Pengurus Minta Kepolisian Usut Kasus Tewaskan The Jakmania di Tol Palimanan
Pengurus Pusat (PP) pendukung Persija Jakarta itu, mengungkapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian salah satu anggotanya. Korban yang akrab disapa ‘Ambon’ itu, meregang nyawa saat kembali ke Jakarta dari Solo, setelah bentrok dengan warga Desa Lukbenda di sekitar Jalan Tol Palimanan KM 188.
Saat itu, Ambon bersama rombongan The Jakmania sedang dalam perjalanan kembali ke Jakarta, setelah menonton laga Persija melawan Persib di Solo. Namun rombongan pendukung tim Macan Kemayoran itu tiba-tiba mendapat serangan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Atas kejadian itu, Donal menuntut pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini secepatnya. Ia juga memperingatkan anggota The Jak lainnya agar tidak terprovokasi dan tersulut emosi dengan kabar-kabar yang belum jelas.
"The Jakmania meminta kepada aparat keamanan untuk mengusut tuntas kejadian penyerangan terhadap rombongan The Jakmania yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka," kata Donal dalam rilis yang diterima INDOSPORT.
Di pernyataan yang sama, Donal pun mengungkapkan empatinya atas berpulangnya Wakil Kordinator Jakmania Pekalongan, Gilang, yang mengalami kecelakaan lalu lintas di kejadian yang berbeda dengan yang dialami Ambon, pada Sabtu (05/11/16).
Berikut ini pernyataan resmi Pengurus Pusat Jakmania:
PERNYATAAN ORGANISASI THE JAKMANIA
The Jak! Mania...
Innalilahi wainalilahi Rojiun, telah berpulang saudara seperjuangan kami, Harun Al Rasyid Lestaluhu (Ambon) yang berasal dari Korwil Kalimalang (Korda Jakarta Timur) pada hari Minggu, 6 November 2016 di Tol Palimanan Jawa Barat. Segala doa bagi almarhum semoga dilapangkan segala jalan.
Pengurus Pusat The Jakmania berduka yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Juga PP The Jakmania turut berduka cita atas berpulangnya Gilang (Wakil Koordinator) Jakmania Pekalongan yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas setelah menyaksikan pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung hari sabtu kemaren.
Berdasarkan jatuhnya korban jiwa dari The Jakmania, maka dirasa PP The Jakmania perlu membuat sikap pernyataan. Adapun sikap pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:
1. PP The Jakmania mengutuk keras aksi penyerangan terhadap rombongan The Jakmania di TOL Palimanan
2. PP The Jakmania meminta kepada aparat keamanan untuk mengusut tuntas kejadian penyerangan terhadap rombongan The Jakmania yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka.
3. PP The Jakmania memperingatkan kepada media untuk memberitakan segala sesuatunya secara adil dan sesuai dengan fakta yang ada, bukan hanya dari satu sumber ataupun sumber yang tidak bisa dibuktikan kredibilitasnya.
4. PP The Jakmania meminta kepada seluruh anggota maupun simpatisan The Jakmania untuk menahan diri dan tidak terpancing emosi atas kejadian ini dan jadikan ini sebagai pelajaran untuk kita semua.
5. PP The Jakmania berharap tidak ada lagi korban jiwa maupun luka dalam sepakbola Indonesia.
6. Yang perlu diingat adalah bahwa kejadian di Tol Palimanan terjadi karena Rombongan The Jakmania dilempari lebih dulu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
7. Pelemparan pada rombongan The Jakmania bukan hanya terjadi di Tol Palimanan, tapi juga terjadi sejak Tol Cipali sampai dengan Cikarang
Demikian pernyataan Pengurus Pusat The Jakmania ini kami sampaikan. Sepakbola seharusnya menyatukan, permusuhan hanya terjadi di lapangan dalam durasi 90 menit, selanjutnya kita masih sama, masih menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Kami percaya, Tuhan Maha Mengetahui segalanya, kami juga percaya bahwa keadilan akan berada pada pihak yang benar. Persija Selamanya!
Salam Jempol Telunjuk!
PLT Ketua Umum The Jakmania
Donal Aldiyansah