x

Profil Klub Liga 1 2019: PSIS Semarang, Realistis Bidik Posisi 8 Besar

Sabtu, 11 Mei 2019 21:00 WIB
Editor:
Profil Tim PSIS Semarang Liga 1 2019. Grafis:Yanto/Indosport.com

INDOSPORT.COM - Kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, Liga 1 2019 sebentar lagi akan segera bergulir, tepatnya pada 15 Mei mendatang.

Tim-tim peserta pun sudah mulai berbenah dan mempersiapkan diri demi mengejar ambisi meraih prestasi serta hasil maksimal pada akhir musim nanti, salah satunya adalah PSIS Semarang.

Sebagai tim promosi, PSIS tampil cukup memuaskan pada Liga 1 2018 karena berhasil finis di peringkat ke-10 klasemen akhir dengan koleksi 46 poin.

Baca Juga

Pencapaian tersebut sejatinya sudah cukup membuat manajemen PSIS merasa puas mengingat target bertahan di Liga 1 yang dicanangkan sebelum kompetisi bergulir berhasil diwujudkan.

Kini, klub berjulukan Laskar Mahesa Jenar itu mempunyai target yang lebih tinggi lagi di Liga 1 2019, yakni mengakhiri kompetisi di posisi delapan besar.

"Tentu setiap tahun kami akan tingkatkan target. Kami tidak ingin muluk-muluk masuk tiga besar, bahkan juara. Bagi kami, finis di delapan besar dulu adalah keinginan yang realistis," kata CEO PSIS, AS Sukawijaya, atau yang karib disapa Yoyok Sukawi kepada INDOSPORT, Senin (30/4/19).

Baca Juga

Di sisi lain, pelatih PSIS, Jafri Sastra, tidak merasa terbebani dengan target yang diberikan oleh manajemen. Menurutnya, hal itu cukup wajar dan ia bahkan merasa tertantang.

"Ya harus optismistis. Yang paling penting itu bekerja, dijalani, dan dihadapi dulu. Untuk 2019 kan fokusnya memang ke posisi delapan besar. Target itu harus tercapai," tegasnya.

"Pastinya kompetisi Liga 1 nanti semakin berat. Dari awal persiapan semua elemen tim sudah harus bekerja keras," tambah eks pelatih Persis Solo dan Mitra Kukar tersebut.

Berdasarkan draft jadwal susulan yang telah dirilis oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, PSIS akan melakoni laga perdana Liga 1 2019 menghadapi Kalteng Putra di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Kamis (16/5/19).


1. Bedah Taktik dan Skuat

Starter terbaik PSIS Semarang untuk Liga 1 2019. Grafis:Yanto/Indosport.com

Jika kebanyakan klub Liga 1 kerap berganti pelatih setiap musim baru, tidak begitu dengan PSIS yang mempertahankan Jafri Sastra sebagai juru taktik dari musim lalu.

Hal itu tentunya akan menjadi keuntungan besar untuk PSIS karena para pemain sudah tidak perlu lagi beradaptasi dengan program latihan dan taktik yang selama ini sudah diterapkan oleh Jafri.

Hal tersebut sudah dibuktikan di turnamen pramusim Piala Presiden 2019. Tergabung di Grup C bersama Kalteng Putra, Persipura, dan PSM Makassar, Laskar Mahesa Jenar sukses tampil mengesankan.

Baca Juga

Mengandalkan formasi 4-3-3, PSIS sukses memenangi dua dari tiga laga yang sudah dilakoni, salah satunya bahkan mengalahkan tim kuat seperti PSM.

Permainan disiplin yang diterapkan oleh para pemainnya, plus kemauan bekerja keras, dinilai Jafri sebagai kunci kemenangan timnya saat itu.

Di Liga 1 2019, PSIS mungkin bisa tampil jauh lebih membahayakan dan menyandang status kuda hitam, karena beberapa pemain berkualitas yang sudah direkrutnya pada bursa transfer musim ini.

Salah satunya tentu saja gelandang jenius berlabel timnas Indonesia, Septian David Maulana. Mantan penggawa Mitra Kukar itu mampu menjalankan tugasnya dengan baik di sektor tengah dan menjadi pelayan bagi striker-striker PSIS.

Kekuatan lini tengah PSIS akan bertambah dengan kehadiran gelandang serangan berkualitas asal Jepang, Shohei Matsunaga. Musim lalu, ia mencetak 10 gol untuk PSMS Medan dan empat gol untuk Persela Lamongan. 

Selain sektor tengah, PSIS juga berbahaya di lini depan. Trio penyerang Claudir Junior Marini, Hari Nur Hadi dan Aldaier Makatindu akan membuat barisan pertahanan lawan ketar-ketir.

