x

Egy Maulana Vikri: Antara Sambel, Pacar, dan Piala Dunia

Minggu, 7 Mei 2017 11:04 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha
Egy Maulana Vikri.

Egy Maulana Vikri menjadi salah satu pemain yang disorot di Timnas U-19. Dalam laga uji coba melawan Patriot FC akhir bulan lalu, Egy menyumbang satu gol untuk kemenangan 2-0 Timnas U-19.

Egy digadang-gadang bakal menjadi bintang dalam sepakbola Indonesia. Sebelum terpilih dalam tim asuhan Indra Sjafri, Egy juga bergabung dengan Timnas U-13 dan U-16.

Pada ajang Piala Soeratin 2016 lalu, Egy menjadi top skor dengan mengumpulkan 22 gol. Ia bahkan tak pernah absen mencetak gol saat laga putaran nasional sebanyak tujuh laga.

Bagaimana perjalanan Egy dalam meniti karier di dunia sepakbola? Berikut perbincangan INDOSPORT dengan Egy Maulana Vikri.


1. Masa Kecil

Egy Maulana Vikri

Bagaimana ceritanya sehingga kamu memutuskan untuk berkarier di sepakbola?

Dari awal memang sudah suka sepakbola, karena orang tua juga pemain sepakbola. Jadi dari kecil, sebelum SD juga sudah nendang-nendang bola di rumah, baru kelas 1 SD masuk SSB Tasbi. Bapak juga punya SSB namanya SSB Asam Kumbang, jadi ikut dua-dua itu. 

Kelas 1 SMP, dipanggil U-13 ikut seleksi, alhamdulillah lolos, dari situ main ke kualifikasi AFC, top skor juga di situ, lalu diambil sama Ragunan (Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan). Jadi dari kelas 2 SMP, di Ragunan sampai sekarang.

Bagaimana kamu membagi waktu sekolah dengan latihan di dua SSB?

Latihan di SSB harinya berbeda. Kalau di (SSB) Bapak, Senin, Rabu, Jumat. Kalau di SSB Tasbi, Kamis dan Minggu. Jadi bisa ikut dua-duanya.

Apakah mengganggu sekolah?

Nggak, malah sebelum latihan itu ada ngaji dulu, disuruh Ibu. Habis ngaji baru pergi latihan, buru-buru pergi. 

Latihan jam 4, ngaji setengah 3, habis salat ashar baru pergi ke lapangan, kadang telat juga (latihan). Saya ngaji di tetangga, ada ustaz yang ngajar anak-anak.

Bagaimana latihan yang dilakukan saat masih kecil dulu?

Dulu diajarin shooting-shooting aja, Bapak saya dulu striker soalnya. Shooting, gol. Jadi Bapak taruh bola, misalnya di depan gawang itu ada bola 10, dia suruh shooting, harus masuk, harus keras.

Dari kecil diajarin gitu, sama latihan tenaga, paling disuruh lari. Kalau tenaga paling pas masuk SD baru diajarin.

Tapi saya juga punya pelatih di SSB, dia yang ngajarin teknik. Jadi Bapak yang ngajarin tenaga, shooting depan gawang, kalau yang skill, dia yang ngajarin, (pelatih) yang di SSB itu. 

Berarti dari kecil sudah punya fasilitas, ya?

Nggak. Lapangan seadanya, bolanya juga bola-bola keras, kadang lembek. Kita juga kan di kampung.


2. Keluarga

Pemain Timnas U-19, Egy Maulana Vikri (kanan) berhasil melewati hadangan kiper pada internal game.

Kamu punya keluarga yang mendukung karier di dunia sepakbola ya?

Iya.

Selain keluarga, ada orang lain yang juga berpengaruh pada karier kamu?

Nggak ada, keluarga itu paling utama. Dari dulu sudah mendukung.

Bapak pemain sepakbola juga?

Bapak namanya Syarifudin, dulu sempat di PSMS, tapi lebih banyak di PS Tirta Nadi. Bapak pernah main di Persibri, Batanghari, Jambi juga. 

Apakah saudara kamu juga bermain sepakbola?

Saya anak kedua dari tiga bersaudara. Abang saya juga pemain sepakbola. Kalau Adik, cewek.

Kata bapak sih rata-rata saudara saya pemain bola. Lebih banyak pemain bolanya, dari pada profesi lain. 

Apa yang membuat kamu juga tertarik sepakbola?

Karena udah dari orang tua, saya mau melebihi orang tua, harus lebih tinggi. Bapak dulu pemain terbaik, dikenal orang-orang, tapi karena kurang mampu jadi nggak bisa main di liga-liga.

