x

Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Potensi Rivalitas Baru di Jagat Sepak Bola Indonesia

Kamis, 8 Agustus 2019 11:35 WIB
Penulis: Petrus Tomy Wijanarko | Editor: Indra Citra Sena
Logo PSM Makassar vs Persija Jakarta

INDOSPORT. COM - Persija Jakarta dan PSM Makassar, sepertinya akan menciptakan sebuah rivalitas baru di jagat sepak bola Indonesia.

Nama Persija Jakarta dan PSM Makassar belakangan memang sedang mencuri perhatian publik. Keduanya baru saja saling sikut di partai final Kratingdaeng Piala Indonesia 2018/19.

Kubu PSM Makassar lantas jadi pihak yang berpesta. Pada laga leg kedua, Selasa (6/8/19) lalu, PSM Makassar menang 2-0 atas Persija Jakarta, dan berhak atas gelar juara Piala Indonesia lantaran unggul agregat 2-1.

Baca Juga

Kondisi laga yang dihelat di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, tampak begitu damai. Tak ada lagi cerita rusuh ataupun aksi anarkis seperti beberapa waktu lalu yang sempat membuat laga final leg kedua ditunda.

Namun, bila menjauh dari Kota Makassar, tepatnya Jakarta, iklim yang tercipta justru sangat memanas. Sebuah insiden kericuhan terjadi kala kelompok suporter PSM Makassar se-Jabodetabek, Gue PSM, menggelar acara nonton bareng di salah satu kafe bilangan Tebet, Jakarta Selatan.

Acara nonton bareng awalnya berjalan lancar-lancar saja. Bahkan ada pula puluhan The Jakmania yang turut hadir dan memeriahkan suasana nonton bareng.

Sayangnya, ketika laga telah berakhir, tiba-tiba ada lemparan batu yang mengarah ke dalam kafe. Bahkan, lemparan batu tiba-tiba disusul dengan tembakan petasan yang mengancam keselamatan para anggota Gue PSM.

"The Jakmania yang tadinya ikut nonton bareng juga ikut melempari kami," ujar Ketua Gue PSM, Rio Verieza, melalui sambungan telpon kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Rabu (7/8/19).

"Kalau asumsi kami yang melakukan penyerangan pasti (oknum) suporter Persija Jakarta karena kalau dilihat dari momen dan kepentingannya tidak mungkin orang lain," tambah Rio.

Insiden yang akhirnya dapat diredakan oleh para personel kepolisian, ternyata tak hanya berhenti sampai di situ. Ketika anggota Gue PSM dalam perjalanan pulang, ada sejumlah terduga oknum The Jakmania yang melakukan penculikan dan penganiayaan.

"Kepalanya diinjak ke trotoar, dipukulin, terus diperiksa jok motornya ada jersey PSM. Diancam suruh bakar jersey kalau mau aman. Akhirnya mau tidak mau dibakar jersey-nya, karena yang mengeroyok itu delapan orang," kata Rio.

"Si korban ini melihat beberapa pelaku memakai baju The Jakmania Gandaria, mereka pakai atribut itu. Dari situlah kami berasumsi bahwa ini jelas oknum The Jakmania," lanjutnya.


1. Potensi Rivalitas Baru

Marko Simic tengah mengekekusi bola ke arah gawang PSM Makassar di laga final Piala Indonesia 2019

Sepak bola dan rivalitas adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Namun kalau berkaca dari budaya di sepak bola Indonesia, rivalitas sepak bola kerap menjalar hingga ke luar lapangan.

Ya, para kelompok suporter dari beberapa tim tak jarang terlibat gesekan. Bahkan, ada saja kejadian ricuh antar kelompok suporter sampai menimbulkan korban jiwa.

Sebut saja rivalitas panas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung. Persaingan kedua tim itu musim lalu menjadi buah bibir lantaran menyebabkan satu orang suporter sepak bola meninggal dunia.

Pada laga Liga 1 2018 antara Persib Bandung vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, terjadi sebuah insiden pengeroyokan. Oknum Bobotoh mengeroyok seorang The Jakmania, Haringga Sirila, hingga merenggang nyawa di tempat.

Kembali kepada kisah yang terjadi di Jakarta saat Gue PSM diserang oleh sejumlah terduga oknum The Jakmania, rivalitas panas baru berpotensi tercipta. Polanya mungkin sama, rivalitas Persija Jakarta dan PSM Makassar akan menjalar hingga ke para kelompok suporternya.

Ketua Gue PSM, Rio Verieza, juga mengamini potensi rivalitas tersebut. Menurut Rio, perlakuan para terduga oknum The Jakmania kepada anggota Gue PSM dalam insiden ricuh kemarin berpotensi memanjang ke depannya.

"Potensinya besar memang, karena perlakuan mereka (terduga oknum The Jakmania) sudah tidak manusiawi lagi, kita tahu mereka punya rival, sekarang kita diperlakukan sama seperti rival mereka itu," kata Rio.

Baca Juga

Meski demikian, Rio berharap agar rivalitas antara suporter Persija Jakarta dan PSM Makassar agar tidak sampai berlanjut memanas. Rio pun tetap akan mengusahakan agar gesekan bisa segera mereda.

"Kalau berbicara soal budaya dan sepak bola ke depannya pasti kami ingin damai. Yang penting mereka kooperatif pasti kami membuka pintu maaf," ungkap Rio. 

Begitulah kisah potensi rivalitas baru yang mungkin tercipta di antara Persija Jakarta dan PSM Makassar. Rivalitas memang biasa terjadi dalam sepak bola, tapi alangkah baiknya bila rivalitas turut disertai dengan kesehatan akal.

Persib BandungPersija JakartaThe JakmaniaPSM MakassarSuporterKratingdaeng Piala IndonesiaLiga Indonesia

Berita Terkini