x

(Analisis) Inilah 4 Faktor Bangkitnya Macan Kemayoran

Senin, 10 Oktober 2016 18:27 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Gerry Anugrah Putra
Skuat Persija Jakarta

Persija Jakarta perlahan tapi pasti menunjukkan kebangkitannya di putaran kedua TSC. Pasca menyudahi putaran pertama dengan hasil minor, yakni menempati posisi 17 papan klasemen sementara TSC.

Kini setelah perhelatan TSC memasuki pekan ke 22, pasukan Muhammad Zein Al Hadad seakan memperbaiki diri. Bambang Pamungkas dkk saat ini menempati posisi 14 klasemen sementara.

Peningkatan Persija tak lepas dari penampilan impresif mereka dalam dua pertandingan terakhir. Persija berhasil memukul Perseu Serui 2-1 pada Minggu (02/10/16), dan yang terbaru meraih kemenangan 3-2 atas Barito Putera sepekan kemudian.

Kini INDOSPORT mencoba menelisik faktor apa yang membuat Persija seakan bangkit dari tidur lamanya. Berikut penelusuran berdasarkan analisis INDOSPORT.


1. Hadirnya Pelatih Baru

Muhamad Zein Al Hadad

Persija Jakarta sudah melakukan penggantian pelatih sebanyak tiga kali dalam perhelatan TSC kali ini. Pada awal perhelatan TSC, Persija mempercayakan kursi kepelatihan kepada sosok pelatih asal Brasil Paulo Camargo.

Sayang, jalinan kerjasama Persija dan Camargo harus berakhir saat TSC memasuki pekan ke-16. Selepas peninggalan Camargo, Persija menjadikan Jan Saragih sebagai caretaker. 

Pada masa kepemimpinan Jan Saragih, sejatinya Persija menunjukkan perubahan penampilan. Dimana mereka lebih berani menyerang, namun kembali belum berhasil meraih kemenangan.

Tapi permasalahan Persija tak sampai di situ. Permasalahan lisensi kepelatihan membuat Persija harus mencari pengganti Jan Saragih.

Di awal putaran kedua, Persija Jakarta akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Muhammad Zein Al Hadad. Di tangan pelatih yang kerap disapa Mamak ini Persija seakan memberikan warna baru. Dimana mereka telah berhasil meraih dua kemenangan bagi Persija.


2. Pola Kepelatihan yang Menyenangkan

Suasana latihan Persija

Di tangan Mamak, ada yang berbeda dari pola latihan. Para penggawa Persija lebih terlihat santai dan ceria kala selepas mengikuti latihan.

Memang Mamak menerapkan kebiasaan ketika dirinya menjadi seorang pelatih. Dimana ia selalu memberikan game pada sesi terakhir. Hal ini dimaksud untuk mencairkan suasana yang telah lelah selama berlatih.

"Memang kebiasaan saya saja, biasa ada game terakhir. Jadi misal ada game tendangan ke gawang. Siapa yang berhasil mencetak gol dia boleh istirahat. Sementara yang paling akhir ada hukuman ringan."

"Jadi anak-anak ada semangat dan ceria. Dan tim yang kalah biasa jadi bahan ketawaan mereka saja."

Tak hanya, memberikan game di akhir sesi latihan. Ada satu kebiasaan lainnya yang diterapkan Mamak. Dia meniadakan latihan pada H-1 menjelang pertandingan.

"Tidak ada latihan seblum bertanding. Karena saya mau anak-anak itu ototnya tidak tegang. Dan ibarat pepatah orang puasa, jadi saat bertanding mereka lapar akan suasana pertandingan sehingga di lapangan mereka akan lebih semangat," jelasnya.


3. Datangnya Amunisi Tambahan

Greg Nwokolo kembali ke Persija

Sadar dengan posisi yang berada di papan bawah klasemen. Manajemen Persija bergerak cepat untuk memperbaiki keadaan.

Tak hanya mendatangkan pelatih anyar, manajemen Persija terlihat aktif di bursa transfer. Nama-nama besar pemain asing didaratkan ke Kota Jakarta.

Sebut saja datangnya Djibril Coulibaly dan Rodrigo Tosi di awal putaran kedua. Bahkan Persija melakukan kontrak gila kepada Colibaly, dengan kesepakatan dicoret bila pada dua pertandingan tidak mencetak gol.

Hal ini pun terbukti, Coulibaly yang diharapkan mejadi pendulang gol, gagal membayar kepercayaan Persija. Tak ayal posisinya dicoret dan digantikan Emanuel Pacho Kenmogne.

Tak cukup mendatangkan Pacho, manajemen Persija kembali membuat gebrakan. Mereka mengembalikan Si Anak Hilang, Greg Nwokolo dari Persipura Jayapura.

Kehadiran Greg pun memberikan warna bagi permainan Persija lebih bervariasi. Bahkan pemain naturalisasi ini sudah menyumbangkan satu asisst dan satu gol.


4. Bangkitnya Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas bangkit dan mencetak gol setelah puasa 22 pertandingan TSC musim ini.

Kebangkitan Persija di putaran kedua juga diikuti oleh bangkitnya sang ikon mereka, Bambang Pamungkas. Pemain yang kerap disapa Bepe ini akhirnya membuka keran golnya bersama Persija di musim ini.

Bepe (sapaan akrab Bambang) datang bak pahlawan dalam pertandingan terakhir Persija melawan Barito Putera. Masuk sebagai pemain pengganti, Bepe berhasil menyumbangkan gol penyeimbang saat Persija tertinggal 2-1.

Tak ayal, kecemerlangan penampilan Bepe mendapat pujian dari Mamak sebagai pelatih. Bagi Mamak, Bepe hadir bak pahlawan.

“Bagi saya, Bepe mampu menjadi teladan bagi tim Persija. Disaat dia tidak saya tampilkan, dia tidak pernah marah dan dia tidak pernah mengeluh. Saya juga pernah berbicara dengan dia, jika suatu saat pasti dia akan saya mainkan. Dan terbukti dalam pertandingan melawan Barito, dia mejadi seorang pahlawan bagi tim Persija,” tandas Mamak

Persija JakartaBambang PamungkasGreg NwokoloDjibril CoulibalyLiga IndonesiaRodrigo TosiMuhammad Zein Alhadad

Berita Terkini