x

3 Kerugian yang Timbul Selama Liga 1 2018 Dibekukan

Kamis, 27 September 2018 06:44 WIB
Penulis: Luqman Nurhadi Arunanta | Editor: Juni Adi
Logo Liga 1.

INDOSPORT.comLiga 1 2018 telah resmi dibekukan untuk sementara oleh PSSI sampai batas waktu yang belum diketahui. PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga telah menyurati 18 klub untuk menindaklanjuti hal itu.

Pemberhentian liga untuk sementara tentu memiliki nilai positif untuk meredakan tensi sepak bola Indonesia yang tengah memanas.

Selain itu, federasi juga mempunyai lebih banyak waktu untuk mengusut tuntas kasus tewasnya Jakmania, Haringga Sirila, dan upaya melakukan introspeksi diri terkait penyelenggaraan kompetisi.

Baca Juga

Selain itu, pekan ke-24 Liga 1 2018 juga dipastikan akan mundur. Otomatis jadwal liga yang berakhir awal Desember berpotensi rampung tidak tepat pada waktunya.

Hal ini tentu saja akan menimbulkan kerugian-kerugian bagi sejumlah pihak. Klub, pemain, bahkan Timnas Indonesia dapat mengalami dampak kerugian yang sama atas mundurnya jadwal kompetisi Liga 1.

Dosa perisitiwa yang menyesakkan ini mau tidak mau harus ditanggung bersama. Sementara itu, sembari berbenah ke arah yang lebih baik, beberapa elemen harus menanggung kerugian akibat dampak jangka panjang pembekuan liga untuk sementara.

Berikut INDOSPORT menyebutkan 3 kerugian dari pembekuan Liga 1 2018 untuk sementara.


1. Klub Mengalami Kerugian Finansial

Jabat tangan pemain Persib dan Persija sebelum laga dimulai.

Akibat pembekuan liga, kompetisi diperkirakan akan selesai tidak tepat waktu. Hal itu berpengaruh terhadap finansial klub dalam masalah kontrak pemain.

Sejumlah klub mengontrak para pemainnya hanya hingga akhir kompetisi pada bulan Desember. Apabila Liga 1 2018 molor hingga Januari tahun depan, mau tidak mau klub harus menambah durasi kontrak pemainnya.

Baca Juga

Akibatnya, tim harus mengeluarkan dana lebih yang barangkali tidak sesuai dengan ekspektasi awal mereka. Selain itu, manajemen pendanaan klub yang telah tersusun dan terencana rapi dapat berubah sehingga menimbulkan kerugian material.


2. Persiapan Piala AFF 2018 Terganggu

Luis Milla pelatih Timnas U-22 dan Senior tampak pusing saat jumpa pers.

Piala AFF 2018 tinggal memasuki 6 pekan lagi. PSSI sejauh ini belum ada kabar pasti terkait kelanjutan detail kontrak Luis Milla yang bakal diselesaikan.

Di luar persoalan itu, Liga 1 2018 masih menyisakan 10 pekan. Artinya, kompetisi sudah pasti akan berakhir saat Piala AFF telah berlangsung.

Dengan mundurnya jadwal liga, persiapan Timnas senior Indonesia akan semakin tertanggu. Lagi-lagi Timnas menjadi korban carut-marut liga yang kian parah.

Baca Juga

Bukan tidak mungkin, pecinta sepak bola Indonesia akan kembali mendengar alasan mepetnya waktu persiapan apabila Timnas Indonesia gagal meraih juara Piala AFF 2018.


3. Kejuaraan Klub di Asia 2019

Skuat Persija di AFC Cup

Liga 1 2018 harus memiliki juara setidaknya sebelum bulan Desember. Pada bulan itu, pendaftaran peserta Piala AFC 2019 harus sudah rampung.

Musim lalu, sejumlah klub Liga 1 keteteran memenuhi persyaratan pendaftaran Piala AFC. Akhirnya, beberapa di antara mereka tidak dapat lolos verifikasi.

Jika kompetisi kembali molor, kejadian serupa ditakutkan akan kembali terulang. Parahnya, Indonesia terancam tidak memiliki wakil di kompetisi Asia tahun depan.

Baca Juga

Kesempatan bermain di kompetisi Asia padahal berpengaruh terhadap peringkat Indonesia di FIFA. Apabila tidak mengirimkan wakil, Indonesia akan kembali terpuruk.

Ikuti Terus Berita Sepak Bola dan Liga Indonesia di INDOSPORT

PSSIAFC CupTimnas IndonesiaLiga IndonesiaLiga 1Piala AFF 2018TRIVIA

Berita Terkini