Analisis Pertandingan Liga 1 2019 Persela vs Madura United: Agresif, Terstruktur, dan Masif
INDOSPORT.COM - Klub sepak bola Indonesia, Madura United, mengawali kiprah di Shopee Liga 1 2019 dengan mantap. Betapa tidak, mereka menggulung Persela Lamongan dengan skor 5-1 di Stadion Surajaya, Jumat (17/5/19).
Persela sebenarnya terkenal jago kandang. Musim lalu, tim asuhan Aji Santoso sama sekali tak tersentuh kekalahan di Surajaya dan menjadikan kandangnya tersebut angker bagi setiap tamu.
Meski begitu, Madura United tidak gentar apalagi canggung. Sebelumnya, mereka pernah meraih kemenangan di Surajaya ddi babak 8 besar turnamen pramusim bertajuk Piala Presiden 2019.
Hasil impresif 5-1 Madura United atas Persela menjadi kemenangan tandang terbesar mereka sepanjang Liga 1 sejak terakhir mengalahkan Persegres Gresik United, 23 September 2017, dengan skor 3-0.
Selain itu, Madura United juga memecahkan rekor gol tandang setelah pada 29 Oktober 2017 lalu mengalahkan Persiba Balikpapan dengan skor 4-3.
Kunci dari penampilan menawan Madura United ialah permainan yang agresif, terstruktur, dan masif. Berikut portal berita olahraga INDOSPORT mengulasnya untuk Anda.
1. Analisis Pertandingan Persela vs Madura United
Madura United bermain agresif, terstruktur, dan masif. Artinya, mereka mampu memanfaatkan setiap peluang yang tercipta semaksimal mungkin.
Buktinya, dari total delapan tembakan ke arah gawang, lima di antaranya berhasil berbuah gol. Dari 10 tendangan mereka, praktis hanya dua yang melenceng.
Statistik tersebut berbanding terbalik dengan Persela yang gagal memanfaatkan banyaknya kesempatan. Mereka menyia-nyiakan delapan tembakan dengan tiga yang hanya mengarah ke gawang.
Madura United cepat mengambil inisiatif serangan. Gol Beto Goncalves pada menit ke-12 menjadi kunci dominasi kubu tamu sepanjang laga.
Meski Alex Dos Santos menyamakan kedudukan pada menit ke-37 akibat lengahnya pertahanan Madura United, Laskar Sape Kerrab mampu membalas dua gol dalam tempo enam menit sebelum turun minum.
Hal ini membuktikan bahwa Dejan Antonic tidak hanya menekankan permainan taktis di atas lapangan. Ia turut menanamkan mental bermain agresif untuk meraih kemenangan meski bertanding di kandang lawan.
Gol-gol Madura United tidak lepas dari permainan yang terstruktur. Sisi sayap kerap mengawali serangan, baik itu lewat Andik Vermansah di sisi kanan atau bek sayap Andik Rendika Rama yang melakukan overlap.
Beto yang mengemas dua gol tidak hanya berperan sebagai predator mendampingi Aleksandar Rakic. Ia juga bertugas menjadi pemantul bola yang dibuktikan saat terjadinya gol Greg Nwoloko pada menit ke-63 atau gol keempat Madura United.
Greg juga tidak kalah impresif dengan membukukan satu gol dan dua assist. Hebatnya, tiga striker yang diturunkan Madura United malam itu berhasil mencetak gol.
Ini menjadi sinyal bahaya bagi tim-tim Liga 1 2019 lain, sebab trio Gebor alias Greg, Beto, dan Rakic siap menjadi trisula yang produktif musim ini.
Meski demikian, bukan berarti Madura United tidak punya pekerjaan rumah, terutama memperbaiki kesabaran pemain dalam mengantisipasi tekanan lawan.
Madura United tercatat melakukan 23 pelanggaran dengan empat kartu kuning yang didapatkan oleh tiga bek yang punya peran penting dalam pertandingan selanjutnya.
Kemenangan 5-1 untuk sementara menempatkan Madura United di puncak klasemen bersama PSS Sleman, Bali United, dan Kalteng Putra yang sama-sama meraih tiga poin di laga pembuka Liga 1 2019.
Progres Pembangunan Stadion BMW 3 Bulan Setelah Peletakan Batu Pertama
Ikuti Terus Perkembangan Sepak bola Liga 1 dan Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT