x

(Analisis) 4 Penyebab Tumbangnya Chelsea di Laga Perdana

Minggu, 13 Agustus 2017 05:40 WIB
Editor: Yohanes Ishak
Chelsea.

Menyandang status juara bertahan, tentu bukanlah perkara yang mudah bagi tim manapun untuk melakoni sebuah kompetisi, apalagi kompetisi sebesar Liga Primer Inggris.

Hal itulah yang kini dipegang oleh Chelsea yang merupakan juara Liga Primer Inggris di musim 2016/17 dan belum lama ini mereka baru saja kalah dengan skor 2-3 dan dua pemain mereka, Gary Cahill dan Cesc Fabregas harus ditarik keluar karena mendapat kartu merah.

Beban berat jadi juara bertahan, rasanya itu bukanlah hal yang bisa dijadikan alasan utama bagi tim asal London Barat tersebut ketika menuai kekalahan melawan Burnley. Sebuah tim yang tentunya tidaklah diunggulkan saat melawan mereka dalam pertandingan tersebut.

Yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa Chelsea yang memiliki pemain berkualitas jauh lebih tinggi dari Burnley justru dapat kebobolan tiga gol?

Baca Juga
Para pemain Chelsea tertunduk lesu saat kebobolan tiga gol di awal babak pertama.

Terlepas dari alasan kartu merah yang didapatkan kapten mereka, Gary Cahill yang berposisi sebagai bek tengah. Sang pelatih, Antonio Conte juga sudah menambalnya dengan memasukkan bek tengah cadangan, Andreas Christensen dengan menggantikan gelandang serang muda, Jeremie Boga.

Ya, memang pada akhirnya The Pensioners setidaknya mampu mengejar dan mempertipis kedudukan dari 0-3 menjadi 2-3, namun tetap saja mereka seharusnya tidak kebobolan tiga gol, apalagi lini pertahanan mereka dihuni oleh nama-nama besar, seperti Cesar Azpilicueta, David Luiz dan kiper Thibaut Courtois.

Formasi 3-4-3 yang dicanangkan oleh Antonio Conte, sejatinya masih berjalan dengan baik. Hanya saja, pada laga perdana ini nyaris sebagian pemain Chelsea seakan meremehkan sang lawan.

Sehingga beberapa kali, gawang Chelsea terancam dan harus kemasukkan tiga gol di awal babak pertama.

Berikut ini, INDOSPORT menganalisis penyebab bobroknya lini pertahanan maupun permainan Chelsea di pertandingan pekan pertama Liga Primer Inggris 2017/18 ini:


1. Terlalu cepat memainkan Jeremie Boga

Jeremie Boga, gelandang serang muda Chelsea.

Tentunya tidak banyak yang mengetahui sosok gelandang serang bernama Jeremie Boga. Pemain asal Prancis ini merupakan salah satu jebolan akademi Chelsea junior yang musim ini dipromosikan oleh Antonio Conte.

Dengan absennya Eden Hazard akibat cedera, serta tidak adanya nama Pedro Rodriguez dalam skuat membuat Conte memberanikan diri untuk memainkan pemain berusia 20 tahun tersebut.

Rasanya, terlalu cepat untuk memainkan pemain yang pada musim lalu dipinjamkan ke Granada ini. Padahal, ia bisa memainkan rekrutan anyarnya, Alvaro Morata di menit-menit awal untuk memberikan lini serang Chelsea lebih tajam.

Boga memang dapat dikatakan cukup bermain terampil pada 15 menit pertamanya, sebelum akhirnya ia ditarik keluar oleh Conte untuk digantikan oleh Andreas Christensen demi menambal posisi bek tengah yang hilang, setelah Gary Cahill menerima kartu merah.

Seandainya saja Conte menurunkan Morata dimainkan sejak menit awal, bukan tidak mungkin jika pada Chelsea tidak tertinggal 0-3 di babak pertama.


2. Mental Sempat Menurun

Bek tengah sekaligus kapten Chelsea, Gary Cahill mendapat kartu merah saat melawan Burnley.

Kapten baru Chelsea, Gary Cahill harus mendapat kartu merah tepat di menit ke-13 setelah dirinya melanggar keras pemain Burnley, Steven Defour.

Bermain dengan 10 pemain membuat mental para pemain Chelsea sempat terlihat berkurang. Hal itu terbukti dari beberapa kali mereka melakukan kesalahan, seperti saat ingin membuang bola atau mencegah serangan yang dibangun oleh Burnley.

