Tanpa Ronaldo, Real Madrid Punya Tumpuan Serangan Baru
Usai tur pramusim ke Amerika Utara, para pemain Real Madrid akan kembali berada di Ciudad Real Madrid, fasilitas latihan Real Madrid yang terletak di Vadebebas, di luar kota Madrid.
Di sana mereka akan kembali berlatih bersama wajah-wajah familiar, dan beberapa wajah-wajah baru seperti Vinicius Junior dan Alvaro Odriozola.
Latihan akan berjalan di bawah kepemimpinan pelatih yang berbeda. Bukan Zinedine Zidane, kali ini Julen Lopetegui yang akan memberikan instruksi dan mengawasi dari sisi lapangan.
Tapi yang paling signifikan adalah hilangnya satu pemain yang selalu mengikuti sesi latihan selama sembilan tahun terakhir. Pemain yang biasanya menjadi tumpuan serangan tim, Cristiano Ronaldo.
Tidak akan ada lagi trik-trik memukau dan gol-gol spektakuler sang penyerang Portugal tersebut dalam sesi latihan Los Blancos.
Dan yang terpenting, tidak ada lagi kehadiran 'pemain terbaik dunia' (atau setidaknya satu di antaranya) di ruang ganti yang akan mengangkat mental-mental rekan-rekannya dan menjadi panutan junior-juniornya.
Real Madrid memasuki era baru: 'Pasca Cristiano Ronaldo'.
1. Ronaldo 'Tak Tergantikan'
Klub Ibu Kota Spanyol tersebut akan berusaha mencari pengganti Ronaldo. Bisa dipastikan. Tapi Real Madrid tidak mencari pemain yang akan mencetak 50 gol semusim. Mereka mencari 'galactico' baru, nama besar baru.
Untuk mengganti rata-rata 50 gol yang dicetak oleh Ronaldo dalam kariernya di Real Madrid, pelatih Lopetegui harus menemukan alternatif lain.
Real Madrid di bawah asuhan Zinedine Zidane memang telah dibentuk untuk berpusat pada Ronaldo sebagai penghasil gol.
Dalam seluruh kompetisi di musim lalu, Ronaldo mencetak 44 gol sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak tim.
Pencetak gol terbanyak kedua adalah Gareth Bale, dengan 21 gol. Kesenjangan tersebut menunjukkan bagaimana Real Madrid begitu bertumpu pada Ronaldo di musim lalu.
Kini Lopetegui tidak lagi memiliki mantan pemain Sporting Lisbon tersebut di dalam gudang amunisinya -- tapi ia memiliki Bale, Isco, Marco Asensio, Lucas Vazquez dan Karim Benzema (untuk saat ini).
Menarik untuk menanti bagaimana Lopetegui menyusun barisan penyerangnya tersebut dan untuk saat ini kita hanya dapat menerka-nerka.
Sebab Real Madrid belum akan menjalani laga pramusim hingga 1 Agustus mendatang, melawan Manchester United di ICC 2018.
2. Giliran Isco Bersinar?
Bagaimanapun, untuk memperkirakan bagaimana Lopetegui meramu taktiknya, kita juga bukannya tanpa petunjuk.
Saat melatih Spanyol, Lopetegui kerap bergantian menggunakan 4-2-3-1 dan 4-3-3 selama kualifikasi Piala Dunia.
Di salah satu pertandingan persahabatan, Spanyol di bawah asuhan Lopetegui menumbangkan Argentina 6-1 (28/03/18) menggunakan Isco dan Asensio sebagai dua pemain sayap. Bahkan di laga tersebut, Isco mencetak hattrick.
Jika harus menunjuk satu pemain dari Timnas Spanyol yang paling bersinar, mayoritas akan mengacungkan jari pada Isco. Bukan hanya kemampuan teknis, visi mantan pemain Malaga ini juga begitu krusial bagi La Furia Roja.
Bermain dari sisi kanan lapangan dalam fomasi 4-3-3, Isco diberikan lisensi untuk bergerak bebas, menjemput bola ke lini tengah, membantu tiga gelandang kreatif di lini tengah: Koke, Thiago dan Iniesta.
Sementar Diego Costa menjadi 'perusak' di lini depan dan Asensio menawarkan kecepatan di sisi kiri lapangan.
Lopetegui dapat menggunakan taktik yang sama di Real Madrid dan mengganti Diego Costa dengan Karim Benzema atau bahkan Gareth Bale, tergantung pada kebutuhannya.
Selain itu, dalam formasi 4-2-3-1, Isco juga dapat dijadikan pemain dengan peran nomor '10' membuatnya menjadi kreativitas utama serangan Real Madrid.
Real Madrid memang belum melakukan pembelian 'galactico' usai menjual Ronaldo. Namun mereka dipastikan memiliki komposisi yang jauh dari kata buruk untuk bersaing.
Memiliki pelatih yang menghabiskan waktu selama lebih kurang empat tahun di Timnas Spanyol -- di mana sebagian besar pemain Real Madrid juga bermain -- adalah suatu keuntungan.
Lopetegui tidak memiliki Ronaldo di skuat Spanyol dan tetap mampu mengeluarkan yang terbaik dari pemain-pemain Real Madrid, khususnya Isco.