Gendut Doni, Striker 'Liar' yang Menjadi Pahlawan Skuat Garuda
Gendut lahir di Salatiga, 7 Desember 1978. PSIS Semarang menjadi tempat Gendut Doni menghabiskan masa juniornya. Sebagai seorang penyerang, Gendut punya banyak kelebihan. Gaya bermainnya yang cukup liar dan penempatannya yang baik, membuat dirinya dipantau oleh pemandu bakat klub-klub besar Indonesia.
Menimba ilmu di Mahesa Jenar (julukan PSIS), Gendut akhirnya memberanikan diri merantau ke Jakarta. Bergabung bersama Persijatim Jakarta Timur pada tahun 2000, daya serangnya makin menjadi-jadi. Bersama Michael Pao dan Rochy Putiray, Gendut menjadi pemain yang sangat diandalkan Laskar Betawi (julukan Persijatim).
Dengan kelebihan dan naluri gol yang tinggi, Gendut Doni dipanggil ke Timnas Indonesia oleh pelatih Nandar Iskandar. Dirinya mulai bersanding dengan pemain top Indonesia saat itu, seperti Yaris Riyadi, Aji Santoso, Bima Sakti, hingga Kurniawan Dwi Yulianto.
Sukses di Persijatim dan Timnas Indonesia, Gendut menyebrang ke Persija Jakarta. Kepergiannya membuat perseteruan Persijatim dan Persija semakin meruncing. Gendut yang menyatakan ingin bergabung ke Persija, tak mendapat restu dari Persijatim. Akhirnya, Gendut pun bisa melenggang bebas ke Stadion Menteng dan bergabung dengan Macan Kemayoran.
Di Persija, Gendut merasakan gelar juara yang diraihnya pada tahun 2001. Tak hanya itu, Gendut juga sukses menjadi pemain utama di Timnas Indonesia bersama dengan Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono.
Namanya harum di Piala Tiger (nama lain dari Piala AFF). Kiprahnya bersama Indonesia, menjadikan Gendut penyerang top di kawasan Asia Tenggara. Tipe permainan seperti Filippo Inzaghi namun lebih liar, membuat Gendut tak terbendung di Piala Tiger 2000 dan 2001.
Kiprah Gendut Doni di Timnas memang tergolong singkat. Pemain yang kini menjadi pegawai negeri di Tangerang Selatan itu memperkuat Timnas dari tahun 2000 hingga 2004. Meski demikian, Gendut Doni banyak menciptakan momen yang tak terlupakan bagi penikmat sepakbola Indonesia. Gendut pahlawan Indonesia di Asia Tenggara.
INDOSPORT merangkum dan bercerita ringan momen Gendut Doni di Timnas. Mulai dari penentu kemenangan hingga pencetak gol terbanyak di Asia Tenggara dalam ajang Piala AFF.
1. Pastikan Indonesia Juara Piala Kemerdekaan 2000
Piala Kemerdekaan merupakan turnamen yang sudah diselenggarakan sejak tahun 1985. Turnamen yang digelar untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia itu jadi turnamen internasional yang banyak diikuti tim-tim top dunia.
Namun, turnamen tersebut sempat vakum selama 6 tahun. Sebelumnya, tahun 1994 menjadi gelaran terakhir Piala Kemerdekaan sebelum aktif kembali pada tahun 2000. Di tahun ini pulalah, nama Gendut Doni mencuat menjadi penyerang tajam Indonesia.
Gendut Doni yang memulai karier di Timnas langsung mencetak dua gol di pertandingan pertama Piala Kemerdekaan melawan Myanmar. Gendut mencetak gol pembuka dan penutup dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 4-1.
Di pertandingan kedua dan ketiga Gendut tak mencetak gol. Namun, Indonesia lolos ke final dan menantang Irak yang saat itu menjadi salah satu tim terbaik di benua Asia. Indonesia yang sempat bertemu Irak di laga sebelumnya, cukup pesimistis bisa memenangkan pertandingan.
Akan tetapi, anak asuh Nandar Iskandar itu main ‘gila’ dengan memperagakan permainan menyerang. Gol pertama Indonesia dicetak oleh Aji Santos pada menit ke-54, lalu disusul gol kedua oleh Bima Sakti di menit 58. Untuk memastikan kemenenangan, Gendut mencetak gol pada menit 63.
Menariknya, gol Gendut dinilai cukup berbahaya. Umpan silang dari sisi kanan, terlalu rendah. Bola yang seharunya bisa disentuh dengan ujung sepatu khas Filippo Inzaghi, malah disundul oleh Gendut. Penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno, bersorak kegirangan menyambut gol Gendut.
Sang pemain pun melakukan selebrasi khasnya, yakni berlari sembil mengepalkan tangan. Gol tersebut pun memastikan Indonesia juara Piala Kemerdekaan, setelah terakhir kali juara pada tahun 1987.
2. Top Skor Piala Tiger 2000
Gendut Doni yang saat itu membela Persijatim Jakarta Timur itu kerap mencetak gol penentu Indonesia di ajang Piala AFF 2000. Gendut memang tidak mencetak gol dalam laga perdana Indonesia melawan Filipina, namun Gendut mulai subur di laga berikutnya.
Setalah menang 3-0 atas Filipina, Indonesia harus menelan kekalahan dari Thailand 1-4 dan gol satu-satunya Indonesia dicetak oleh Gendut.
Di laga selanjutnya, Gendut semakin subur. Dua gol digelontorkan pemain asal Salatiga ke gawang Myanmar. Indonesia menang 5-0 dan melaju ke semifinal.
Dalam pertandingan semifinal, Gendut Doni benar-benar menjadi pahlawan. Dua golnya ke gawang Vietnam membawa Indonesia melangkah ke final. Indonesia menang 3-2 berkat gol Gendut di menit 120. Satu gol Indonesia lainnya dicetak oleh Seto Nurdiantoro.
Sayangnya di babak final, Gendut Doni gagal membawa Indonesia juara. Di final Indonesia takluk 1-4 dari Thailand. Hattrick Woorawut Srimaka di pertandingan final menyamakan torehan gol Gendut dengan 5 gol.
3. Penyeimbang Lawan Thailand di Final Piala AFF 2002
Di Piala AFF 2002, peran Gendut Doni memang tidak terlalu menonjol dibanding dengan Piala AFF sebelumnya. Namun kiprahnya masih sangat dibutuhkan, terlebih sebagai penopang Bambang Pamungkas yang diplot jadi penyerang utama.
Dalam beberapa laga, Gendut Doni memang tidak mampu mencetak gol. Namun, di laga final, dirinya menjadi penentu permainan Timnas Indonesia. Bermain sejak menit awal berduet dengan Bambang Pamungkas, Gendut jadi penyelamat Indonesia.
Sempat tertinggal 2-0 dari Thailand, Indonesia bangkit setelah Yaris Riyadi mencetak gol pada menit ke 46. Berkali-kali mencoba membobol gawang Thailand yang dikawal Kittisak Rawangpa, Gendut akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-79. Tendangan kerasnya tak mampu dibendung Rawangpa.
Sayang, Indonesia kembali gagal setelah di babak adu penalti, gagal memanfaatkan peluang. Meski demikian, penonton di GBK sempat merasakan euforia berlebih saat Gendut mencetak gol. Lautan massa pun berhamburan di tribun menyambut gol Gendut. Setidaknya Gendut sempat memberikan harapan, walau skuat Merah-Putih kembali gagal lewati hadangan Thailand.