x

Sejumlah Kejanggalan Mewarnai Isi Sanksi PSSI untuk Persib

Rabu, 3 Oktober 2018 15:21 WIB
Penulis: Luqman Nurhadi Arunanta | Editor: Prio Hari Kristanto
Logo PSSI

INDOSPORT.COM - Kematian suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila, berbuah sanksi berat yang secara resmi dikeluarkan oleh Komisi Disiplin PSSI pada Selasa (02/10/18). 

Persib dinilai telah melanggar sembilan poin yang telah ditetapkan oleh Komdis PSSI sebelumnya. Pelanggaran itu dilakukan tak hanya oleh pihak Persib saja, namun juga secara perseorangan.

Persib harus menjalani sanksi pertandingan home di luar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan pertandingan home tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.

Baca Juga

Sanksi pun dikenakan kepada suporter berupa larangan untuk menyaksikan pertandingan Persib Bandung pada saat home maupun away serta pertandingan Liga 1 lainnya sejak putusan tersebut ditetapkan sampai pada setengah musim kompetisi 2019.

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, melihat ada sejumlah keganjilan dalam deretan sanksi yang diberikan Komdis PSSI untuk Persib. 


1. Daftar Kejanggalan

Akmal Marhali

Hal yang disoroti Akmal salah satunya adalah betapa cepatnya putusan yang dikeluarkan Komdis PSSI.

PSSI membentuk tim pencari fakta yang ditugaskan untuk merekonstruksi kasus dan menemukan titik permasalahan akut dari rivalitas tanpa sportivitas kedua suporter dan akan mengungkapkannya secara terbuka kepada publik serta membuat rekomendasi kepada PSSI dan Komdis atas temuan yang mereka dapatkan di lapangan.

Namun, menurut Akmal, belum selesai tugas Tim Pencari Fakta (hanya lima hari), Komdis sudah 'curi start' mengeluarkan putusan tanpa ada penjelasan kepada publik hasil putusan yang dikeluarkan.

Akmal juga menyoroti perihal hukuman bermain di luar Jama sampai akhir musim 2018. Akmal mempertanyakan landasarn yuridis apa yang dipakai oleh Komdis dalam membuat keputusan ini. 

"Atau Yurisprudensi apa yang digunakan. Komdis tutup mulut soal ini semua," ujar Akmal melalui pesan singkat kepada INDOSPORT.

Selain itu, Akmal dari Save Our Soccer juga mengkritik cara Komisi Disiplin dalam menentukan sanksi dan mengumumkannya ke publik. 

Menurutnya, penyelesaian masalah lewat sanksi Komdis yang dipublikasikan tanpa penjelasan dan tanpa memanggil pihak bermasalah untuk didengarkan keterangannya untuk masalah yang fundamental merupakan pelanggaran terhadap asas praduga tak bersalah dalam konteks hukum.

Baca Juga

Klub Persib Bandung sendiri secara resmi telah memprotes sanksi dari Komdis PSSI karena dinilai tidak adil dan tidak menimbang semua fakta di lapangan. Melalui pernyataan di situs resminya, Persib memastikan akan mengajukan banding atas keberatan-keberatan tersebut. 

Persib BandungPSSIKomisi Disiplin PSSILiga IndonesiaSave Our Soccer (SOS)Liga 1

Berita Terkini