Indra Sjafri Banjir Tawaran Melatih dan Terjun ke Politik
Pasca jabatannya di Timnas Indonesia U-19 dicopot oleh PSSI, Indra Sjafri hingga kini belum memiliki klub untuk dilatih.
Pelatih asal Sumatera Barat itu pun lebih disibukkan dengan urusan akademi yang ia bangun bersama Ustad Yusuf Mansur, yang diberi nama Indra Sjafri Football Academy (ISFA).
1. Masih Dapat Tawaran
Meski pun sudah tidak lagi menjadi pelatih, nyatanya pria yang pernah menukangi Bali United di Liga 1 2017 itu masih kebanjiran tawaran.
"Saat ini, beberapa klub sudah ada yang memberi tawaran ke saya agar bisa menjadi pelatih mereka," ujar suami Temi Indrayani itu ke awak media di Lapangan C, Senayan pada Rabu (28/03/18) kemarin.
- Pakai Striker Lokal, Indra Sjafri Sanjung Pelatih Persebaya
- Hasil Penerawangan Mbah Mijan soal Masa Depan Indra Sjafri dan Timnas U-19
- Kembali Kerja, Indra Sjafri Siap Cari Pemain Muda untuk Terbang ke Eropa
- Indra Sjafri Pelatih yang Dirindukan dan Film Garuda 19
- Dipuji Indra Sjafri, Ini Tanggapan Persebaya
- Indra Sjafri Dipinta Kembali Latih Timnas U-19, Begini Reaksi Egy Maulana dan Witan Sulaeman
Meski begitu, Indra mengaku belum bisa menerima tawaran tersebut karena sedang fokus di bidang lain.
"Terkait tawaran, saya belum bisa mengatakan apa-apa. Lihat saja nanti ke depannya gimana. Yang jelas, saya harus menyelesaikan kursus kepelatihan AFC Pro pada 15 April 21018 nanti."
"Itu jalan saya supaya bisa jadi pelatih yang lebih tinggi kualifikasinya," ujar Indra.
2. Terjun Politik?
Rupanya tawaran bagi Indra yang saat ini sedang 'menganggur' tidak hanya datang dari ranah si kulit bundar saja.
Ya, pria kelahiran 2 Februari 1963 itu mengaku sempat mendapat ajakan untuk bergabung dengan partai dan terjun ke politik.
Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh Indra lantaran ia ingin mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan sepakbola Tanah Air.
"Ada beberapa sosok yang ajak untuk mulai ikut partai politik, tapi itu langsung saya tolak. Saya masih akan fokus di dunia sepakbola."
"Sebisa mungkin saya tidak akan beruhan dan tetap menjalankan komitmen ke perkembangan sepakbola Indonesia," tutupnya.
3. Diminta Kembali
Ketika Timnas U-19 takluk 1-4 dari Jepang U-19 pada Minggu (25/03/18) lalu, para suporter Skuat Garuda Nusantara seolah tidak bisa menahan kekecewaannya.
Publik yang memenuhi Stadion Gelora Bung Karno serentak meneriakkan nama Indra Sjafri agar kembali melatih Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan.
Tak cuma sekali, nama Indra terdengar jelas dikumandangkan di seantero stadion GBK yang saat itu dipenuhi kurang lebih 3800 penonton.
Indra sendiri merasa tersanjung karena ternyata masih banyak orang yang cinta pada dirinya. Hanya saja, Indra meminta agar masyarakat memberi kesempatan bagi Bima Sakti, yang notabene pengganti dirinya.
"Saya mengapresiasi akan permintaan tersebut, dan saya menghargai akan suara masyarakat Indonesia. Tapi saya tidak akan terpancing karena ini kan masih masa transisi dari pelatih baru. Selain itu Jepang juga tim hebat," ucap Indra ketika dihubungi INDOSPORT.