3 Klub Besar Eropa yang Punya Pertahanan Lebih Buruk Ketimbang Persija Jakarta
INDOSPORT. COM - Persija Jakarta jadi salah satu klub yang berpeluang menjuarai gelaran kompetisi sepak bola kasta tertinggi bola Indonesia, Liga 1 2018. Persija Jakarta bersaing ketat dengan dua pesaingnya, yakni PSM Makassar dan Persib Bandung.
Persija Jakarta sendiri saat ini duduk di urutan ketiga klasemen dengan torehan 49 poin. Jumlah raihan poin Persija Jakarta itu sama menyamai torehan Persib Bandung, plus tertinggal empat angka dari sang pemuncak klasemen, PSM Makassar.
Meski kini menduduki urutan ketiga, Persija Jakarta tetap mampu menciptakan rekor tersendiri sebagai tim dengan lini pertahanan terbaik. Ya, Persija sejauh ini, sampai pekan ke-30, merupakan tim sepak bola yang paling sedikit kebobolan di Liga 1 2018, yakni 30 gol.
Persija sendiri kini telah memainkan 29 laga di Liga 1 2018. Hal itu berarti statistik rata-rata kebobolan Persija berada di angka 1,03 gol per pertandingannya.
Rata-rata itu lantas membuat lini belakang Persija bisa dibilang lebih baik dibanding beberapa klub besar Eropa. Ya, ada beberapa klub besar Eropa yang ternyata memiliki lini pertahanan lebih buruk ketimbang Persija Jakarta.
Lalu, siapa sajakah klub-klub besar Eropa yang punya lini pertahanan lebih buruk ketimbang Persija tersebut? Berikut portal berita olahraga INDOSPORT mencoba merangkumnya ke dalam ulasan trivia berikut ini:
1. Manchester United
Gelaran Liga Primer Inggris telah memasuki pekan ke-12. Namun, posisi Manchester United masih terseok-seok di urutan delapan klasemen sementara.
Parahnya lagi, lini belakang Manchester United musim ini terlihat sangat rapuh. Bahkan, bisa dibilang, kualitas lini belakang Manchester United jauh lebih buruk ketimbang Persija.
Ya, dari 12 pertandingan yang telah dilakoni, jumlah kebobolan Manchester United sudah mencapai angka 21. Bila dirata-rata, Manchester United kebobolan 1,75 gol dalam setiap pertandingannya.
Sementara rata-rata kebobolan Persija Jakarta lebih baik ketimbang torehan Manchester United. Persija Jakarta menorehkan rata-rata kebobolan 1,03 gol per laganya.
2. Barcelona
Barcelona nampak menjalani awal musim yang sukses di gelaran kompetisi kasta tertinggi sepak bola Spanyol, La Liga Spanyol. Ya, sampai pekan ke-12, Barcelona berstatus sebagai pemuncak klasemen dengan torehan 24 poin.
Meski begitu, bukan berarti Barcelona tak dihampiri masalah sama sekali. Barcelona memiliki pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki kualitas lini pertahanannya.
Lebih parahnya lagi, kualitas lini belakang Barcelona lebih buruk ketimbang Persija. Hal itu diukur dari jumlah rata-rata kebobolan di tiap laganya.
Barcelona telah memainkan 12 laga dan kebobolan 18 gol. Bila dirata-rata, jumlah kebobolan Barcelona ialah 1,5 gol per laganya.
3. Bayern Munchen
Reputasi Bayern Munchen di Bundesliga rasanya tak perlu diragukan lagi. Musim 2018/19 ini saja, Bayern Munchen menatap kompetisi dengan status juara bertahan.
Sayangnya, Bayern justru tak bisa memegang kehormatan status juara bertahan itu dengan baik. Pasalnya, Bayern Munchen kini terlempar dari zona empat besar, dan menempati urutan lima klasemen.
Peforma kurang apik Bayern Munchen musim ini salah satunya disebabkan buruknya kualitas lini pertahanan mereka. Bahkan, bila dilihat dari jumlah rata-rata kebobolannya, kualitas lini pertahanan Bayern Munchen lebih buruk ketimbang Persija Jakarta.
Ya, Bayern telah memainkan 11 pertandingan dengan jumlah kebobolan 14 gol. Bila dirata-rata, jumlah kebobolan Bayern Munchen menjadi 1,27 gol per pertandingannya.
Terus Ikuti Berita Sepak Bola Internasional dan Olahraga lainnya di INDOSPORT.COM