x

4 Fakta Tersembunyi Sepak Bola Timor Leste Jelang Hadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2018

Minggu, 11 November 2018 14:44 WIB
Editor: Lanjar Wiratri

INDOSPORT.COM - Usai kalah di tangan Singapura, Timnas Indonesia akan menghadapi Timor Leste di laga kedua Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Selasa (13/11/18). Berikut fakta-fakta tersembunyi sepak bola Timor Leste yang mungkin belum banyak diketahui.

Timnas Indonesia harus menerima hasil kurang memuaskan, kala berhadapan dengan Singapura di laga perdana Piala AFF 2018, Jumat (09/11/18). Tak ayal, demi menjaga peluang lolos ke babak semifinal, Timnas Indonesia diwajibkan meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya, melawan Timor Leste.

Baca Juga

Di atas kertas, Indonesia diprediksi akan memenangi pertandingan tersebut dengan mudah. Terlebih lagi, pada laga perdananya, Timor Leste dibantai habis-habisan saat berhadapan dengan Thailand denga skor 7-0.

Selain itu, faktor bermain di kandang sendiri, Indonesia diyakini dapat meraih kemenangan perdananya di ajang dua tahunan ini.

Namun, bila menelisik lebih dalam lagi. Indonesia sejatinya tidak bisa memandang remeh Timor Leste yang masih bisa dibilang sebagai anak kemarin sore di persepakbolaan Asia Tenggara. 

INDOSPORT telah merangkum setidaknya 4 fakta menarik sepak bola Timor Leste yang bisa membuat Indonesia tidak memandang calon lawannya itu.
 


1. 1. Baru Mempunyai Liga Profesional Tahun 2016

Aksi selebrasi pemain Timnas Timor Leste

Walau sudah resmi berpisah dari Indonesia sejak tahun 1999. Kesejahteraan Timor Leste di cabang olahraga, termasuk sepak bola baru berkembang dalam beberapa tahun terakhir. 

Dengan menggunakan nama Liga Futebol Amadora, Timor Leste secara resmi memperkenalkan kompetisi pertama mereka dalam dunia sepakbola pada awal tahun 2016 silam.

Diikuti delapan peserta, kompetisi tertinggi sepakbola Timor Leste memulai perjalanannya pada tanggal 25 Februari, dan berakhir pada 24 Juli 2016. Sedangkan di kasta kedua, terdapat 12 tim yang berkompetisi sejak bulan Maret hingga Juni 2016.

Pada awal dibentuk, terdapat 21 tim yang memastikan diri untuk ikut ambil bagian dari sejarah sepak bola Timor Leste ini. Uniknya, dari 21 tim, sebanyak 15 tim merupakan klub yang berasal dari kota Dili.

2. Tim Termuda di Piala AFF 2018
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Timor Leste sendiri baru memiliki sebuah liga profesionalnya pada tahun 2016. Walau baru berusia dua tahun, Timor Leste secara mengejutkan mampu berkembang pesat.

Hal ini terbukti, kala mereka mampu menembus putaran final Piala AFF 2018 setelah mengalahkan Brunei Darussalam di babak kualifikasi. Tak cukup sampai disitu saja, pada turnamen Piala hassanal Bolkiah, timnas U-22 Timor Leste mampu bermain apik kala berhadapan dengan Thailand, Myanmar dan Singapura.

Untuk negara terakhir yang disebutkan berhasil dikalahkan Timor Leste dengan skor tipis 2-1.

Dengan kemampuan anak-anak muda negara jajahan Portugal ini, Norio Tsukitate, selaku pelatih utama timnas senior Timor Leste pun mempercayai pemain-pemain mudanya untuk mengarungi Piala AFF 2018. Dengan rata-rata berusia 20.56 tahun, Timor Leste berhasil menjadi tim termuda di ajang bergengsi negara Asia Tenggara ini.


2. 3. Bantuan Portugal dan Brasil

Titus Bonai.

Penjajahan sepertinya tak selalu berakhir buruk bagi Timor Leste. Berdasarkan sejarah, negara yang baru merdeka pada tahun 2002 ini, sejatinya pernah dijajah oleh Portugal, sebelum bergabung dengan Indonesia.

Selepas berpisah dari Indonesia pada tahun 1999, Timor Leste pun berusaha hidup mandiri sebagai negara. Sayang, hal tersebut gagal dilaksanakan mereka, sehingga harus meminta bantuan dari 'penjajah'-nya terdahulu, yakni Portugal.

Portugal pun dengan tangan terbuka langsung membantu Timor Leste dalam berbagai segi. Tak terkecuali, pengembangan sepakbola. Bukti nyata kontribusi peraih trofi Euro 2016 ini, ialah saat memberikan beberapa pelatihan-pelatihan bagi para pemain-pemain Timor Leste. 

Tak tanggung-tanggung, bagi pemain yang sekiranya bertalenta akan diboyong ke Portugal untuk menerima pelatihan yang lebih intens dengan klub-klub besar, seperti FC Porto, Sporting Lisbon atau Benfica.

Tak cukup Portugal saja, Brasil yang notabene rival abadinya di dunia si kulit bundar pun turut membantu dalam mengembangkan sepakbola di Timor Leste. Berbagai pelatihan untuk para pemain ataupun pelatih diberikan oleh aktor-aktor sepakbola dari tanah Brasil.

4. Sudah Tahu Kemampuan Indonesia
Sejak perubahan besar-besaran pada tahun 2016, Timor Leste pun dengan gencar merekrut pemain-pemain bintang asal Asia untuk mengembangkan, sekaligus mempromosikan Liga Futebol Amadora.

Pemain-pemain dari Indonesia menjadi pemain favorit bagi klub-klub Timor Leste untuk direkrut. Nama-Nama seperti Oktovianus Maniani, Patrick Wanggai, hingga Titus Bonai pernah mencicipi kerasnya liga tertinggi Timor Leste ini.

Baca Juga

Tak ayal dengan pernah adanya pemain-pemain Indonesia yang berkompetisi di Timor Leste. Tentu saja ilmu-ilmu yang dimiliki punggawa Tanah Air telah menular ke pemain-pemain pecahan Indonesia ini.

Terus Ikuti Berita Sepak Bola Timnas Indonesia Lainnya di INDOSPORT

Penulis: Ridi F Khan.
 

Timor LesteTimnas IndonesiaLiga IndonesiaPiala AFF 2018

Berita Terkini