x

Lika-liku Bursa Transfer dan Jalan Terjal yang Harus Dilalui

Rabu, 28 Desember 2016 19:29 WIB
Penulis: Gregah Nurikhsani Estuning | Editor: Irfan Fikri

Seorang manajer sepakbola tentu mempunyai tugas berat dalam memimpin atau menahkodai sebuah klub. Tidak hanya sekadar menentukan formasi, merumuskan strategi dan menempatkan pemain. Lebih dari itu, ada beberapa hal yang harus ia lakukan, diantaranya menetapkan menu/porsi latihan bagi seorang (atau banyak) pemain dengan bantuan pelatih-pelatih, tergantung dari kualifikasi dan spesifikasi (pelatih fisik, attacking, defensive, physio, goalkeeping, dan lain-lain).

Sepertinya semua akan setuju ketika mendengar, “Seorang manajer sudah akan dinilai kala ia merekrut atau menjual pemain,” artinya, tugas pertama manajer sepakbola (dengan asumsi seorang manajer datang di awal musim/pramusim) yaitu menetapkan pemain-pemain yang akan didatangkan atau dijual.

Jual beli pemain kemudian lekat dengan istilah transfer windows (bursa transfer), walau sebenarnya membeli atau menjual pemain tidak perlu harus menunggu transfer windows dibuka. Seperti halnya menambah kontrak pemain, hal tersebut sebenarnya bisa dilakukan kapan pun.

Transfer windows merupakan satu momen dimana pemain yang sudah dibeli, dijual, atau dipinjamkan bisa bergabung dengan tim.

Kali ini, INDOSPORT akan membahas sedetail mungkin mengenai lika-liku proses transfer pemain.


1. Definisi

Percaya atau tidak, bursa transfer sejatinya merupakan istilah tidak resmi yang dicetuskan oleh media supaya terdengar menarik dari sisi pemberitaan.

Registration period (waktu registrasi) adalah istilah resmi yang dipergunakan oleh FIFA. Ada pun bursa transfer sebenarnya diperuntukkan kepada seluruh klub sepakbola (tergantung kalender tiap liga) untuk mendaftarkan nama-nama pemainnya kepada otoritas liga setempat (FA, PSSI, KNVB, dan sebagainya) guna menjalani liga untuk kemudian disetorkan lagi ke FIFA (atau sub-organisasi di bawahnya seperti UEFA, AFC, dan lain-lain) supaya legal secara hukum dan peraturan yang berlaku sebelum tenggat waktu yang diberikan (bahasa gampangnya yaitu daftar ulang).

Ada 2 bentuk registrasi yang nantinya wajib dilakukan, yaitu registrasi untuk mengikuti kompetisi lokal, dan kompetisi cross-nations, seperti Liga Champions, Liga Europa, dan sebagainya. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian dari transfer windows/registration period adalah periode dimana tim sepakbola diberikan tenggat waktu untuk menyetorkan nama-nama pemainnya guna mengikuti jalannya sebuah liga (lokal) dan atau liga antarnegara. Jual beli pemain merupakan salah satu serba-serbi didalamnya.

Melihat dari definisi mengenai transfer windows/registration period diatas, maka jangan heran kalau ada pemain yang sudah dibeli namun tidak didaftarkan tidak bisa dimainkan sepanjang gelaran kompetisi sepakbola. Disini akan diluruskan konsep yang mungkin bagi sebagian dari kalian keliru mengenai bursa transfer karena sejatinya masa-masa ini bukan masa dimana klub melakukan jual beli pemain, melainkan mendaftarkan pemain-pemainnya, dan sebenarnya jual beli pemain bisa dilakukan kapan pun, tapi pemain yang bersangkutan baru bisa dimainkan setelah diregistrasi saat Registration Period.

Bagaimana mungkin sebuah klub tidak mendaftarkan pemainnya? Mana mungkin mereka lupa? Jangan salah, ada semacam peraturan yang membuat klub sepakbola tidak bisa mendaftarkan pemainnya. Diantaranya adalah home-grown status dan juga work permit (nanti akan dijelaskan di sub bab berikutnya).


