x

Empat Pahlawan yang Dijadikan Nama Kompetisi Sepakbola

Jumat, 10 November 2017 17:13 WIB
Penulis: Tiyo Bayu Nugroho | Editor: Abdurrahman Ranala
Raden Ajeng Kartini dan Jendera Besar Soedirman.

Pada hari ini, tepatnya 10 November 2017, Indonesia sedang memperingati peringatan yang dinamakan sebagai Hari Pahlawan Nasional. Peringatan tersebut dimanfaatkan untuk mengenang kembali jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan tanah air.

Awalnya pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Britania Raya. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga

Setidaknya 6.000-16.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas pada pertempuran tersebut. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Di dunia sepakbola, banyak nama-nama para pahlawan zaman dulu sering dijadikan nama sebuah stadion, tribun, ikon, dan semacamnya guna tidak melupakan jasa si pahlawan.

Ilustrasi pertandingan sepakbola tempo dulu.

Namun pernah terlintas tidak, sih, kalau nama-nama para pahlawaan juga pernah dijadikan sebagai nama sebuah kompetisi sepakbola. Apalagi di Indonesia.

Berikut ini INDOSPORT coba merangkum nama-nama pahlawan Indonesia yang dijadikan nama sebuah turnamen kompetisi sepakbola.


1. Liga HOS Tjokroaminoto

Oemar Said Tjokroaminoto.

Ajang tersebut digelar pada 1 November 2014 lalu. Gelaran tersebut, merupakan gebrakan Legenda Football Academy (LFA). Ajang yang dicetuskan oleh LFA ini juga menggaet Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI).

Kompetisi itu sendiri diikuti 12 sekolah sepakbola (SSB) dari wilayah Jabodetabek dan Bandung. Ini merupakan kompetisi sepakbola untuk pemain U-16. Selain itu turnamen ini diharapkan ikut melahirkan bibit-bibit pemain andal dalam 5-10 tahun mendatang.

Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto merupakan pahlawan bangsa Indonesia. Ia juga merupakan salah satu pelopor pergerakan di Indonesia dan sebagai guru para pemimpin-pemimpin besar di Indonesia. Berangkat dari pemikirannya pula yang melahirkan berbagai macam ideologi bangsa Indonesia pada saat itu.


2. Piala Kartini

Raden Ajeng Kartini.

Sejarah tercipta dengan diresmikannya turnamen sepakbola wanita Piala Kartini edisi perdana pada 1981. Turnamen atau kompetisi sepakbola wanita tersebut secara resmi digelar PSSI. Tujuannya jelas, untuk memajukan sepakbola wanita Indonesia.

Piala Kartini I 1981 diselenggarakan pada 23-27 Mei 1981. Tercatat ada empat tim yang ikut serta yaitu Putri Priangan (Bandung), Putri Pagilaran (Pekalongan), Sasana Bakti (Surabaya), dan tuan rumah Buana Putri (Jakarta).

Kartini, yang memiliki nama lengkap Raden Adjeng Kartini, adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.


3. Piala Soeratin

Soeratin Sosrosoegondo.

Piala Soeratin adalah sebuah turnamen kompetisi sepakbola di Indonesia yang diperuntukkan bagi pemain sepakbola yang berusia 18 tahun ke bawah. Pada tahun 2012 PSSI meregulasi kompetisi Piala Soeratin diperuntukkan bagi pemain sepakbola yang berusia 17 tahun ke bawah. 

Ajang tersebut diperuntukkan untuk mencari talenta-talenta pesepakbola usia muda yang tidak terpantau. Sehingga nantinya para pemain muda tersebut bisa dilirik klub profesional Indonesia. Bahkan diharapkan suatu saat menjadi tulang punggung Timnas Indonesia.

Piala Soeratin 2017.

Nama Soeratin diambil dari nama depan mantan ketua umum PSSI yang pertama yaitu Soeratin Sosrosoegondo untuk mengenang jasa-jasa dia dalam merintis dan membangun sepakbola Indonesia. Soeratin menjabat pada tahun 1930-1940.


4. Piala Jenderal Soedirman

Jenderal Besar Soedirman.

Piala Jenderal Soedirman adalah sebuah turnamen sepakbola di Indonesia yang digelar bulan November 2015 hingga Januari 2016. Ajang tersebut diikuti setidaknya 15 klub. Bahkan turnamen ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Kanjuruhan Malang, 10 November 2015, yang bertepatan dengan laga pertama antara tuan rumah Arema Cronus melawan Persegres Gresik United.

Turnamen ini bertujuan mengembalikan atmosfer sepakbola Indonesia yang sempat dibekukan oleh FIFA dan mengalami konflik antara PSSI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Imam Nahrawi. Turnamen ini juga memperingati hari ulang tahun ke-100 Jenderal Soedirman.

Jenderal Soedirman sendiri lahir pada 24 Januari 1916 dan meninggal pada 29 Januari 1950 (34 tahun). Ia adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia dan menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama.

Soeratin CupPiala SudirmanPiala Jenderal SudirmanLiga IndonesiaHari PahlawanPiala Soeratin

Berita Terkini