Catatan Luis Milla di Timnas Indonesia yang Perlu Dipelajari Thailand Sebelum Direkrut
INDOSPORT.COM - Kabar mengejutkan datang dari salah satu mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla. Pria asal Spanyol itu dikabarkan akan segera kembali melatih, setelah sempat menganggur dalam beberapa bulan terakhir.
Dari rumor yang merebak di media sosial, Luis Milla dikabarkan akan merapat ke Timnas Thailand menggantikan posisi pelatih sementara Sirisak Yodyardthai, yang ingin diangkat jadi pelatih utama.
Hal tersebut didasari atas persyaratan kepelatihan Sirisak yang belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh FIFA, untuk menukangi suatu Tim Nasional, yakni minimal lisensi Pro A AFC.
Situasi itu membuat federasi sepak bola Thailand, FA Thailand (FAT) mencoba nyari sosok pelatih ternama baru, andai keinginan mereka mengangkat Sirisak terjanggal oleh regulasi AFC dan FIFA.
Jika benar rumor ini terwujud, ada beberapa catatan yang perlu diperhatian oleh FA Thailand sebelum mengontrak Luis Milla menjadi pelatih timnas utama mereka. Apa saja itu? Berikut ulasannya:
1. Kebijakan Rotasi
Meski sudah mempunyai kualitas sebagai pelatih kelas dunia, namun Luis Milla rupanya masih kerap blunder dalam melakukan kebijakan rotasi pemain.
Hal itu pernah ia lakukan saat melatih Timnas Indonesia U-23 di ajang Asian Games 2018 melawan Uni Emirat Arab, pada Agustus 2018 lalu.
Kala itu, di laga yang sangat penting seperti babak 16 besar, Milla justru melakukan perubahan komposisi pemain. Padahal, menurut salah satu pengamat sepak bola, Supriyono ia sebaiknya mempertahankan tim terbaiknya.
"Milla harus lebih berani mempertahankan tim terbaik. Walau setiap pertandingan Milla yang lebih tahu komposisi yang harus ditampilkan," kata Supriyono mengutip dari Viva.
"Harus lebih tepat lagi dalam melakukan rotasi pemain. Lawan yang bakal dihadapi tentunya mempunyai kualitas yang baik," ungkapnya.
2. Butuh Proses
Melatih Timnas Indonesia selama kurang lebih 1,5 tahun sejak Januari 2017 lalu hingga Agustus 2018, rupanya tidak cukup untuk Luis Milla memberikan gelar bergengsi untuk publik Tanah Air yang haus prestasi.
Kendai demikian, ada sisi baiknya. Milla mampu membuat kualitas dan standar permainan para pemain Indonesia meningkat, yang akhirnya jadi pondasi tim di masa depan.
Prestasi terbaik Luis Milla bersama Skuat Garuda adalah menjadi finalis Piala AFF 2018, merebut peringkat tiga di cabang olahraga SEA Games 2017, dan membawa lolos Timnas U-23 lolos ke 16 besar Asian Games 2018.
Serangkaian target yang tidak tercapai itu, membuat PSSI kehilangan kesabaran dan memecatnya. Hal tersebut bisa jadi cermin untuk FA Thailand, jika ingin merekrut Luis Milla.
Para petinggi FAT diharuskan bersabar, karena Luis Milla merupakan sosok pelatih yang menyukai proses, untuk menciptakan prestasi seperti yang ia lakukan di Timnas Spanyol U-21, dalam merebut gelar UERO U-21 2012.
Euforia Arema FC Juara Piala Presiden 2019