputusannya merantau ke negeri jiran terbukti tepat. Ia meraih kesuksesan dengan mengantarkan timnya menjadi juara Piala Malaysia 2015 lalu.
Kini Andik selalu menjadi andalan Selangor FA, sekaligus jadi idola di Malaysia, meneruskan jejak Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy.
2. Boaz Solossa
Penyerang yang baru saja membobol gawang Malaysia pada laga uji coba beberapa hari lalu itu merupakan pemain yang juga lahir dari ajang PON XVI 2014 di Sumatera Selatan. Saat itu Papua menjadi juara bersama dengan Jawa Timur.
Saat mengikuti PON ke-16 tersebut, Boaz baru berumur 15 tahun. Bakatnya besarnya pun tercium oleh Peter White, pelatih Tim Nasional Indonesia kala itu. Ia kemudian turut serta saat Timnas menuju Piala Tiger 2004, ketika itu Boaz berusia 17 tahun.
Ketajaman Boaz di depan gawang tidak perlu diragukan lagi. Persipura Jayapura berhasil dibawanya menjadi empat kali juara Liga Indonesia dari tahun 2005 hingga 2013. Total ia telah mencetak 138 gol dari 199 penampilan bersama tim Mutiara Hitam.
Sempat berkarier di Timor Leste bersama Carsae (8 penampilan, 6 gol), Boaz kemudian kembali ke Indonesia dan tampil di TSC A bersama Persipura dengan torehan 7 gol dan 2 assist sejauh ini.
3. Bayu Gatra
Setelah di PON sebelumnya cabang olahraga sepakbola memunculkan nama Andik Vermansah, maka di PON XVIII, 2012 lalu kembali bersinar satu bintang baru atas nama Bayu Gatra.
Pemain yang posisinya sama dengan Andik tersebut mengantarkan tim Kalimantan Timur menjadi juara usai menang 1-0 atas Sumatera Utara, melalui gol Loudry setiawan yang kini membela Bali United. Kecepatannya menyisir sisi lapangan seolah menjadi teror tersendiri bagi bek lawan.
Karier Bayu Gatra sendiri cukup berliku. Bakat sepakbolanya mulai tercium pelatih sepakbola PON Kaltim, Rudy Keltjes saat ia membela Persekap Pasuruan. Bayu yang lahir dan besar di Jember, jawa Timur itupun dan menjadi sosok inti dari tim PON Kaltim.
Setelah tampil gemilang di PON Kaltim 2012, ia pun banjir tawaran darui berbagai klub sebelum memutuskan untuk bergabung bersama Persisam Pusam Samarinda yang sudah diperkuatnya sejak 2010-2015. Bayu Gatra juga sempat membela Bali United (klub akuisisi dari Putra Samarinda) sebelum berseragam Madura United.
Di 2016 ini penampilan Bayu Gatra semakin matang, ia selalu menjadi pilihan utama di lini serang Madura United. Sejauh ini pemain 23 tahun tersebut telah menciptakan 2 gol dan 4 assist yang mengantarkan MU di puncak klasemen TSC A.
4. Hamka Hamzah
Jawa Timur seolah tak absen melahirkan pemain bintang di sepakbola PON. Hamkah Hamzah merupakan salah satu pilar tangguh saat Jawa Timur berhasil menjadi juara bersama dengan Papua di PON Sumsel 2004. Kehebatannya pun mendapat pengakuan dari banyak klub.
Selain itu Hamka juga pernah mengharumkan nama Indonesia ketika membela Timnas U-21 menjuarai Piala Sultan HassanalBolqiah di Brunei pada 2001 lalu. Hamka Hamzah juga pernah berkarir di Malaysia pada 2014 lalu saat membela Perbadanan Kemajuan Negeri Selangor (PKNS) FC pada 2014 dimana ia tampil 20 kali dan melesakan 5 gol.
Di 2016 Hamka Hamzah berhasil mengantarkan Arema Cronus menjadi jawara Piala Bhayangkara setelah mengalahkan Persib Bandung 2-0 di final. Kini ia juga dipercaya untuk mengemban ban kapten tim Singo Edan.
5. Oktovianus Maniani
Winger lincah ini ternyata juga merupakan jebolan dari ajang emapat tahunan nasional, PON 2008 di Jawa Timur. Meski tidak memberikan gelar juara bagi kontingen Papua, penampilannya yang cemerlang membuatnya menjadi komoditas laris di bursa transfer sepakbola nasional.
Okto sudah menjadi langganan Timnas sejak di U15 hingga senior. Akan tetapi kariernya di level klub memang belum sementereng seniornya Boaz Solossa. Ia dikenal sering berganti klub, bahkan teranyar memutuskan mundur dari Persiba Balikpapan untuk menjadi PNS, namun nyatanya malah bergabung bersama Arema Cronus di TSC A.
Nama Okto sendiri mulai meroket saaat ia membela Timnas senior pada Piala AFF 2010 lalu. Kecepatan dan suka menyisir sisi pertahanan lawan menjadi modal utamanya di dunia si kulit bundar.
6. Budi Sudarsono
Jauh sebelum era Andik Vermansah, tepatnya pada PON 2000, Jatim sudah memiliki bintang besar pada Budi Sudarsono . Pemain asal Kediri yang ditempa di Persebaya junior ini mendadak tenar ketika menjadi andalan lini depan tim PON Jatim pada PON 2000 silam di Jatim.
Selain tajam, sepanjang gelaran sepakbola PON, Budi menunjukkan aksi-aksi yang memesona. Namun, yang paling fenomenal adalah golnya di laga final. Gol semata wayang itu pula yang mengantarkan PON Jatim menjadi juara.
Budi dikenal memiliki aksi individu jempolan. Liukan-liukan khas Budi memang membuat banyak orang berdecak kagum saat itu. Lantaran kegemarannya membawa bola berlama-lama dan melewati banyak lawan itu pula, Budi mendapat julukan Si Ular Piton.
Seusai PON 2000, Budi pun bergabung dengan Persija. Berbagai prestas telah dicatatkan mantan pemain Timnas itu. Selain mengantarkan Persik Kediri menjuarai Liga Indonesia 2006, Budi juga pernah meraih gelar individu bergengsi sebagai top scorer Piala Suzuki AFF 2008 dengan empat gol.
Pemain kelahiran Kediri, 19 September 1979 itu, juga pernah mengantarkan Sriwijaya FC menjuarai Community Shield Indonesia pada 2010. Budi Sudarsono juga sempat bergabung dengan klub Malaysia, Polis Di Raja Malaysia (PDRM) pada 2007 lalu.