2. Sejarah

Infographic Jumlah Pengeluaran Klub Liga Inggris Bursa Transfer 2016

“England is a home of football”. Pernah mendengar statement seperti itu? Kalau kita menilai dari satu sisi saja, mungkin pernyataan tersebut terkesan egois dan memaksakan. Sepakbola memang bisa lahir dari mana saja.

Asal ada benda bulat yang bisa ditendang, maka sebut saja itu sepakbola. Tapi kita harus mencoba jauh lebih arif dari biasanya. Dari segi sistem, bisa jadi memang Inggris lah pencetus sepakbola modern karena Inggris beberapa kali tercatat sebagai pionir penting dalam perkembangan sepakbola, salah satu contohnya yaitu mengenai Transfer Windows/Registration Period.

Tahun 1885 FA resmi membentuk Player Registration System (sistem registrasi pemain) dimana sebuah klub diwajibkan untuk mendaftarkan pemainnya sebelum mengikuti kompetisi dengan tenggat waktu yang telah diberikan.

Artinya, seorang pemain tidak lagi bisa bermain di satu atau lebih pertandingan di klub yang berbeda dalam satu periode sebelum masuk lagi ke periode registrasi pemain. Sebelum tahun 1885, seorang pemain diperbolehkan untuk gonta-ganti klub, dan klub tidak bisa menahan keinginan pemain tersebut karena sistem kontrak pemain belum diberlakukan.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 1888, beberapa saat setelah Football League dibentuk (badan sepakbola yang mengatur jalannya kompetisi sepakbola di divisi di bawah Liga Primer Inggris, yaitu divisi Championship, League 1 dan League 2 setelah tahun 1992), mereka menerapkan sistem yang membuat klub dengan finansial tinggi tidak leluasa mendapatkan pemain agar tidak ada klub yang mendominasi liga. Sistem ini mungkin kemudian menjadi rujukan dibentuknya financial fair play (FFP) walaupun dengan latar belakang permasalahan berbeda.


3. Batas Waktu

Di Eropa, umumnya dikenal istilah Summer Transfer dan Winter Transfer karena di kebanyakan negara Eropa hanya memiliki dua musim, yaitu musim panas dan musim dingin. Meski demikian, ternyata setiap badan liga memiliki jadwal atau tenggat waktu yang berbeda terkait transfer windows/registration period ini.

Adapun perihal perbedaan tenggat waktu ini awalnya diatur oleh European Commission, yaitu suatu organisasi Eropa (non-football) sebelum kemudian pada tahun 2002 penetapan tenggat waktu ini dipegang seutuhnya oleh FIFA (atau UEFA karena Eropa). Rujukan ini tak lepas dari andil Inggris di awal 90-an yang berharap agar adanya sistem yang lebih rapi mengenai jual beli pemain dan supaya agen pemain tidak bisa leluasa menawarkan pemainnya kepada klub.

FIFA kemudian menetapkan sejumlah aturan musim transfer, yang dimana UEFA diberikan charge untuk menentukan jadwal transfer windows/registration period di negara-negara Eropa.

Secara umum, FIFA memberikan waktu untuk registrasi maksimal 12 pekan di awal musim (biasanya musim panas waktu Eropa), dan maksimal 1 bulan di tengah musim (musim dingin). Yang menarik adalah tidak semua liga memiliki waktu yang sama.

Di Eropa, Summer Transfer (pre-season) diberikan mulai 1 Maret, misalnya Finlandia, yang berakhir 30 April. Yang menarik, Finlandia memberlakukan mid-season transfer window (tengah musim) pada tanggal 1-31 Agustus karena saat musim dingin tidak ada kompetisi sepakbola di negara yang terkenal dingin ini. Sebenarnya perbedaan ini hanya terletak pada kondisi iklim saja.

Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol memulai transfer windows/registration period musim panas pada tanggal 1 Juli sampai 31 Agustus. Inggris dan Skotlandia beberapa pekan lebih awal, yaitu mulai 9 Juni sampai 31 Agustus. Sedangkan Eredivisie Belanda berbeda lagi, yaitu 11 Juni hingga 2 September.