Baru didatangkan musim ini, Claudir Marini sudah mencetak dua gol untuk PSIS di Piala Presiden 2019, sementara Hari Nur sudah mencetak 10 gol di Liga 1 2018 lalu. Statistik tersebut sudah cukup membuktikan betapa mumpuni kualitas barisan depan mereka.

Tajamnya lini serang juga diimbangi oleh barisan pertahanan PSIS. Mereka mempertahankan bek tangguh Wallace Costa, dan beberapa bek lokal yang tak kalah hebatnya seperti Komarudin, Safrudin Tahar, dan Soni Setiawan.

Sementara di benteng pertahanan terakhir, PSIS punya dua kiper berpengalaman yakni Jandia Eka Putra dan Joko Ribowo. Musim lalu, keduanya silih berganti jadi pilihan utama Jafri Sastra.

Sementara untuk slot pemain asing, PSIS nampaknya sudah tidak akan mencari lagi karena kuota sudah terpenuhi. Pemain-pemain tersebut adalah Wallace Costa (Brasil), Shohei Matsunaga (Jepang), Patrick Mota Silva (Brasil), Claudir Junior Marini (Brasil).

Skuat PSIS Semarang di Liga 1 2019 (per 11 Mei 2019):

Kiper: Joko Ribowo, Jandia Eka Putra, Endang Subrata

Bek: Wallace Costa Alves (asing), M Rio Saputro, Fauzan Fajri Nasrullah, Ganjar Mukti Muhardiyana, Safrudin Tahar, Soni Setiawan, M Fauzan Jamal, Kelvin Woppi, Yog Adiyatma, Aqsha Saniskara Prawira, Frendi Saputra, Akbar Riansyah Aditya Putra

Gelandang: Muhammad Yunus, Arthur Barrios Bonai, Heru Setyawan, Bayu Nugroho, Septian David Maulana, Shohei Matsunaga (asing Asia), Eka Febri, Tegar Infantrie, Patrick Mota (asing)

Penyerang: Claudir Marini Junior (asing), Hari Nur Yulianto, Aldaier Makatindu, Komarodin.


2. Pelatih: Jafri Sastra

Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra. (Ronald Seger Prabowo/INDOSPORT)

PSIS menjadi salah satu klub Liga 1 yang tidak banyak melakukan perombakan skuat untuk musim baru. Beberapa nama pemain lokal hampir semuanya dipertahankan, begitu pula dengan pelatih kepala, Jafri Sastra.

Pria berusia 53 tahun itu datang menggantikan pelatih asal Italia, Vicenzo Alberto Annese, di pertengahan Liga 1 2018 lalu dan diberi kontrak jangka panjang yakni dua musim. Kehadiranmya sukses memberikan dampak positif dan mampu membawa PSIS finis di peringkat 10 besar. 

Baca Juga

"Bersyukur saja kembali dipercaya manajemen untuk melatih PSIS. Tentu ini jadi tantangan saya untuk merealisasikan target prestasi di musim depan," ungkap Jafri kepada INDOSPORT, Kamis (3/1/19).

Di sepak bola Indonesia, nama Jafri sudah tidak asing lagi. Dirinya sudah beberapa kali menangani klub besar di Tanah Air, seperti Mitra Kukar, Semen Padang, Persipura Jayapura, dan Persis Solo.

"Coach Jafri sudah memilki pengalaman melatih klub Liga 1 mulai Mitra Kukar, Semen Padang, dan Persipura Jayapura. Ini yang menjadi pertimbangan kami memilih beliau," ungkap CEO PSIS, Yoyok Sukawi, beberapa waktu lalu.

Bintang: Hari Nur Yulianto

Pemain PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto

Kedatangan striker asing anyar, Claudir Marini nampaknya tidak akan membuat posisi winger Hari Nur Yulianto tergusur di lini depan PSIS.

Sebaliknya, ia justru menjadi pemain andalan untuk pelatih Jafri Sastra karena kualitas yang dimilikinya. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh Hari Nur di Liga 1 2018 lalu dengan mencetak 10 gol dari 34 pertandingan.

Pemain yang juga menyandang ban kapten PSIS ini menjadi pemain asli Indonesia keempat yang jumlah torehan golnya menyentuh dua digit setelah nama-nama tenar seperti Samsul Arif, Ferdinand Sinaga, dan Boaz Solossa.

Melihat catatan itu, kemungkinan besar Hari Nur bakal kembali tampil gemilang lagi musim ini bersama PSIS. Ditambah materi tim yang terbilang jauh lebih baik daripada musim lalu.

Vlog Piala Indonesia, Hujan Gol Laga Bhayangkara vs PSM

Ikuti Terus Perkembangan Sepak bola Indonesia dan Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT

PSIS SemarangJafri SastraLiga IndonesiaLiga 1Hari Nur YuliantoTRIVIABola IndonesiaShopee Liga 1

Berita Terkini