x

Gagal Juara Liga 1, PSM Makassar Ambil Hikmah dari Polemik Bhayangkara FC

Kamis, 9 November 2017 09:33 WIB
Kontributor: Basri | Editor: Lanjar Wiratri
Pemain Bhayangkara FC, Lee Yujun (tengah) melakukan tendangaj ke gawang PSM Makassar.

CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara perihal polemik laga Mitra Kukar kontra Bhayangkara FC. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi pembelajaran bagi klub agar selalu melakukan check and recheck atau perlu kehati-hatian dalam administrasi. 

"Ini pembelajaran bagi klub, semua harus terkontrol dengan baik, jangan karena ini menjadi kegiatan rutin kontinyu, jadi dianggap tidak ada check and recheck lagi," ujar Munafri saat ditemui di Makassar. Rabu, (08/11/17) kemarin.

Baca Juga

"Kita juga dalam klub kalau ada pemain yang mendapat akumulasi, kita catat juga dalam proses administrasi klub. Kalau tidak ada, kita harus bertanya, apakah ada kekeliruan di dalamnya, makanya harus membangun komunikasi maksimal antara operator dan klub," tambahnya.  

CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin.

Munafri melanjutkan, jika dalam kasus Mitra Kukar yang akhirnya diputuskan kalah atas Bhayangkara karena memainkan Mohammed Sissoko yang terkena hukuman Komisi Disiplin (Komdis) tentu sangat merugikan. Selain itu juga akan dianggap mencederai jiwa fair play dalam sepakbola. 

"Bayangkan jika saat itu Mitra Kukar dalam perburuan juara juga dan terjadi pada mereka maka itu akan mencederai jiwa fair play. Ini yang saya harapkan tidak menganggap biasa, harus kita periksa dengan baik," lanjutnya. 

"Inilah yang selalu saya tegaskan dari awal, kita harus memiliki waktu banyak untuk terus mengkordinasikan. Apalagi ini baru lagi kita menyelenggaran liga, bahwa ada hal hal yang biasa tapi jika itu tidak terlaksana bisa berakibat fatal," tegasnya. 

Untuk itu, ia mengaku menjadikan polemik antara Mitra Kukar dengan Bhayangkara FC sebagai pembelajaran kepada manajemen di Tim Juku Eja. Ia mengaku tidak ingin hanya  karena persoalan administrasi maka dapat merugikan tim secara keseluruhan. 

Nick van der Velden tengah membantu Wiljan Pluim.

"Itulah yang saya sampaikan pada manajemen di PSM, bahwa hal hal seperti ini jangan sampai menimpa kita, jangan sampai kita tidak waspada soal administrasi yang bisa merugikan kita," tutup Munafri. 

PSM Makassar sendiri terpaksa mengubur impian mereka merebut gelar juara Liga 1 setelah ditumbangkan Bali United 1-0 pada lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 pekan ke-33, Senin (09/11/17) lalu. Sementara, Bhayangkara FC kini tinggal menunggu waktu untuk ditasbihkan sebagai juara Liga 1.

Mitra KukarPSM MakassarLiga IndonesiaBhayangkara FCLiga 1

Berita Terkini