x

Biar Tahu Rasa, Bek Slavia Dapat Hukuman Berat Usai Rasis di Liga Europa

Kamis, 15 April 2021 04:15 WIB
Penulis: Katarina Erlita Cadrasari | Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Say No Racism in Football

INDOSPORT.COM - Bek Slavia Praha, Ondrej Kudela menuai tuah dari kata-kata rasis yang dilontarkannya saat bertanding kontra Rangers di babak 16 besar Liga Champions.

Bertanding di Stadion Ibrox, Slavia Praha berhasil menang 2-0 atas Rangers pada 19 Maret 2021 lalu. Sayangnya kemenangan Slavia harus ternoda dengan aksi rasisme yang dilakukan oleh Ondrej Kudela.

Saat itu Kudela sempat terlibat cekcok dengan pemain Rangers, Glen Kamara jelang akhir pertandingan. Tak bisa membendung emosinya, bek Slavia Praha itu berbisik kepada Kamara sambil menutupi mulutnya.

Baca Juga
Baca Juga

Rupanya, kata-kata yang terlontar sangatlah tidak pantas yakni 'Monyet sialan'. Sontak Glen Kamara itu langsung ngamuk lantaran tidak terima dengan ucapan Ondrej Kudela.

Meski demikian, Kudela membantah hal itu. Ia mengaku bahwa kalimat yang diucapkannya saat itu adalah 'kamu pria brengsek'.

Keributan itu rupanya masih berlanjut di luar lapangan. Glen Kamara meluapkan amarahnya dengan menyerang Ondrej Kudela.

Baca Juga
Baca Juga

Setelah hampir sebulan berunding, UEFA (Uni Sepak Bola Eropa) memutuskan untuk memberi sanksi Kudela berupa larangan bermain 10 laga di kompetisi antarklub maupun kejuaraan antarnegara Eropa.

Sementara itu, Glen Kamara juga menerima hukuman dari UEFA atas kejadian penyerangan di lorong. Kamara dihukum larangan bertanding sebanyak tiga laga.


1. Steven Gerard Kecewa dengan Rasisme yang dilakukan Ondrej Kudela

Legenda Liverpool yang kini menjadi pelatih Rangers, Steven Gerrard.

Baik Ondrej Kudela maupun Glen Kamara sejatinya masih bisa melakukan banding atas hukuman yang diberikan UEFA.

Setelah kejadian rasisme itu, Steven Gerrard selaku pelatih Rangers meminta UEFA untuk mengambil aksi serius untuk memberantas rasisme.

"Sekarang kasus ini sudah ditangani UEFA. Semoga situasi ini tidak diabaikan. Saya merasa marah sekarang. Sulit untuk menggambarkan perasaan saya karena saya mengenal Glen, saya mempercayainya 100 persen," ujar Gerrard dilansir dari Mirror.

"Pemain Slavia yang menyebabkan hal ini membuat situasi semakin memanas karena fans langsung bergabung untuk ikut melakukan rasisme. Alhasil tindakan tidak terpuji itu semakin tumbuh dan berkembang," sambungnya lagi.

Selain Steven Gerard, Clarence Seedorf juga mengungkapkan kekecewaannya atas aksi rasisme yang terjadi di Liga Europa.

Liga EuropaUEFASlavia Praha

Berita Terkini