x

3 Hal di Sepakbola yang Bisa Sejajarkan Indonesia dengan Eropa

Kamis, 8 Februari 2018 19:50 WIB
Penulis: Fransdian Ricardo Purba | Editor: Ardini Maharani Dwi Setyarini
Timnas Indonesia vs Islandia

Dari sekian banyak olahraga di dunia ini, sepakbola menjadi olahraga di urutan pertama yang paling sering diikuti perkembangannya dan yang paling disukai oleh hampir seluruh penduduk bumi. Dilansir dari totalsportek, Olahraga yang dijulukin si kulit bundar ini disukai oleh 4 miliar penduduk diseluruh dunia dari total 7,8 miliar jumlah penduduk bumi.

Baca Juga

Situs yang sama juga merilis bahwa total 3.9 miliar manusia menyaksikan perhelatan Piala Dunia 2014 yang saat itu berlangsung di Brazil dan menjadikannya sebagai kompetisi olahraga yang paling banyak ditonton oleh penduduk planet bumi.

Sementara itu, Indonesia menjadi negara urutan ke dua di dunia setelah Nigeria yang paling menyukai olahraga ini. Dilansir dari Nielsensport, 77 % dari total 260 juta penduduk Indonesia menyukai olahraga ini. itu berarti tak hanya kaum adam, kaum hawa juga menggandrungi olahraga ini. Tak hanya anak muda, orangtua juga menyukainya.

Yang lebih mengagetkan bahwa juara dunia 2014, Jerman ternyata hanya berada diurutan ke 15 di dunia yang memiliki ketertarikan atau menyukai sepakbola. Tercatat bahwa hanya 61 persen dari total  jumlah seluruh penduduk Jerman menyukai sepakbola.

Kemeriahan suporter Timnas saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di Stadion Utama GBK.

Sayangnya prestasi sepakbola Indonesia masih sangat jauh dibandingkan dengan Negara-Negara Eropa. Timnas Indonesia ataupun Klub-klub dari Indonesia belum mampu berbicara banyak di kancah Internasional.

Jika mau, kita bisa  bersama-sama membuat Indonesia lebih berprestasi dan dikenal oleh seluruh dunia. Tak usah memikirkan lebih jauh tentang pemain-pemain Indonesia. Kita harus mengakui bahwa pemain kita masih kalah jauh dengan pemain-pemain top Eropa lainnya. Tapi dengan 3 hal ini, sepakbola Indonesia bakal sejajar dengan Eropa. Minimal mendekati. 

Apa saja? Berikut ulasan INDOSPORT.


1. Penonton di Stadion

Pelaku ledakan flare Catur Yuliantono tertangkap.

Hampir setiap pertandingan timnas maupun klub kesayangan selalu dipadati oleh penonton yang langsung datang ke Stadion. namun uniknya penonton di indonesia itu cenderung tidak dewasa dalam mendukung tim kesayangannya.

Masih banyak penggunaaan Flare/suar di dalam stadion. Kita tentu masih mengingat Catur Yuliantono, pendukung Garuda meninggal dunia setelah terkena petasan pada pertandingan antara timnas Indonesia dan Fiji di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (2/9/2017).  Pria berusia 32 tahun tersebut meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit akibat terkena ledakan petasan di stadion.  

Mendukung tim kesayangan sampai ke lubuk yang paling dalam itu sah-sah saja. Namun jika ke arah anarkis hingga berujung adanya korban, itu justru merugikan sepakbola kita di mata Internasional.

Kita juga harus mencermati kenapa stadion di indonesia masih banyak menggunakan pagar pembatas menonton dibandingkan stadion di Inggris.

Sebut saja Stadion Old Trafford milik Manchetser United. Kita bisa menyaksikan langsung bahwa stadion tersebut tidak dibatasi oleh pagar penonton. Jarak penonton dengan pemain begitu dekat sehingga jalannya pertandingan lebih dapat dinikmati.

Penonton di stadion tetap tenang meskipun tim kesayangannya kalah atapun tertinggal gol dari lawannya. Mereka tidak menggangu jalannya pertandingan. Penggila bola sejati adalah menerima apapun kondisi tim yang sedang dialami oleh timnya sendiri.


2. Stadion

Laga terhenti karena Stadion Maguwoharjo tergenang air saat laga Indonesia Selection vs Islandia berlangsung.

Stadion di Indonesia banyak, hampir di setiap kota besar di Indonesia memiliki Satdion yang besar dan megah. Sayangnya dibalik kemegahan stadion itu tidak dibarengi dengan kualtitas rumput bertaraf Internasional. Jika kita boleh memilih, lebih baik memiliki stadion dengan bangunan kecil namun memiliki rumput yag sama dengan Old Trafford.

Apa gunanya memiliki kapasitas stadion hingga 60 ribuan penonton jika lapangan stadionnya masih sering tergenang air dan menggangu jalannya pertandingan. Lebih baik memiliki stadion berkapasitas sedang namun kita bisa melihat permainan yang indah.

Jika ditelaah lebih jauh lagi, ternyata rumput stadion yang sering digunakan ternyata membawa dampak buruk bagi pemain kita. Pemain sepakbola Indonesia akan terasa canggung jika bermain di luar indonesia yang rata-rata sudah menggunakan rumput bertaraf Internasional. Ada pepatah mengatakan 'bisa karena sudah terbiasa'. Jika pemain kita sudah sering bermain di lapangan dengan kondisi rumput yang bagus makan pemain kita juga akan tidak canggung untuk bermain di luar negeri

Tentu saja laju bola di rumput taraf internasional berbeda jauh dengan rumput yang hanya berkualitas standar. Ini membuat pemain kita harus beradaptasi terlebih dahulu disaat pertandingan akan segera dimulai.


3. Wasit/ Pengadil Lapangan

Paulo Sergio meminta wasit mengganjar Hanif Sjahbandi dengan kartu merah, bukan hanya kartu kuning.

Hal ini menjadi sakral dan wajib yang harus dibenahi dalam sepakbola indonesia. Belum lama ini Indonesia menggunakan wasit asing untuk memimpin pertandingan sepakbola di Indonesia.

Ini menjadi bukti bahwa sang pengadil dari Indonesia masih dipertanyakan kemampuannya.  Para pemain sering protes kepada wasit karena dianggap merugikan salah satu klub.

Disamping itu, wasit Indonesia sering lalai untuk tegas dalam mengambil keputusan. Tekelan-tekelan berbahaya dari pemain bola cenderung hanya diganjar dengan peringatan tanpa pemberian kartu dari sang pengadil lapangan.

Ini tentu saja bisa menjadi hal kontradiksi kepada pemain kita ketika bermain di luar Indonesia. Misalnya jika klub atau timnas kita bertanding di luar indonesia dengan menggunakan wasit Internasional. Pelanggaran pelanggaran yang sering dilakukan oleh pemain kita akan rentan berujung kartu merah karena tegasnya wasit Internasional.

Disaat wasit Eropa sudah banyak dibantu oleh VAR, wasit kita justru masih banyak melakukan human error dalam mengambil keputusan yang sering merugikan.

SuporterWasitStadionSuporter Pecinta Sepakbola NasionalLiga Indonesia

Berita Terkini