Bursa transfer musim dingin kebanyakan negara Eropa memiliki tenggat waktu yang sama, yaitu dengan durasi 1 bulan yang dimulai tertanggal 1 Januari sampai 1 Februari. Perlu diingat bahwa ini adalah Registration Period, yang artinya klub diwajibkan untuk mendaftarkan kembali pemain ke badan liga setempat.

Transfer Windows adalah satu-satunya waktu di mana pemain yang sudah dibeli bisa didaftarkan agar bisa bermain. Klub bisa saja melakukan jual beli pemain saat kompetisi berlangsung, namun si pemain tidak akan bisa dimainkan oleh klub barunya jika belum didaftarkan, dan waktu pendaftaran adalah di Transfer windows/registration period ini.

Namun demikian, ada beberapa pengecualian terkait availability dari pesepakbola. Satu diantaranya adalah pemain yang berstatus free agent atau bebas transfer.

Contohnya adalah transfer Mladen Petric yang bisa dimainkan oleh West Ham United di tengah jalannya liga. Ia bisa dimainkan tanpa menunggu Transfer Windows karena sebelumnya ia tidak memiliki klub. Tapi yang perlu dicatat, harus ada slot untuk menambah pemain di klub. Sebagai catatan, maksimal pemain yang bisa didaftarkan oleh klub EPL adalah 25 orang (akan dibahas nanti beserta regulasinya). Saat itu West Ham masih memiliki slot kosong bagi Petric sehingga ia bisa didaftarkan dan bermain.

Pengecualian berikutnya adalah jika suatu klub kehilangan banyak pemain akibat cidera atau hal lain yang bisa dimaklumi. Misalnya, klub A tidak memiliki kiper lagi setelah semua kiper yang klub A miliki mengalami cidera. Badan liga mempunyai hak untuk mempersilahkan klub A membeli pemain baru.

Football League, selaku badan liga yang mengurusi divisi di bawah Liga Primer Inggris, memiliki keistimewaan tersendiri dimana ia memberlakukan Loan Transfer Regulations antara tanggal 8 September – 25 November, serta 8 Februari – 24 Maret. Hal ini membuat tim-tim peserta divisi Championship sampai Football Conference diperbolehkan untuk melakukan transfer pemain di waktu yang telah diberikan, hanya saja, sifatnya adalah temporary atau pinjaman.


4. Birokrasi

Ada satu hal yang perlu dicermati saat kalian membaca sebuah statement terkait transfer, yaitu statement itu sendiri. Perhatikan contoh-contoh statement berikut:

Seringkali kita keliru mengartikan maksud dari statement-statement tersebut karena walaupun berkaitan, setiap statement di atas memiliki makna yang sangat berbeda. Statement pertama menyatakan bahwa Liverpool menyetujui proposal transfer yang diberikan kubu Munchen dengan nominal transfer 2 juta poundsterling. Itu artinya kedua klub baru sampai di sesi tawar menawar antar klub atau disebut Transfer Fee Arrangement.

Lalu statement kedua menyatakan bahwa Pepe Reina setuju dengan tawaran kontrak dengan FC Bayern Munchen. Ini baru perkara setuju mengenai kontrak, belum ada kata resmi. Sedangkan yang ketiga menyatakan bahwa Munchen telah resmi mendapatkan Pepe Reina dengan nilai transfer mencapai 2 juta pounds dan Pepe Reina di kontrak selama 5 tahun. Jadi ketiga statement tersebut jelas memiliki definisi yang berbeda.

Berikutnya akan dipaparkan tata cara atau urutan jual beli pemain. Hal pertama yang dilakukan oleh, contoh klub A, adalah dengan memberikan proposal transfer kepada misal klub B. Dalam proposal transfer tersebut, akan tertera nominal transfer tentunya. Klub A diperbolehkan untuk menambahkan klausul di dalamnya, misal, proses pembayaran, apakah cash, berjangka (ngutang/nyicil). Kemudian klausul lain seperti tambahan uang setelah si pemain yang bersangkutan bermain sebanyak sekian kali. Masih banyak klausul lain yang bisa ditambahkan dalam proposal transfer.

