Kiprah PS Mojokerto Putra di Dunia Sepak Bola Indonesia
INDOSPORT.COM – Dalam beberapa waktu belakangan, muncul dugaan mengenai adanya match fixing atau pengaturan skor dalam sepak bola Indonesia. Tudingan demi tudingan yang dilontarkan oleh banyak pihak kepada klub, pemain, pelatih, ofisial, dan pelaku sepak bola lainnya,
Keriuhan mengenai match fixing itupun kini telah mencapai puncaknya. Setelah melakukan berbagai penyelidikan, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya mendapatkan pelaku pengaturan skor sepak bola Indonesia.
Klub dari kasta kedua sepak bola Indonesia atau Liga 2, PS Mojokerto Putra (PSMP) mendapat sanksi tegas dari PSSI terkait dugaan match fixing. PS Mojokerto dihukum tak boleh mengikuti kompetisi pada tahun 2019 mendatang.
Dengan adanya sanksi tersebut, maka PS Mojokerto Putra dapat dipastikan tidak bisa mencicipi ketatnya persaingan Liga 1 dalam waktu dekat, melainkan harus menunggu setidaknya minimal 2 tahun lagi.
Seperti diketahui, sejak didirikan pada tahun 2001, PS Mojokerto Putra belum sekalipun berada di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Pencapaian terbaik dari klub yang bermarkas di Stadion Gajah Mada Mojosari hanyalah nyaris promosi ke Liga 1 dalam 2 tahun terakhir.
Pada musim 2017 lalu, PSMP mengakhiri kompetisi dengan melaju hingga 8 besar. Klub berjuluk Laskar Majapahit menjadi juru kunci grup Y dengan 0 poin setelah menelan 3 kekalahan.
Selanjutnya, di Liga 2 2018 yang baru berakhir awal Desember lalu, PSMP juga mendapatkan nasib yang sama. Langkahnya terhenti di 8 besar usai hanya mampu menempati urutan ketiga di grup A.
1. Pernah Jadi Juara
Meski sudah berdiri selama 17 tahun dan belum pernah naik kasta ke Liga 1, namun PSMP bisa dibilang sebagai klub yang sudah menemui kesuksesannya ketika di umur yang masih belia sebagai klub.
Pada musim 2008/2009, PSMP ternyata pernah menjadi juara Divisi 1 alias kasta ketiga sepak bola Indonesia. Kala itu, PSMP berhasil menumbangkan PPSM Sakti Magelang.
Kemenangan tipis 1-0 yang diraih PS Mojokerto Putra dari PPSM Sakti Magelang itu pun membuat mereka berhak mendapatkan tiket promosi ke Divisi Utama atau kasta kedua sepak bola Indonesia.
Sayangnya, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, hingga Divisi Utama yang berubah nama menjadi Liga 2, PSMP belum berhasil naik kasta atau promosi lagi. Prestasinya cenderung stagnan sehingga hanya berkutat di kasta kedua.
2. Pernah Diperkuat 3 Pemain Bintang
Berada di kasta kedua sepak bola Indonesia, nyatanya tak menutup mata pemain bintang yang ada di Indonesia untuk berseragam PS Mojokerto Putra.
Tercatat, setidaknya 3 pemain bintang Indonesia pernah singgah dan membela PSMP. Bahkan salah satunya masih memperkuat Laskar Majapahit hingga saat ini. Indra Setiawan, dia adalah bintang yang masih tertahan di Liga 2. Bukan tanpa alasan, striker berusia 28 tahun ini adalah top skorer Liga 2 2018 dengan koleksi 29 gol bersama PS Mojokerto Putra.
Nama selanjutnya adalah Djayusman Triasdi. Nama Djayusman mungkin akan terasa familiar di telinga masyarakat dan penggemar sepak bola Indonesia. Ia pernah membela Timnas Indonesia di era 2009-2011. Sebelumnya ia juga sempat menjadi bagian dari Timnas U-19 dan U-21. Djayusman memang pernah memperkuat PSMP pada tahun 2017 lalu.
Terakhir adalah Tamsil Sijaya. Pada Liga 2 2017 lalu, PS Mojokerto Putra sempat bertumpu pada gelandang kawakan yang satu ini. Kehadiran Tamsil di musim lalu mampu mendongkrak performa PSMP hingga melaju ke babak delapan besar Liga 2 2017.
Ikuti Terus Update Berita Sepak Bola Indonesia Lainnya di INDOSPORT.COM