Sekarang sudah bisa melebihi?

Sudah bisa melebihi, tapi masih ada yang saya pengen lebihi lagi.

Keinginan apa yang jadi target kamu sekarang?

Saya mau berangkatin bapak dulu ke haji, biar dia senang, sekeluarga semuanya.

Rencananya kapan?

Nggak tahu, namanya rejeki kan dari Allah. Tapi saya berusaha aja dulu. Kalau memang rejeki, saya berangkatin mereka berdua dulu.


3. Religius

Pemain Timnas U-19, Egy Maulana Vikri (rompi kuning) saat mencoba mengelabui penjaga gawang di internal game.

Keluarga kamu religius ya?

Bukan keluarga dengan agama yang kuat, tapi ya tetep ngingetin gitu.

Apa yang selalu diingatkan oleh orang tua?

Yang pertama dan selalu diingetin, jangan tinggal solatnya itu. Bapak, mamak juga dua-duanya ingetin itu.  Kalau sekarang sih solat nggak pernah ketinggalan, karena bareng-bareng kan solatnya. Kalau dulu masih ada ketinggalan, waktu kecil, SMP. Kalau sekarang nggak. Sudah dewasa kan, jadi harus mengerti.

Kalau bulan puasa nanti kan sambil latihan, mau puasa nggak?

Kita katanya ada mau berangkat ke Prancis, di Prancis puasanya lebih lama, mungkin 21 jam. Jadi tergantung, kalau kita kuat, kita puasa, tapi kalau ngga kuat, nanti diganti.

Punya hapalan Al-Quran?

Juz-juz Alquran saya hafal. Saya udah sering khatam. Pokoknya setiap bulan puasa saya khatam di pengajian itu.


4. Timnas U 19

Egy Maulana Vikri salah satu yang di panggil Timnas U-19.

Bagaimana perjalanan kamu masuk Timnas U-19?

Kita seleksi langsung dari Diklat Ragunan. Dikumpulin di Sawangan, banyak juga yang diseleksi, susah juga, tapi Alhamdulillah bisa lolos.

Tantangan waktu seleksi?

Makanan paling, tenaga harus kuat. Makanan paling dijaga, disiplin juga paling keras. Dari mulai kasur, lemari harus rapi. Makanan ada sambel sedikit aja, diomelin, nggak boleh. Padahal suka pedes, tapi peraturan di sini harus diikuti, nggak boleh sedikitpun. Katanya pedes itu pengaruh sama perut, tenaga juga makin sedikit. Makanan di sini kan udah diatur gizinya, jadi ikutin aja, tenaga nanti pasti ada dari makanan itu.

Bagaimana tanggapan keluarga setelah tahu kamu masuk Timnas U-19?

Seneng, tapi tetep (berpesan), jangan cepet puas karena masih banyak saingan, target-target juga masih ada. Pokoknya jangan cepet puas dengan capek sekarang.

Harapan di Timnas?

Target utama kita di Piala Dunia, tapi sebelum itu kita harus lewatin AFF, kualifikasi-kualifikasi AFC dan AFC. Target utamanya, ya harus menang di kompetisi itu.

Kalau target pribadi?

Nggak ada, tetep lolos dulu ke Piala Dunia. Kita nggak ada target pribadi, kita target sama-sama tim.

Dulu kan pernah di U-16, ada perbedaan cara melatih antara pelatih Indra Sjafri dengan Fahri Husaini

Sama aja, mereka suka main bola-bola pendek.


5. Messi dan Pacar

Pemain Timnas U-19, Egy Maulana Vikri (kanan) berhasil melewati hadangan kiper pada internal game.

Apa Klub favorit kamu?

Kalau luar negeri Barcelona, kalau dalam negeri, Arema, Persib, Bali United.

Kalau pemain favorit?

Pemain Indonesia, Firman Utina, (Irfan) Bachdim, Evan Dimas. Kalau dari luar, (Lionel) Messi.

Apa makanan favorit kamu?

Lele sambal ijo, makanan dari Ibu. Tapi sekarang nggak bisa makan sambel.

Hobi?

Paling main-main game di hape, Score Hero atau billiar, game PS, futsal, itu saja.

Musik favorit?

Ganti-ganti, kalau sekarang Ed Sheeran, One Direction, Shawn Mendes.

Olahraga lain?

Futsal, pernah main bulutangkis juga, Voli juga, tapi cuma iseng aja.

Udah punya pacar belum?
Ah, nggak tau. Nggak boleh pacaran.

Tapi sudah ada yang suka-sukaan ya?
Iya, gitu lah.

Timnas u-19Egy Maulana Vikri

Berita Terkini