x

Piala Dunia 2018: Dinasti yang Dibangun oleh Para Pemain Muda

Rabu, 11 Juli 2018 17:30 WIB
Penulis: Yasmin Rasidi | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
Mbappe, Griezmann, dan Dembele di Timnas Prancis

Laga semifinal Piala Dunia 2018 antara Prancis melawan Belgia di St.Petersburg Rabu (11/07/18) dini hari WIB menjadi bukti pertarungan generasi emas kedua negara.

Tim Ayam Jantan akhirnya memenangkan laga melawan The Red Devils dengan skor 1-0 lewat gol sundulan Samuel Umtiti, mengalahkan generasi emas Belgia yang diisi oleh Eden Hazard, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Yannick Carrasco, hingga Michy Batshuayi.

Lalu ada pemain-pemain Prancis seperti Kylian Mbappe, Benjamin Pavard, Raphael Varane yang bahu membahu bersama rekannya yang lebih senior seperti Hugo Lloris dan Olivier Giroud memberikan harapan baru bagi masyarakat Prancis. 

Baca Juga

TOP 5 NEWS INDOSPORT: PUTERA MENPORA KENA BOGEM, KETUA PSSI JADI GUBERNUR

Ketiganya memberikan harapan bahwa mereka bisa mengulangi prestasi juara dunia yang diperoleh 20 tahun lalu, saat masih dipimpin oleh Zinedine Zidane.

Selain Prancis dan Belgia, kita juga bisa melihat Inggris. Pelatih Gareth Southgate membentuk timnya dengan berisi pemain-pemain dengan usia rata-rata 20-25. Sebut saja Dele Alli,Harry Kane, Jesse Lingard, dan kolega. Dan terbukti mereka mampu melaju lebih jauh.

Harry Maguire menjadi pembuka keran gol bagi Inggris saat melawan Swedia.

Di Prancis, kita bisa saja terkagum-kagum dengan kecepatan dan kelincahan Kylian Mbappe. Tetapi, jangan lupa ada Lucas Hernandez dan Benjamin Pavard.

Dengan usia relatif muda (22 tahun) dan pengalaman internasional yang belum seberapa, penampilan mereka sejauh ini membuktikan mereka tipe yang cepat belajar.

Para pemain Prancis berselebrasi setelah gol kedua dari Griezmann di laga perempatfinal Piala Dunia 2018 antara Uruguay dan Prancis.

Laga melawan Belgia adalah penampilan mereka yang kesebelas untuk Tim Nasional Prancis.

Di lini belakang masih ada Raphael Varane bersama Samuel Umtiti. Dua pemain (usia 24-25) ini juga luar biasa hebatnya. Kerjasama mereka membuat barisan penyerang Belgia frustrasi.

Jika Prancis juara dunia (atau setidaknya runner-up), kita masih bisa melihat mereka kemungkinan meraih prestasi dalam 2-4 tahun ke depan.

Ini mengingatkan kita dengan Spanyol yang rentang waktu 2008-2012 mereka bisa meraih tiga gelar (Eropa 2008, 2012 dan juara dunia 2010).

Baca Juga

Regenerasi jelas penting. Semua pemain punya batas usia emasnya. Tersingkirnya Italia dua kali di fase grup (2010 dan 2014) setelah juara dunia (2006) diikuti dengan gagalnya mereka ke Rusia sebenarnya bisa diprediksi karena mereka terlalu mengandalkan para pemain lama.

Prancis, Inggris, dan Belgia membuktikan pentingnya regenerasi dan memberi kesempatan bagi para pemain muda untuk lebih tertantang maju dengan tampil di beberapa laga internasional. Semoga ini juga bisa jadi pelajaran bagi sepakbola Indonesia.

Berikut Jadwal Pertandingan Semifinal Piala Dunia 2018: Kroasia vs Inggris

Ikuti berita terbaru INDOSPORT dengan topik: PIALA DUNIA 2018 RUSIA

InggrisPrancisBelgiaPiala Dunia 2018Bola Internasional

Berita Terkini