Bahkan, The Blues juga kerap kerepotan untuk menjaga lini pertahanan mereka dan tidak sempat melakukan serangan, sebelum akhirnya Conte menurunkan Christensen.


3. Terpancing Emosi

Bek Chelsea, Cesar Azpilicueta terlihat kesal dalam pertandingan melawan Burnley.

Tampaknya pelatih Burnley, Sean Dyche berhasil menginstruksikan kepada tim besutannya untuk bisa memancing emosi para pemain Chelsea.

Jelas sekali terlihat, para Burnley mencoba untuk menurunkan tempo permainan mereka, terutama saat Cahill terkena kartu merah.

Pelatih Burnley, Sean Dyche saat memberikan arahan kepada tim besutannya.

Karena tak ingin dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri membuat Chelsea ingin cepat-cepat merebut bola yang dikendalikan oleh Burnley.

Tak ayal, Chelsea pun beberapa kali harus melanggar pemain dari tamunya tersebut. Tidak hanya itu, mereka juga terlihat terburu-buru saat ingin merebut bola.

Beberapa pelanggaran pun kerap terjadi, hingga membuat para pemain Chelsea juga sempat melayangkan protes ke wasit.

Para pemain Chelsea terlihat emosi dengan keputusan wasit.

Tidak hanya itu, bek tengah Chelsea, David Luiz dan kiper mereka, Thibaut Courtois juga sempat terlihat adu mulut sejenak, karena masing-masing terbawa emosi. Beruntung keduanya tetap profesional, dengan tidak melanjutkan perselisihan mereka lebih lanjut.

Situasi inilah yang benar-benar dimaksimalkan oleh Burnley. Di saat para pemain Chelsea fokus menjaga pemain yang sedang memegang bola, maka pemain Burnley lainnya menjadi leluasa untuk mencari ruang gerak yang pada akhirnya berhasil dimaksimalkan menjadi gol.

Thibaut Courtois (kiri) dan David Luiz, dua pemain bintang Chelsea.

Hal ini terbukti pada gol kedua yang diciptakan oleh pemain Burnley, Stephen Ward. Di saat para pemain Chelsea fokus melihat rekannya, Jack Cork yang memegang bola, Ward dengan bebas mencari ruang dan pada akhirnya berhasil menjadikan gol usai menerima umpan dari Cork.

Kante pun yang berusaha untuk mengejarnya tak bisa berbuat banyak, karena sebelum ia menutup ruang tembak, Ward sudah melepaskan tembakannya.


4. Kurangnya Komunikasi yang Baik di Sektor Belakang

Wakil kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta terlihat kesal karena kurang kompaknya lini pertahanan timnya.

Harus diakui, dua dari tiga gol yang diciptakan oleh Burnley berasal dari kesalahan para pemain bertahan Chelsea yang kurang memiliki komuniasi yang baik.

Hal ini terlihat dalam dua dari tiga yang diciptakan oleh para pemain Burnley yang ironisnya, dua gol itu dicetak melalui pemain yang sama, yakni Sam Vokes.

Lihatlah pada gol pertama yang tercipta. Saat itu, bek tengah Chelsea, David Luiz menginstruksikan agar salah satu tandemnya, Andres Christensen menjaga Vokes.

Sayangnya, Christensen sepertinya tidak melihat instruksi tersebut sehingga dirinya telat untuk menutup Vokes. Di saat yang bersamaan, Luiz juga terlambat dalam mencegah umpan yang diberikan oleh Matthew Lowton sehingga Vokes pun berhasil memaksimalkannya menjadi gol.

Sementara pada gol kedua Vokes yang tercipta di menit-menit akhir babak pertama, Luiz memang kembali terlambat untuk mencegah datangnya bola yang merupakan umpan dari Defour.

Situasi inilah yang kembali dimanfaatkan dengan baik oleh Vokes untuk memaksa Courtois memungut bola dari dalam gawangnya sendiri.

Namun, gol kedua Vokes ini juga bukan murni kesalahan dari Luiz saja. Tetapi juga Marcos Alonso yang tampak terdiam saat melihat bola sudah menuju ke jantung pertahanan timnya.

Seandainya saja ia turun untuk mencegah bola tersebut, bukan tidak mungkin jika Chelsea tidak akan tertinggal 0-3 di babak pertama.

ChelseaAntonio ConteBurnleyLiga Primer InggrisLiga Inggris

Berita Terkini