Berikutnya, anggap klub B menyetujui proposal transfer yang diajukan oleh klub B, maka proses transfer akan beralih menuju Club-to-player Contract Arrangement, yaitu negosiasi kontrak antara pemain yang bersangkutan dengan klub. Prosesnya hampir mirip dengan poin pertama diatas, hanya saja, di sesi ini klub akan menawarkan gaji serta durasi kontrak dengan pemain tersebut. Sejumlah klausul juga bisa ditambahkan di sesi ini.

Perlu diingat bahwa proses ini akan baru terlaksana jika si pemain bersedia pindah. Dalam beberapa kasus, ketika kedua klub sudah setuju dengan proposal transfer, pemain enggan untuk pindah meski belum ditawarkan kontrak. Hal ini biasa terjadi jika ada pemain yang beralasan tidak ingin bermain di klub yang lebih kecil atau karena masalah pribadi, semisal keluarga, atau ketidaksukaan dengan suatu klub tertentu, bisa karena faktor sejarah dan lain sebagainya.

Jika pemain sudah setuju dengan kontrak yang diajukan klub B, dia tinggal menandatangani kontrak tersebut dan resmi menjadi pemain baru di klub B.

Pernah mendengar istilah medical test atau tes medis? Tes medis biasanya dilakukan oleh pemain sebelum ia menandatangani kontrak. Seberapa penting sih tes medis ini? Sangat penting. Hal ini diberlakukan oleh klub untuk memastikan bahwa mereka tidak membeli kucing dalam karung.

Artinya, klub tentu tidak ingin merugi membeli pemain yang ternyata mengidap penyakit, mengkonsumsi obat doping, atau tengah mengalami cedera. Proses transfer bisa saja dibatalkan apabila dalam tes medis si pemain gagal menunjukkan bahwa ia dalam kondisi yang siap lagi stabil untuk mengikuti, setidaknya, beberapa laga awal di kompetisi. Lain cerita jika ia mengalami cidera ketika menjalani latihan pra-musim.


5. Izin Kerja

Work Permit

Transfer windows/registration period di suatu liga sudah pasti bakal melibatkan jual beli pemain antar negara, bahkan antar benua sekalipun (kecuali negara itu super rasialis sehingga tidak mengizinkan adanya pemain asing). Jika sebuah klub menemui hal demikian, maka ia akan berurusan dengan Work Permit.

Work Permit adalah istilah umum yang diberlakukan oleh otoritas berwenang kepada orang dimana orang tersebut diwajibkan untuk memiliki nya agar diperbolehkan bekerja (bahasa gampangnya, izin bekerja yang umumnya bekerja di luar negeri). Work permit sebenarnya tidak hanya berkenaan dengan sepakbola. Hal ini dapat ditemukan di banyak keadaan. Misalnya saja pekerja imigran.

Lalu kenapa dalam sepakbola juga ditemui work permit? Perlu ditanamkan pengertian bahwa pesepakbola juga lah pekerja. Mereka bekerja sebagai pemain sepakbola. Pesepakbola merupakan sebuah profesi, maka dari itu work permit diberikan kepada mereka pesepakbola asing yang bermain di bukan negaranya.

Di Uni Eropa, pekerja asing (dalam konteks ini adalah pesepakbola asing) dikategorikan sebagai imigran. Uni Eropa pun memiliki aturan yang ketat terkait izin kerja bagi imigran demi mencegah masuknya imigran gelap. Jika di Amerika Serikat ada istilah Green Card, maka di Eropa dikenal dengan nama Blue Card, yaitu semacam tanda bahwa seorang pekerja telah memenuhi kriteria tertentu agar ia tidak perlu lagi mengurusi work permit yang super birokratif.

Lalu bagaimana jika pesepakbola belum memiliki green card? Ya tentu saja ia harus melewati sejumlah birokrasi agar mendapat izin bermain sepakbola di Eropa. Secara umum, pesepakbola asing diwajibkan sudah berusia dewasa (antara 17 atau 18 tahun) agar bisa mendapat izin kerja.

