x

Deretan Pemain Asing yang Ditendang dari Klub Liga 1

Rabu, 26 Juli 2017 20:01 WIB
Penulis: Muhammad Adiyaksa | Editor: Gregah Nurikhsani Estuning

Bursa transfer putaran pertama kompetisi Gojek Traveloka untuk pemain asing telah dibuka. Sedangkan bagi penggawa lokal, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi baru akan memulainya pada 30 Juli mendatang.

Kesempatan itu akan dimanfaatkan klub-klub peserta untuk merekrut pemain baru. Dampaknya, akan ada pula yang terbuang.

Beberapa tim telah ‘nyolong start’ mencoret beberapa pemain asingnya. Untuk melakukan ini, klub tidak perlu menunggu sampai jendela transfer tengah musim dibuka.

Baca Juga:

Dari 18 tim yang ada, sebanyak enam klub sudah memutuskan untuk mengakhiri masa kontrak legiun impornya lebih cepat. Sejumlah alasan dikemukanan. Mulai dari cedera, hingga kualitas yang tidak sesuai harapan.

Legiun asing yang telah dicoret bukanlah berstatus marquee player. Walau kebanyakan, pemain bintang tersebut tampil di bawah ekspetasi.

INDOSPORT mencoba merangkum secara ringan siapa saja pemain asing Liga 1 yang telah dicoret dari timnya, dihimpun hingga Rabu, (26/07/17). Berikut ulasan ringannya kepada pembaca setia:


1. PS TNI: Aboubacar Syilla dan Aboubacar Leo Camara

Presiden PS TNI, Brigjen TNI AAB Maliogha (tengah), berpose bersama dua pemain asing baru klubnya, Leonel Jorge Nunez (kiri) dan Facundo Talin (kanan).

Kisah tragis menghinggapi mantan dua pemain asing PS TNI, Aboubacar Syilla dan Aboubacar Leo Camara. Keduanya dicoret dari tim berbarengan dengan dipecatnya pelatih Laurent Hatton dari komando The Army, julukan PS TNI.

Diturunkannya Hatton membuat dua legiun impor yang dibawa pelatih asal Prancis itu terkena imbasnya. Sebagai pengganti, PS TNI merekrut dua pemain asal Argentina, bek Facundo Talin dan striker Leonel Jorge Nunez.


2. Borneo FC: Helder Lobato Ribeiro

Helder Lobato Ribeiro.

Baru juga merasakan dua pertandingan berbaju Borneo FC, bek asal Brasil, Helder Lobato Ribeiro langsung dipecat. Alasannya, penampilan pemain berusia 29 tahun itu sangat mengecewakan.

Pelatih Pesut Etam, julukan Borneo pada waktu itu, Dragan Djukanovic tidak puas dengan kualitas yang diperagakan Helder. Padahal, sang pemain didatangkan dengan negosiasi yang cukup panjang dari klub Liga Yordania, Al Wehdat.

Setelah mendepak Helder, Borneo FC langsung bergerak cepat mencari pemain pengganti. Kompatriotnya sesama dari Brasil, Matheus Henrique Do Carmo Lopes didatangkan sebelum bursa transfer Liga 1 putaran pertama ditutup pada 30 April 2017 lalu.


3. Arema FC: Jad Noureddine

Jad Noureddine

Arema FC memutuskan untuk berpisah lebih cepat dengan bek asal Lebanon, Jad Noureddine. Padahal, sang pemain memiliki kontrak hingga akhir musim.

Tim berjuluk Singo Edan tersebut memiliki alasan yang kuat untuk mencoret sang pemain. Kontribusi yang sangat minin menjadi penyebab utama.

Padahal, eks stopper Borneo FC itu tampil cukup signifikan di musim ini. Pemain berusia 25 tahun itu membukukan 13 pertandingan hingga pekan ke-16, atau lebih dari 75% pertandingan Arema FC.

Usai ditendang, Jad ‘curhat’ kepada media di negara asalnya. Dirinya mengungkapkan, Singo Edan telah menunggak gajinya selama dua bulan.

Situs Falebanon menyebutkan, bahwa pemain Timnas Lebanon itu belum menerima upah selama dua bulan yang seharusnya wajib dibayarkan oleh Singo Edan. Jad dituding memendam rasa kecewa terhadap eks klubnya tersebut.


4. Barito Putera: Thiago Dos Santos Cunha

Thiago Cunha.

Barito Putera melepas striker asal Brasil, Thiago Dos Santos Cunha dengan penuh rasa kekeluargaan. Penyerang berusia 32 tahun itu ngebet untuk bergabung dengan salah satu tim di Liga Thailand, Chonburi FC.

Pada akhirnya, tim berjuluk Laskar Antasari itu menyudahi secara baik-baik kontrak Thiago. Bahkan, Barito tidak meminta uang sepeser pun dari Chonburi FC.

Kontribusi Thiago untuk Laskar Antasari memang tidak banyak. Ia hanya tampil pada tiga pertandingan dan membukukan dua gol.

Cedera paha membuat sang pemain lebih banyak menepi dari tim. Berpatokan dengan fakta itu, keputusan Barito untuk melepas Thiago secara cuma-cuma merupakan hal yang wajar.


5. Madura United: Boubacar Sanogo dan Dane Milovanovic

Dane Milovanovic.

Belum juga kompetisi paruh pertama berakhir, Madura United (MU) telah membuat kebijakan ekstrim pada komposisi asingnya. Dua pemain impor dilepas dengan alasan yang berbeda.

Pertama, manajemen Laskar Sapeh Kerrab memutuskan untuk memecat striker asal Pantai Gading, Boubacar Sanogo. Eks rekan Didier Drogba di Timnas Pantai Gading itu ditendang karena dianggap kurang produktif.

Kalah bersaing dengan Peter Odemwingie di lini depan, Sanogo hanya mencatatkan lima penampilan. Alhasil, cuma sebiji gol yang berhasil disarangkannya.

Selanjutnya, MU dengan terpaksa mengakhiri kerja sama lebih cepat dengan gelandang asal Australia, Dane Milovanovic. Mengidap penyakit kejiwaan membuat Laskar Sapeh Kerrab mau tidak mau membiarkan pemain bertubuh jangkung itu untuk menjalani masa penyembuhan.


6. Persela : Marcio Nascimento Rosario

Marcio Nascimento.

Menjalani paruh musim yang mengesankan bersama Persela Lamongan, Marcio Nascimento Rosario tiba-tiba hilang bak ditelan bumi. Sang pemain diketahui tidak kunjung menampakkan batang hidungnya usai menjalani libur lebaran.

Manajemen Laskar Joko Tingkir, julukan Persija, pun bertindak tegas. Tindakan indisipliner Marcio membuatnya kehilangan satu posisi di klub kebanggaan LA Mania itu.

Keberanian manajemen Persela dibuktikan dengan rencana mencari pemain asing untuk posisi bek tengah. Marcio pun dicoret lebih cepat.

Barito PuteraPersela LamonganBorneo FCPS TNIMadura United FCDane MilovanovicLiga IndonesiaJad NoureddineArema FCLiga 1

Berita Terkini