x

Lee Woon-jae, Legenda Korsel yang Mualaf Pasca Kubur Mimpi Italia dan Spanyol

Sabtu, 19 Mei 2018 11:46 WIB
Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo

Bagi masyarakat Korea Selatan, nama Lee Woon-jae merupakan sosok seorang legenda sepakbola Tim Nasional (Timnas) dari Negeri Ginseng tersebut. Tak mengherankan memang, mengingat andilnya cukup besar pada ajang Piala Dunia 2002 silam.

Sebagai orang Indonesia, tentu kita ingat betul akan ajang Piala Dunia 2002 yang diadakan di Korea Selatan dan Jepang. Untuk kali pertama, ajang Piala Dunia diadakan di dua tempat dan untuk kali pertama juga, terdapat tiga tim yang lolos langsung ke penyisihan grup (Prancis: juara bertahan, Jepang dan Korsel: tuan rumah).


1. Kejutan Korea Selatan

Lee Woon-jae vs Spanyol di Piala Dunia 2002.

Pada pagelaran Piala Dunia 2002, banyak kejutan yang terjadi. Salah satunya adalah keberhasilan Korea Selatan menembus babak semifinal dengan mengandaskan tiga tim kuat dari Eropa, pusatnya sepakbola dunia.

Anak asuh Guus Hiddink kala itu berhasil mengalahkan Portugal 2-0 untuk memastikan lolos dari Grup D, lalu mengalahkan Italia 2-1 lewat perpanjangan waktu di perdelapanfinal, serta mengalahkan Spanyol 5-3 lewat adu penalti di perempatfinal.


2. Ketangguhan Lee Woon-jae

Lee Woon-jae mengandaskan tendangan penalti Joaquin di Piala Dunia 2002.

Kehebatan Korea Selatan menundukkan tim-tim kuat Eropa tak lepas dari peran Lee Woon-jae yang garang di bawah mistar gawang. Termasuk saat Woon-jae mengandaskan tendangan penalti Joaquin dan mengubur impian Spanyol melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2002.

Baca Juga

Sayang, langkah Korsel di ajang Piala Dunia 2002 terhenti setelah dikandaskan tim tangguh Eropa lainnya, Jerman, dengan skor tipis 0-1 di semifinal. Dalam perebutan tempat ketiga pun, Korsel dikalahkan oleh Turki dengan skor 2-3.

Lee Woon-jae tidak bisa menahan lesakan Michael Ballack di Piala Dunia 2002.

Meskipun kalah, skuat Korea Selatan di tahun 2002 tetap dipuja-puja bak ‘Tuhan’ oleh para pencinta sepakbola di negerinya. Itu karena sebuah sejarah terukir, yang mana untuk kali pertama Korsel mampu melangkah jauh hingga fase semifinal Piala Dunia.


3. Memutuskan Mualaf

Lee Woon-jae jadi staf pelatih klub Suwon Samsung Bluewings.

Hal unik terjadi setelahnya. Beberapa tahun pasca keberhasilan Korsel mencatat sejarah dalam dunia sepakbola, pria yang kini berusia 45 tahun itu dikabarkan langsung memutuskan mengubah agamanya menjadi seorang muslim dengan memeluk agama Islam.

Dilansir dari islamicmovement.org, Woon-jae telah mengenal agama Islam sejak tahun 2004. Namun hal tersebut tidak ia umbar langsung ke publik karena di Korsel sendiri, diyakini bahwa agama bukan hal yang dikedepankan.

Pria yang sebelumnya memeluk agama mayoritas di Korsel ini mengakui bahwa ada alas an tersendiri ia memilih menjadi mualaf dengan memeluk agama Islam. Dikabarkan, menjadi seorang muslim membuat dirinya menjadi pribadi yang tenang dan memiliki tujuan yang jelas.

"Setelah menjadi muslim saya merasa hidup saya menjadi tenang dan memiliki tujuan yang jelas," ucapnya.

Kini, Woon-jae yang telah berusia 45 tahun telah berhenti berkarier sebagai seorang pesepakbola pasca memutuskan untuk pensiun di tahun 2012 lalu. Kini, dirinya dikabarkan menjadi seorang staf pelatih untuk klub Suwon Samsung Bluewings sejak awal 2017 lalu.

Piala DuniaKorea SelatanLee Woon-JaePiala Dunia 2002Bola Internasional

Berita Terkini