x

5 Alasan Bale Tidak Bisa Gantikan Ronaldo di Real Madrid

Selasa, 26 September 2017 18:18 WIB
Editor: Yohanes Ishak
Gareth Bale, Striker Real Madrid.

Gareth Bale diboyong Real Madrid dari Tottenham Hotspur pada tahun 2013 lalu dengan mahar senilai 100 juta euro atau nyaris mencapai Rp1,60 triliun.

Angka tersebut menjadikannya sebagai pesepakbola termahal di dunia kala itu. Kehadirannya diharapkan dapat menambah daya gedor Madrid dan mampu menjadi aset sebagai pengganti pemain megabintang mereka, Cristiano Ronaldo di masa depan.

Setelah empat tahun membela klub Ibu Kota Spanyol, Bale memang terbilang memiliki peranan yang cukup besar. Sayangnya, peranannya masih kerap tertutup dan lebih banyak mendapat kritikan dari berbagai kalangan, termasuk fans Madrid sendiri di Spanyol.

Baca Juga

Menariknya lagi, hal itu bukan dikarenakan Bale yang berada di bawah bayang-bayang, Ronaldo melainkan karena dirinya sendiri.

Tidak heran dalam dua musim terakhir ini, pemain berdarah Wales tersebut sering dikabarkan ingin dijual El Real di setiap jendela transfer dibuka.

Hal ini pun menandakan jika Bale tidak akan bisa menggantikan atau menjadi suksesor Cristiano Ronaldo di Real Madrid.

Mengapa demikian? Berikut ini INDOSPORT akan memberikan ulasannya:


1. Tidak Pandai Cari Posisi

Gareth Bale, Striker Real Madrid.

Pada awal kedatangannya, Bale benar-benar tampil superior. Mengandalkan kekuatan fisik serta kecepatannya, beberapa kali mantan pemain Tottenham ini mampu merusak dan mengejutkan para pemain lawannya.

Pada musim berikutnya, tentu para tim lawan telah mempelajari gaya bermainnya, sehingga Bale pun kerap dikepung atau dijaga ketat.

Menariknya, Bale tidak pandai menghindar atau mencari celah untuk bisa mendapatkan ruang tembak. Beberapa kali, dirinya bahkan sering kali tidak piawai dalam mencari posisi yang tepat, baik saat sedang membawa bola ataupun ingin menerima bola.

Hal ini tentu jauh berbeda dengan Ronaldo. Meski mantan pemain Manchester United ini sudah tidak terlalu mengandalkan kecepatannya, namun ia masih sangat cerdas untuk mencari posisi yang tepat.


2. Berkaki Kaca

Gareth Bale rentan cedera.

Istilah berkaki kaca artinya mudah pecah atau mudah sekali cedera. Ya, hampir di setiap musimnya Bale pasti harus absen karena berkutat dengan cedera.

Dapat dikatakan, ia kurang hati-hati dalam mengambil risiko saat mengolah si kulit bundar, sehingga beberapa kali Bale harus banyak ‘memakan’ meja operasi.

Situasi ini tentu membuat peranan Bale di Madrid semakin dikesampingkan, terlebih klub Ibu Kota Spanyol itu juga beberapa kali mampu mendapatkan pemain pelapis yang dapat menutup peranan Bale dengan baik.

Tidak heran, jika Bale kerap masuk dalam daftar jual, karena pastinya Madrid tidak ingin dirugikan, setelah ia membeli mahal, namun sang pemain malah lebih banyak ‘berkontribusi’ untuk rumah sakit.


3. Permainan yang Angin-anginan

Gareth Bale kerap bermain kurang konsisten.

Dalam satu bulan, tentunya ada sekitar 4 atau 5 pertandingan (minus pertandingan internasional). Bale dapat dikatakan kerap bermain tidak konsisten, saat melakoni sebuah laga, ironisnya lagi saat Madrid tengah membutuhkan kemenangan.

Biasanya, bagi pemain yang didatangkan secara mahal, berarti sang pemain harus bisa membuktikan jika dirinya memang patut dihargai tinggi.

Bandingkan kembali dengan Ronaldo saat didatangkan oleh Real Madrid. Kala itu, pemain ber-KTP Portugal ini juga dijadikan pemain termahal di dunia setelah ia diboyong dari Man United dengan harga 94 juta euro atau nyaris mencapai Rp1,45 triliun di tahun 2009 lalu.

Hingga saat ini, Ronaldo tetap konsisten dan jarang mendapat cedera. Bahkan, beberapa kali ia masih terus memberikan sumbangsih yang besar bagi Los Blancos.


4. Sering Membuang Peluang

Ekspresi kecewa dari Gareth Bale saat gagal memaksimalkan peluang.

Sadar atau tidak, Gareth Bale memang hampir sering membuang peluang ketika mendapatkan umpan matang dari rekan setimnya.

Gareth Bale memang memiliki kecepatan dan bisa mengontrol bola dengan baik. Namun sayangnya, Bale tidak mampu menyelesaikan peluang yang ia dapat untuk dijadikan gol.

Entah itu dirinya yang melakukan penyelesaian dengan buruk atau usahanya dapat dibaca oleh para pemain bertahan maupun kiper lawan.

Tidak heran, jika Ronaldo kerap merasa kesal ketika umpan darinya tidak mampu diselesaikan dengan baik oleh Bale.


5. Kurang Lapar akan Gol

Gareth Bale, Striker Real Madrid.

Mengutip kalimat motivasi dari Steve Jobs yang mengatakan, Anda harus selalu lapar dan selalu merasa bodoh. Jika Anda lapar, tentu Anda akan usaha untuk bisa memuaskan perut Anda, begitu juga saat merasa bodoh, pastinya Anda akan berusaha untuk menjadi pintar.

Dalam hal ini, Bale juga dinilai kurang punya rasa lapar dalam urusan mencetak gol. Padahal, saat masih berada di Tottenham, pemain berusia 28 tahun ini sangat sering mengancam gawang lawan, bagaikan predator ganas yang ingin memangsa lawan.

Salah satu alasan kepindahannya ke Madrid adalah karena dirinya ingin berkembang dan bisa semakin ganas di depan gawang.

Namun siapa yang sangka, jika Bale rupanya justru menjadi meredup, bahkan kerap masuk dalam daftar jual Los Blancos?

Jika memang nantinya Bale akan dijual oleh Real Madrid. Mungkin, satu-satunya penyesalan diriya adalah ia tidak dapat mewujudkan impiannya untuk bisa berlama-lama di klub idolanya tersebut.

Meski demikian, Bale tidak perlu risau. Selain karena dirinya sudah meraih banyak kesuksesan di Madrid, dirinya juga masih kebanjiran peminat klub besar, terutama kebanyakan berasal dari tanah Inggris.

Mereka adalah Chelsea, Manchester United, dan sang mantan Tottenham Hotspur. Tentunya, Bale dapat kembali mengembangkan bakatnya untuk memperbaiki kesalahan yang dianggap terjadi di Real Madrid.

Real MadridCristiano RonaldoGareth BaleLaLiga SpanyolLiga Spanyol

Berita Terkini