Kasihan, Karier 4 Pemain Sepak Bola ini Tak Setenar Saudara Kandungnya
INDOSPORT.COM - Jagat sepak bola memang banyak dihiasi oleh para pemain yang berstatus kakak beradik. Dahulu, kita mengenal duo hebat, macam Garry dan Phill Neville, serta Brian dan Michael Laudrup.
Namun, contoh tersebut hanyalah mereka yang sama-sama bisa meraih kesuksesan. Sementara pada kenyataannya, ada saja pasangan saudara kandung yang mengalami jalur berbeda, entah lebih sukses kakaknya, ataupun justru sang adik.
Seperti halnya beberapa pesepak bola berikut ini. Karir mereka di arena lapangan hijau, nampak lebih redup ketimbang saudara kandungnya sendiri.
Lalu, siapa saja para pemain yang dimaksudkan tersebut? Berikut ulasan INDOSPORT.com.
1. Antonio Donnarumma
Dia adalah kakak kandung dari Gianluigi Donnarumma, kiper muda sensasional milik AC Milan. Antonio pun sebenarnya juga berposisi sebagai penjaga gawang, namun entah kenapa, karir sang adik justru lebih mentereng ketimbang dirinya.
Ya, selepas dari akademi Milan, Antonio melanjutkan karirnya ke sejumlah klub Serie-B, seperti Piacenza, Gubbio, Genoa, dan Bari. Sementara itu, sang adik, Gianluigi, malah berhasil menembus skuat utama Milan, dan kerap dipanggil ke timnas senior Italia.
Kini, keduanya memang sama-sama membela Milan. Tapi, nasib Antonio lagi-lagi lebih buruk, lantaran lebih banyak duduk sebagai pemain cadangan dari Gianluigi.
2. Paul Terry
Kakak kandung dari John Terry ini, begitu kesulitan untuk menyamai kesuksesan yang diraih sang adik. Paul yang berposisi sebagai gelandang tengah, hanya berkutat di tim-tim divisi bawah, seperti Yeovil Town dan Leyton Orient (kini telah pensiun).
Sementara John, karirnya jelas begitu lebih mentereng dari Paul. John berhasil meraih trofi Liga Inggris dan Liga Champions bersama Chelsea.
3. Frederico Higuain
Fredrico ialah kakak kandung dari penyerang AC Milan, Gonzalo Higuain. Kalau soal ketenaran, keduanya mungkin memang sama-sama bisa meraihnya, namun itu terjadi di kasta dan tingkatan yang berbeda.
Ya, Frederico sebenarnya dianggap sebagai salah satu penyerang tajam di Liga MLS Amerika Serikat. Sejak bergabung dengan Colombus Crew pada 2012 lalu, Frederico telah mencetak total 52 gol dari 172 kali penampilan.
Sementara Gonzalo, karirnya begitu tenar di liga-liga top Eropa, baik bersama Real Madrid, Napoli, Juventus, dan AC Milan. Bahkan, kapabilitas Gonzalo sudah layak bila dimasukan ke dalam jajaran penyerang terbaik di dunia saat ini.
4. John Rooney
John sebenarnya telah mencoba belajar dari kesuksesan sang kakak, Wayne Rooney. Sama seperti Wayne, John juga turut mengawali karir sepakbolanya di akademi Everton.
Namun, saat John baru menginjak usia 12 tahun, pihak akademi Everton sudah tidak menginginkan dirinya lagi. Sementara sang kakak, malah berhasil menembus skuat utama Everton, sampai akhirnya dibeli Manchester United dan menjadi legenda di sana.
Ya, selepas dari Everton, John kemudian hanya bermain di klub-klub kasta bawah Liga Inggris, seperti Macclesfield dan Wrexham. Ia juga pernah mengembara hingga ke negri Paman Sam, bersama New York Red Bulls dan Orlando City.