Deretan Kiper Top Korban Keganasan Carlton Cole
Persib Bandung tak main-main mempersiapkan skuatnya jelang gelaran Liga 1 musim 2017. Setelah Michael Essien resmi bergabung, giliran mantan pemain Tim Nasional Inggris dan ikon sepakbola West Ham United, Carlton Cole yang merapat ke Gelora Bandung Lautan Api.
Berposisi sebagai penyerang, pemain berusia 33 tahun itu merupakan produk akademi Chelsea. Bersama The Blues sejak tahun 2001, Cole muda berhasil catatkan 4 gol ke gawang lawan dari 25 penampilan.
Selama lima tahun dikontrak Chelsea, striker bernama lengkap Carlton Michael George Cole itu beberapa kali dipinjamkan ke klub lain guna menambah pengalaman. Mereka adalah Wolverhampton Wanderers, Charlton Athletic, dan Aston Villa.
West Ham yang melihat adanya potensi luar biasa di diri pria kelahiran Croydon, 12 Oktober 1983 tersebut lantas memboyongnya ke Upton Park, markas The Hammers sebelum rata oleh tanah. Tim London Timur itu kemudian membelinya musim 2006/07 dan di sana namanya semakin besar.
Lebih dari 50 gol telah ia rangkum selama berkostum The Claret and Blue. Performa impresifnya bersama West Ham membuat Tim Nasional Inggris memanggilnya tahun 2009. Apalagi ia sudah menjadi langganan di tim junior The Three Lions U-19, U-20, dan U-21.
Cole dielu-elukan oleh suporter West Ham United. Mereka bahkan menganggap penyerang bertinggi badan 191cm itu sebagai legenda dan candu. Salah satu slogan uniknya adalah Sex, Drugs, and Carlton Cole, yang merujuk pada Sex, Drugs, and Alcohol atau Sex, Drugs, and Rock n Roll.
Tak heran memang, sebab banyak gol-gol penting lahir dari kaki kiri, kanan, maupun kepalanya selama membela panji The Hammers. Beberapa kiper top di Liga Primer Inggris juga pernah menjadi korban keganasannya di kotak penalti.
Berikut INDOSPORT merilis siapa saja kiper top yang pernah dibobol oleh Carlton Cole, penggawa anyar Persib Bandung.
1. Joe Hart
Sama seperti Robinson, Joe Hart juga seakan 'hobi' gawangnya dibobol oleh Cole. Andalan Torino dan Tim Nasional Inggris senior itu juga berulang kali menjadi korban Cole di kotak penalti.
Hebatnya, gol Cole ke jala gawang Hart dilakukannya dengan cara salto. Tak ada yang menyangka jika tubuh besarnya bisa dengan luwes melakukan tendangan balik, pun dengan Hart yang salah langkah dan hanya melihat bola masuk ke gawangnya.
Musim 2009/10, Hart kembali harus menerima gawangnya dibobol lagi oleh Cole. Saat itu, kiper yang tengah dipinjamkan ke Birmingham City tersebut dibobol dua kali, satu oleh Alesandro Diamanti menit 45 dan Cole menit 67. West Ham pun menang 2-0.
2. Carlo Cudicini
Chelsea dan Tottenham Hotspur pernah mengandalkan Carlo Cudicini di bawah mistar gawang. Kiper asal Italia itu sanggup menjadi pahlawan di beberapa kesempatan, baik saat bersama The Blues, maupun Spurs.
Tapi bukan berarti Cole tak sanggup membobol gawangnya. Musim 2009/10 silam, Cudicini harus menerima kenyataan gawangnya dirobek oleh tandem Sergio van Dijk di Persib Bandung itu musim ini.
Sayang, West Ham harus mengakui keunggulan Spurs 1-2 setelah bomber Timnas Inggris dan Sunderland, Jermain Defoe, serta satu gol Aaron Lennon memupuskan harapan The Hammers memetik tiga poin dari sang rival.
3. Pepe ReinA
Di Liverpool, Pepe Reine berhasil meraih puncak performanya. Bermain bersama Jamie Carragher, Steven Grerrard, dan kompatriotnya, Fernando Torres, kiper asal Spanyol itu pernah merasakan manisnya karier sepakbola di Liga Inggris.
Musim 2009/10 kemarin, bertandang ke Upton Park, The Reds memang sanggup mencuri tiga poin usai mengalahkan West Ham. Tapi Reina tak sanggup menahan ambisi Cole mencetak gol ke gawangnya.
4. Petr Cech
Tak ada yang bisa meragukan kemampuan Cech di bawah mistar gawang. Besar di Chelsea selama bermusim-musim, kiper asal Rusia itu dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Eropa, bahkan di dunia.
Namun demikian, itu bukan alasan bagi Carlton Cole untuk absen mencicipi bagaimana rasanya membobol gawang kiper yang kini bermain di Arsenal tersebut. Musim 2012/13 lalu, Cech harus menerima kenyataannya gawangnya ditembus sebanyak tiga kali.
Di laga yang berakhir dengan skor 3-1 itu, Cole ikut mencetak gol ke gawang The Blues. Hebatnya, gol penyama kedudukan tersebut seakan menjadi pelecut bagi Mohammed Diame dan Modibo Maiga untuk ikut menyarangkan bola ke gawang Cech di menit-menit akhir.
5. David De Gea
Jika ada voting mengenai siapa yang paling pantas menjadi suksesor Iker Casillas di bawah mistar gawang Tim Nasional Spanyol, maka David De Gea dipastikan masuk dalam nominasi.
Kiper Manchester United itu merupakan pesaing kiper top di dunia macam Thibaut Courtois, Manuel Neuer, sampai Marc-Andre ter Stegen. Penampilan impresifnya bahkan membuat dirinya hampir saja merapat ke Real Madrid beberapa musim lalu.
Tapi tetap saja, hal itu tak membuat Carlton Cole membobol gawangnya. Kejadian tersebut terjadi musim 2013/14. Bermain di Old Trafford, Cole mencetak gol penutup di laga yang, sayangnya, gagal dimenangkan oleh West Ham. Man United unggul 3-1 dan Setan Merah gagal meraih Clean Sheet berkat kegagahan Cole.