x

Putus Lisensi UEFA, PES 2019 Tanpa Fitur Liga Champions Eropa

Minggu, 22 April 2018 14:30 WIB
Editor: Gerry Crisandy

Badan sepakbola Eropa, Union of European Football Association atau UEFA mengumumkan akhir dari kerjasama panjangnya bersama Konami salah satu pengembang video gim besar asal Jepang.

Putusnya kerja sama keduanya juga membuat masa depan salah satu franchise gim sepakbola populer, Pro Evolution Soccer (PES) dipertanyakan.

Baca Juga

1. Bersaing dengan seri FIFA di Puncak

Tampilan PES 2018 yang dirilis September 2017 lalu.

PES merupakan salah satu gim sepakbola yang telah dirilis sejak tahun 2001 dan terus memiliki kumpulan penggemar tersendiri hingga rilis terbarunya pada September 2017 lalu.

Dirilis setiap tahunnya, Pro Evolution Soccer memiliki dua titel yang berbeda: World Soccer: Winning Eleven di Jepang dan Asia (kecuali Indonesia dan Malaysai) dan Pro Evolution Soccer di Eropa, Amerika Utara dan INdonesia.

Bersama seri FIFA yang berada di bawah naungan EA Sports, PES menjalani persaingan ketat di puncak video gim sepakbola dunia. 


2. Kalah Saing dalam Penjualan

Menurut laporan, seri FIFA unggul dalam penjualan tahunan dibandingkan PES

Lisensi kompetisi, tim, jersey, bahkan stadion pun menjadi salah satu hal yang paling sering menjadi perebutan kedua gim mahsyur ini.

FIFA memiliki keunggulan dalam lisensi Liga Primer Inggris dan Bundesliga, membuat PES menampilkan nama tim, jersey dan pemain-pemain yang terkadang tidak akurat dalam dua liga elite Eropa tersebut.

Di lain sisi, hingga rilis terakhir, PES memiliki lisensi untuk kompetisi UEFA sejak tahun 2008. Liga Champions Eropa dan Liga Europa menjadi dua nama resmi kompetisi yang menjadi fitur andalan gim Konami ini.

Bagaimanapun, FIFA selalu unggul dibandingkan PES dalam penjualan dari tahun ke tahunnya, dikutip dari venturebeat.com.

Kehilangan lisensi UEFA tentu saja akan menjadi tamparan kuat dalam persaingan pasar bagi PES, membuat masa depannya akan menjadi pertimbangan Konami.


3. Konami Alihkan Fokus

Wining Eleven (PES) 2018 akan menjadi seri terakhir yang menghadirkan UEFA Champions League.

Direktur Senior dari pengembangan brand dan bisnis Konami Digital Entertainment, Jonas Lygaard, mengklaim akan terus mencari jalan lain untuk bekerja sama dengan UEFA dan mengalihkan perhatian di aspek-aspek lain di dalam gim.

"Lisensi Liga Champions Eropa telah memberikan kami sebuah platform untuk menciptakan pengalaman-pengalaman unik dan menyediakan penggemar sepakbola di seluruh dunia dengan sebuah kesempatan untuk menikmati kompetisi tersebut secara langsung," ujar  Lygaard di dalam pengumuman terkait putusnya kerja sama Konami dan UEFA.

"Tahun ini, bagaimanapun, kami akan mengarahkan fokus kami ke area-area lain. Kami akan terus mengeksplor jaur alternatif UEFA dan Konami dapat terus bekerja sama, karena hubungan kami tetap erat."

UEFAPro Evolution SoccerKonamiBerita Transfer

Berita Terkini