x

Wasit Indonesia Selalu Jadi Kambing Hitam, Liga 1 Perlu Pengadil Asing Lagi?

Kamis, 31 Oktober 2019 19:49 WIB
Editor: Rafif Rahedian
Ilutrasi kerusuhan dan wasit

INDOSPORT.COM – Baru-baru ini pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic meragukan kinerja wasit Yeni Krisdianto di pekan ke-25 Liga 1 2019, Selasa (29/10/19) kemarin.

Pelatih kelahiran Swiss tersebut mengaku merasa dizalimi oleh sang pengadil lapangan di pertandingan Bhayangkara FC vs PSM Makassar.

Menurut mantan pelatih PSV, Yeni membuat banyak kesalahan. Terutama dengan memberikan Bhayangkara banyak tendangan bebas dan lemparan ke dalam di area pertahanan PSM.

Pelatih yang saat ini telah berusia 49 tahun tersebut paling menyoroti gol kedua Bhayangkara FC yang dicetak oleh Bruno Matos dimenit ke-51.

Menurutnya, gol itu seharusnya tidak terjadi karena sebelumnya, Bhayangkara mendapatkan lemparan ke dalam yang justru bola keluar lapangan setelah menyentuh Herman Dzumafo.

Baca Juga

"Saya akan mengajukan surat protes kepada PSSI ketika percaya mereka akan melakukan sesuatu untuk kasus tersebut. Tapi saya tidak yakin mereka akan melakukan sesuatu," ujarnya.

Itu menjadi salah satu momen dari banyaknya keluhan klub terhadap kinerja wasit. Bahkan di Liga 2 saja, banyak pemain yang berani melakukan kontak fisik dengan sang pengadil lapangan.

Hal tersebut mereka lakukan karena tidak puas dengan sejumlah keputusan kontroversial yang dilakukan oleh wasit. Maka tak jarang, wasit selalu menjadi kambing hitam atas kekalahan salah satu tim.

Pemikiran bahwa wasit Indonesia tidak kompeten pun membuat pelatih atau pemain berani melakukan protes brutal hingga memukul dan menendang sang pengadil lapangan.

Situasi di persepakbolaan Indonesia ini tentunya sangat memprihatinkan. Apakah ini menandakan bahwa Liga 1 harus kembali menggunakan jasa wasit asing?

Wasit asing bukanlah sesuatu yang baru bagi kompetisi Liga 1. Pada 2017 lalu, PT LIB telah menggunakan jasa beberapa wasit asing dari Australia dan negara Asia lainnya agar laga berjalan lebih adil. 

Shaun Evans saat masih menjadi wasit di Liga Australia, yang pernah memimpin laga Liga 1.

Pemain Liga 1 sepertinya tidak berani atau lebih tepatnya menghargai wasit asing ketimbang pengadil lapangan lokal. Entah apa yang membuat mereka berpikir demikian.

Hal itu terbukti ketika tidak ada pemain Persib yang melakukan kontak fisik kepada wasit Shaun Evans saat berhadapan dengan Persija Jakarta. Saat itu Shaun Evans menganulir gol Ezechiel N’Douassel.

Apabila wasit lokal yang memimpin laga tersebut, bukan tidak mungkin jika ada oknum yang bakal melakukan kontak fisik. Karena pertandingan tersebut memiliki tensi yang sangat tinggi.

Baca Juga

Psikologi pemain secara tidak langsung akan menghormati orang atau wasit asing. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia sangat mengelu-elukan warga asing.

Maka dari itu, penggunaan wasit asing di Liga 1, Liga 2, bahkan Liga 3 kemungkinan besar akan meminimalisir adanya kekerasan yang dilakukan oleh pemain atau pelatih.

Meski belum ada bukti apakah pemain Indonesia tidak berani melakukan protes brutal terhadap wasit asing, namun keputusan ini wajib dicoba demi kebaikan persepakbolaan tanah air.

WasitIn Depth SportsLiga 1Bola IndonesiaBerita Liga 1

Berita Terkini