5 Aksi Heroik Kiper yang Patut Dicatat dengan Tinta Emas
Keberadaan seorang kiper dalam suatu tim memang tak dapat dipandang sebelah mata. Perannya jadi kartu kunci untuk satu klub bisa meraih kemenangan, imbang atau bahkan kalah.
Dengan kelihaiannya seorang kiper harus jatuh bangun menjaga bola agar tidak masuk ke dalam gawangnya. Bahkan aksi heroik mereka mampu menyelamatkan klubnya dari kekalahan.
Selain itu, aksi penyelamatan seorang kiper juga menjadi hiburan tersendiri dalam pertandingan sepakbola. Tak sedikit decak kagum penonton ditujukkan kepada aksi kiper guna menjaga gawangnya dari kebobolan striker lawan.
Dari sejumlah kiper hebat di lapangan hijau, sejumlah aksi heroik pun pernah dilakukan. Aksi yang membuat mereka pantas untuk tercatat dalam tinta emas buku sejarah perjalanan klub yang mereka bela.
Siapa saja kiper-kiper dengan aksi heroik tersebut? Berikut ulasannya untuk pembaca setia INDOSPORT:
1. Jerzy Dudek (AC Milan Vs Liverpool)
Salah satu momen yang tak dapat dilupakan sepanjang karier Jerzy Dudek ialah saat melakoni laga Final Liga Champions 2005 silam bersama Liverpool melawan AC Milan. Sempat kebobolan tiga gol, Dudek melakukan come back dan jadi pahlawan The Reds di babak adu penalti.
Sebelum jadi pahlawan di babak adu penalti, Dudek juga beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang. Salah satunya saat gagalkan usaha bomber AC Milan, Andriy Shevchenko untuk mencetak gol. Dedek begitu cekatan saat mem-block bola hasil sepakan Shevchenko yang hanya berjarak beberapa meter dari bibir gawang.
Liverpool menjadi juara setelah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan keluar sebagai pemenang setelah menang di babak adu penalti.
2. Edwin van Der Sar (Manchester United Vs Chelsea)
Edwin Van Der Sar berhasil menorehkan tinta emas saat membela Manchester United. Utamanya saat aksi gemilang kiper Belanda itu di babak Final Liga Champions 2008.
Saat itu saat Manchester United menghadapi Chelsea. Laga ini sendiri seakan seperti drama setelah pemain muda Manchester united, Cristiano Ronaldo gagal mengeksekusi penalti dan kapten Chelsea Jhon Terry yang terpleset.
Akan tetapi momen bahagia itu datang untuk kubu Manchester United, saat Van Der Sar menjadi penentu dalam laga ini. Bagaimana tidak, penjaga gawang asal Belanda ini berhasil menggagalkan sepakan penalti Nicolas Anelka. Dengan aksinya ini Van Der Sar mampu memberikan gelar Liga Champions kedua bagi Setan Merah.
3. Petr Cech (Chelsea Vs Bayern Munchen)
Musim 2011-2012 dapat dikatakan sebagai musim terberat bagi Chelsea. Bagaimana tidak, di kancah liga domesetik mereka harus tertatih-tatih dan finish di posisi ke enam pada papan klasemen.
Meski begitu The Blues berhasil tampil di partai Final Liga Champions dan menghadapi raksasa Liga Jerman, Bayern Munchen. Beban skuat The Blues semakin berat karena mereka harus menjadi kampiun demi menjaga peluang untuk tampil di Eropa musim berikutnya.
Harapan Chelsea akhirnya terkabul berkat penampilan gemilang Petr Cech di bawah mistar. Kiper asal Ceko ini mampu meredam penampilan impresif The Bavarian. Dia berhasil mengagalkan setidaknya 35 peluang yang diciptakan oleh pemain Munchen.
Puncaknya saat Cech mematahkan penalti Arjen Robben di babak perpanjangan waktu. Chelsea pun akhirnya keluar sebagai kampiun setelah menang di babak adu penalti.
4. Tony Park (Tottenham Hotspur Vs Anderlecht)
Nama Tony Park bagi pecinta sepakbola saat ini mungkin sangat asing terdengar. Namun tidak untuk suporter Tottenham Hotspur, Park ialah pahlawan.
Torehan manis Park terjadi saat Final Piala UEFA tahun 1984 silam. Saat pertandingan harus berlanjut pada babak adu penalti setelah di waktu normal Spurs hanya bermain imbang 2-2 dengan Anderlecht. Berkat penampilan Park, Spurs mampu mengantarkan Spurs juara.
Park berhasil mengagalkan sepakan pemain Anderlecht saat adu penalti. Tidak hanya antarkan Spurs menjadi juara, aksi Park juga membantah spekulasi yang menyebut wasit yang memimpin laga lebih berat ke klub Anderlecht, selain itu kemenangan Spurs juga mematahkan rekor Anderlecht yang ingin juara Piala UEFA secara berturut-turut.
5. David Seaman (Arsenal Vs Sheffield United)
David Seaman ialah kiper legendaris yang dimiliki Arsenal. Setidaknya selama 10 tahun dia lewati dengan banyak momen saat Arsenal masih berkandang di Stadion Highbury.
Namun dari deretan momen yang dilalui Seaman bersama Arsenal, ada satu momen krusial. Yakni saat Arsenal menghadapi Sheffield United di ajang Piala FA tahun 2003.
Saat itu, Seaman seakan melakukan penyelamatan yang tak masuk akal. Bagaimana tidak, saat pemain Sheffield United melakukan tandukan di depan gawang yang sudah kosong, Seaman masih mampu menggagalkan peluang tersebut menjadi gol. Tak ayal berkat penyelamatan ini, Arsenal mampu menang dengan skor tipis 1-0.