x

Tanggapan Joko Driyono Tentang Sanksi Persebaya

Minggu, 22 April 2018 04:00 WIB
Penulis: Fitra Herdian Ariestianto | Editor: Prio Hari Kristanto
Joko Driyono

Persebaya Surabaya kembali harus menerima hukuman dari komisi disiplin (komdis) PSSI, hukuman yang diterima bajul ijo lantaran komdis menilai ada pelanggaran suporter memasuki area lapangan. Pelanggaran ini terjadi ketika Persebaya bertandang ke Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, menghadapi PS TIRA. Sanksi yang diberikan komdis adalah denda sebesar Rp 20 juta.

Baca Juga

1. Klub yang Disalahkan

Bonek saat mendukung timnya Persebaya Surabaya.

Menanggapi denda yang diterima oleh Persebaya Surabaya, Plt. Ketua Umum PSSI, Joko Driyono,  mengatakan jika semua kesalahan tersebut merupakan tanggung jawab dari pihak klub. “Perlu diingat, kompetisi ini melibatkan klub-klub yang di dalamnya ada struktur, ada official, panpel dan fans. Jika ada sanksi maka semua itu tanggung jawab klub,” ujar Joko Driyono ketika ditemui di Stadion Sepuluh Nopember, Surabaya, Jawa Timur.


2. Timbulkan Pro dan Kontra

Kericuhan yang melibatkan oknum Aremania di akhir pertandingan Arema FC vs Persib.

Keputusan dari komdis terkait sanksi memang mengandung pro dan kontra dari sejumlah klub tersebut. Namun apabila keputusan tersebut sudah dibuat, hendaknya klub yang menerima sanksi tersebut dapat menghormatinya. Kemudian membahas mengenai sanksi kepada klub yang selalu dalam bentuk materi, Jokdri sapaan Joko Driyono mengaku jika kedepannya PSSI bakal mengoreksi diri dalam setiap tindakan.

“Percayalah semua ini kami di PSSI sekali mengkoreksi diri terhadap tindakan selain itu kedepannya kami juga terus berinovasi terhadap segala sesuatunya,” lanjut Jokdri. Ya, sanksi yang diberikan kepada beberapa klub di awal musim kompetisi Gojek liga 1 memang sangat beragam. Puncaknya pada sanksi yang diberikan kepada Arema FC ketika menghadapi Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang.


3. Sanksi

Chairul Basalamah.

Total sanksi yang diberikan oleh komdis berupa materi yang ditotal sebanyak Rp 300 juta. Adapun jenis sanksi yang diberikan komdis kepada Arema FC, Tingkah laku buruk penonton yang melakukan pelemparan botol dan sepatu ke area lapangan, yang mengakibatkan pelatih Persib Bandung terluka, menyalakan flare, masuk ke area lapangan. Sanksi kedua yakni gagal memberikan rasa aman dan nyaman untuk kedua tim serta perangkat pertandingan. Untuk sanksi kedua ini hukuman tidak hanya materi melainkan juga sanksi menutup sebagian stadion pada bagian timur selama dua pertandingan.

Sementara itu manajer Persebaya Surabaya Chairul Basalamah mengaku bingung dengan sanksi yang diberikan komdis kepada timnya. “Kami mempertanyakan kenapa sanksi ini diberikan kepada kami, jika suporter masuk ke area lapangan harusnya panpel,” katanya. Meskipun demikian dia tetap mematuhi sanksi yang sudah diberikan komdis kepada bajul ijo.

Persebaya SurabayaJoko DriyonoLiga IndonesiaArema Malang

Berita Terkini