Selebihnya akan diperiksa perihal keabsahan si pemain, mulai dari data pribadi, dan sebagainya. Jika lolos izin kerja, maka klub yang mengikat kontrak pemain yang bersangkutan diharuskan membayar sejumlah uang (antara 375 pounds – 750 pounds) dalam jangka waktu tertentu, ada yang 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun, untuk kemudian si pemain akan diperiksa lagi oleh otoritas yang memiliki hak memberikan izin kerja.

Pertimbangan lain yang mempermudah pemain mendapatkan work permit adalah pengalaman. Pengalaman disini diartikan apakah si pemain pernah tinggal di negara Eropa atau tidak. Biasanya, pemain yang demikian ditambah catatan bersih (tidak pernah terlibat perkara kriminal) akan lebih mudah mendapatkan Work Permit karena dinilai tidak memiliki potensi membahayakan stabilitas nasional.

Beberapa negara Eropa memiliki peraturan tersendiri. Dalam kaitannya dengan sepakbola, yang paling rumit untuk mendapatkan Work Permit adalah Inggris. Inggris mengharuskan pemain non-Uni Eropa untuk setidaknya memiliki kriteria sebagai berikut:

A player must have player for his country in at least 75% of its competitive A team matches of which he was available for selection, during the two years preceding the date of the application. (Seorang pemain sudah harus bermain di setidaknya 75% laga yang dimainkan oleh tim nasionalnya dalam dua tahun terakhir).

The player’s country must be at or above 70th place in the official FIFA world rankings when averaged over the two years preceding the date of the application. (Rangking negara pemain ybs harus berada di 70 besar rangking FIFA dihitung dari rata-rata 2 tahun belakangan).

Berbagai pengecualian pun muncul mengingat ketatnya aturan Work Permit di Inggris. Misalkan, pemain Indonesia ada yang dikontrak oleh Liverpool, sedang ia masih berusia 22 tahun, minim pengalaman bertanding bersama tim nasional senior, ditambah peringkat FIFA yang jauh dari ketentuan. Liverpool bisa mengupayakan Work Permit Appeal dengan, misalkan, meyakinkan otoritas terkait bahwa pemain tersebut bisa berdampak signifikan terhadap perkembangan sepakbola Liverpool, atau kualitas si pemain tidak bisa dibandingan dengan peringkat FIFA, dan lain-lain.

Di Inggris, work permit yang diberikan kepada seorang pemain memiliki jangka waktu selama 5 tahun. Jika sudah lewat 5 tahun, ia akan kembali diperiksa apakah memenuhi kriteria yang diperlukan atau tidak. Dalam kasus tertentu, pemain yang sudah lebih dari 5 tahun berada/bekerja di Inggris tidak lagi memerlukan work permit.

Kemudian akan timbul pertanyaan, bagaimana jika work permit yang diajukan sebuah klub terhadap pemain asingnya ditolak? Klub akan melakukan upaya work permit appeal, yaitu upaya banding ke badan terkait dengan menyertakan sejumlah alasan dan bukti yang menguatkan bahwa pemainnya bisa bekerja/bermain sepakbola.

Bagaimana jika masih gagal juga? Kasus ini pernah ditemui pada Carlos Vela (seperti diketahui, Meksiko adalah negara non Uni Eropa) kala direkrut Arsenal. The Gunners memang berhasil mengikat Vela dengan kotrak profesional, hanya saja, ia tidak mendapatkan izin kerja, yang artinya, ia tidak akan bisa dimainkan sebelum work permit berhasil ia dapatkan.

Arsenal menyiasatinya dengan meminjamkannya ke klub Uni Eropa lainnya (Real Sociedad – Spanyol) selama beberapa tahun. Dengan begini, Vela akan memiliki catatan serta pengalaman berada di negara Uni Eropa sehingga work permit bisa didapatkan.

Bursa TransferFIFALiga Inggris

Berita Terkini