Inilah Untung Rugi Barcelona Jika 'Pulangkan' Neymar dari PSG
INDOSPORT.COM - Barcelona dirumorkan akan memulangkan mantan pemain mereka, Neymar Jr, yang saat ini memperkuat Paris Saint-Germain. Ternyata, keputusan tersebut memiliki dampak baik dan buruk bagi Blaugrana.
Inilah tiga keuntungan dan tiga kerugian jika Barcelona ingin membawa Neymar kembali ke Camp Nou pada musim panas 2019 ini seperti dilansir dari laman portal berita olahraga Sport English.
Keuntungan
1. Relasi dengan Para Pemain Barcelona
Meskipun Neymar hengkang dari Spanyol pada 2017 lalu, ia masih menjalin hubungan baik dengan beberapa pemain Barcelona, khususnya Lionel Messi dan Luiz Suarez.
Bahkan, ia juga masih berkawan baik dengan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan baginya.
2. Paham Barcelona Luar Dalam
Neymar sudah menghabiskan empat tahun bersama klub tersebut. Otomatis, ia sudah mengetahui bagaimana 'jiwa' Blaugrana. Dengan pemahaman ini, striker bernomor punggung 10 itu akan bisa beradaptasi dengan cepat.
3. Kurang Betah di PSG
Dilansir dari laman portal berita olahraga 90 Min, Dani Alves, rekan setim Neymar di PSG, mengatakan bahwa salah satu pemain termahal di dunia itu tidak betah dan sedang mencari jalan untuk pergi.
Hal ini tentunya semakin meningkatkan peluang bagi Neymar untuk keluar dari klub Ligue 1 Prancis tersebut.
Kerugian
1. Tidak Punya Klausul Pelepasan di Kontraknya
Tidak seperti waktu Neymar pindah ke PSG, klausul pelepasan (buyout) tidak berlaku di Ligue 1 Prancis. Artinya, semua tawaran yang datang kepadanya harus mendapat persetujuan dari pihak klub dan tidak akan ada jalan lain.
2. Barcelona Butuh Merogoh Kocek Dalam
Neymar adalah pemain dengan bayaran termahal di belakang Messi. Ia mendapat upah 40 juta euro (sekitar 639 miliar rupiah) per musim.
Dengan melihat angka tersebut, Barcelona jelas harus menguras kantong mereka jika ingin mendatangkan Neymar.
3. Hubungan Kurang Harmonis Barcelona-PSG
Ada rumor bahwa Barcelona selalu bertentangan dengan PSG yang membuat hubungan kedua tim menjadi kurang baik. Contohnya, pihak PSG yakin bahwa Blaugrana sering melakukan pendekatan ilegal terhadap beberapa pemain mereka tanpa berbicara dengan klub terlebih dahulu.
Ada juga masalah ekonomi. Qatar Foundation dan Qatar Airways telah mensponsori Barcelona selama lima musim via QSI, perusahaan yang juga 'memiliki' klub PSG. Namun, ada beberapa pihak PSG yang tidak pernah setuju dengan hal tersebut.
Jika Barcelona mengambil langkah mereka untuk mendatangkan Neymar, bisa jadi hal tersebut akan sangat sulit atau bahkan tidak bisa terwujud sama sekali.