Ini Kunci Sukses Mitra Kukar Curi Poin di Madura
Jafri Sastra begitu tenang begitu memasuki ruang konferensi pers di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan. Raut mukanya tenang, seakan lega setelah berhasil meraup satu angka di kandang Madura United dalam laga ketiga kompetisi Liga 1 sore kemarin.
Kelegaan pelatih kelahiran Padang tersebut memang pantas ditunjukkannya. Pasalnya, Mitra Kukar meraih satu poin di markas MU melalui jalan terjal dan perjuangan sekuat tenaga.
"Meski target tiga poin kami gagal, tapi satu poin yang diraih ini sudah sangat bagus. Bagaimana pun, meraih poin di kandang Madura United tidak mudah," Jafri Sastra menuturkan seusai pertandingan yang berakhir 2-2 tersebut.
"Kedua tim sudah menampilkan sepakbola yang bagus, saling membalas gol dan memberi hiburan menarik kepada penonton," sambung pelatih tim Mitra Kukar tersebut.
Pelatih yang mengantar Semen Padang menjuarai Indonesian Premier League di tahun 2012 lalu itu pun menyebut, kunci keberhasilan timnya meraih satu poin adalah dengan taktik khusus yang diterapkan.
"Kalau taktik dan strategi khusus, tentunya ada. Dan itu sudah dilakukan oleh pemain dengan bagus, sesuai rencana saya sejak awal," ungkapnya tanpa mau menyebut taktik khusus itu.
Menilik dari pernyataan itu, taktik khusus yang dimaksud adalah berhasil memaksimalkan kelemahan MU yang inferior di sektor bek kanan. Terbukti, dua gol yang diciptakan Mitra Kukar berasal dari lini yang dihuni oleh Rifad Marasabessy.
Gol pertama dari sundulan Marclei Chaves Santos berasal dari set piece akibat pelanggaran Rifad di sisi kanan. Sedangkan gol Anindito Wahyu Erminarmo di menit 82 akibat salah antisipasi Rendy Siregar yang menggantikan posisinya di paruh kedua.
Cerita come back itu seakan menyudahi perjuangan berat Mohamed Sissoko dkk yang tertinggal dua kali lebih dulu, melalui gol cepat Peter Odemwingie di menit kedua dan lesakan Dane Milovanovic di menit 53.
"Ya, masih banyak pembenahan terhadap tim ini. Terutama soal konsentrasi di awal pertandingan," ulas Jafri.