Punya Paras Seperti Model, Asisten Pelatih Persib Akui Sering Perawatan ke Salon
Asisten pelatih Persib Bandung Fernando Soler, yang kini mengantikan peran Mario Gomez untuk memimpin Maung Bandung ternyata memiliki kebiasaan unik yang tidak ada hubungannya dengan profesi kepelatihannya di Tanah Air.
1. Perubahan
Dilansir bobotoh.id, asisten pelatih yang juga merangkap penerjemah untuk Mario Gomez ini mengalami perubahan penampilan yang mencolok ketika melatih Persib.
Perubahan itu ada pada bagian rambut pria 40 tahun tersebut. Rambut Soler yang tadinya ikal, belakangan ini semakin panjang dan terlihat lurus. Sehingga dalam kesehariannya, Soler terlihat sering mengikat rambutnya seperti kuncir kuda di belakang.
- Dibilang 'Baper' Terkait Video Hinaan, Ini Jawaban Viking Persib
- Pentolan Viking Persib Mengaku Sudah Memaafkan, Tapi...
- Bentrok dengan Persija vs Persib, Jadwal El Clasico Asia Tenggara Dimajukan
- Ini Pernyataan Resmi Persib Tanggapi Nyanyian Rasis Oknum Pemain Persija ke Bobotoh
- Meski Tak Masuk Skuat, Persib Tetap Penuhi Hak Essien
- RESMI! Ardi Idrus Jadi Pemain Baru Persib dan Warisi Nomor Punggung Vujovic
2. Salon
Mengalami perubahan penampilan, Soler yang lama malang melintang di sepakbola Tanah Air mengaku itu terjadi karena dirinya melakukan perawatan di Salon.
Lebih lanjut dirinya mengaku itu dilakukan karena dia merasa salah satu bagian tubuhnya itu perlu juga dimanjakan.
"Perawatan awalnya hanya dicatok, rambut asli saya itu keriting. Tapi kalau dicatok itu susah setiap hari bangun tidur harus dicatok, ribet."
"Sekarang ini, saya perawatan di salon. Lurusnya kuat selama enam bulan. Jadi saya bangun tidur, mandi langsung ke luar tidak perlu dicatok," jelasnya di Graha Persib, dilansir Bobotoh.id.
3. Keberuntungan
Melakukan perawatan layaknya kaum hawa, apa yang dilakukan Soler ini tak lepas dari kepercayaannya bahwa rambut membawa kebruntungan untuk dirinya.
Bahkan bukan cuma saat ini, meluruskan rambut sudah dilakoninya sejak masih berstatus pesepakbola.
"Sebenarnya rambut saya dari dulu sudah dilurusin seperti ini. Di Surabaya, terus waktu di Pusamania Borneo, di Balikpapan juga," tuturnya.