RESMI! Musim Depan Tak Ada Lagi Aturan Gol Tandang di Liga Champions
INDOSPORT.COM - Kabar mengejutkan datang dari ranah sepak bola Eropa, dimana UEFA baru-baru ini merilis pernyataan bahwa mereka resmi menghapus aturan yang telah lama melekat di Liga Champions yakni sistem gol tandang.
Keputusan tersebut diambil oleh UEFA dalam rapat anggota di Porto, Portugal, sebelum menggelar laga final Liga Champions musim lalu.
Hasil dari rapat kemudian diajukan oleh UEFA ke Komite Eksekutif, dan akhirnya keluar rekomendasi menyetujui untuk dihapus sistem gol tandang ini.
Aturan gol tandang pertama kali dipakai oleh UEFA pada 1965, dan berlangsung hingga musim lalu. Ide penghapusan sejatinya sudah pernah diutarakan bertahun-tahun lalu, namun selalu tak mendapat dukungan yang cukup.
UEFA beralasan bahwa sistem gol tandang di Liga Champions ini sudah usang, dan hanya menguntungkan bagi tim yang lebih dahulu menjalani partai away di fase gugur.
"Banyak pelatih, fans dan stakeholder sepak bola yang mempertanyakan keadilan dari sistem gol tandang ini. Mereka menginginkan peraturan dihapus," kata Presiden UEFA, Aleksander Ceferin.
1. Jadi Perpanjangan Waktu
Menurut statistik yang dilansir dari laman resmi UEFA, sejak pertengahan 1970-an hingga saat ini ada penurunan drastis antara jumlah kemenangan kandang dan tandang (dari 61%-19% menjadi 47%-30%).
Begitu pun rataan gol per laga yang dicetak di kandang/tandang (dari 2,02/0,95 ke 1,58/1,15) di kompetisi pria.
"Sekarang ini, tim-tim kandang takut untuk menyerang pada laga leg pertama karena takut kebobolan gol yang akan membuat lawan mereka mendapat keuntungan krusial," tambahnya.
Penghapusan aturan gol tandang ini berlaku di semua kompetisi antarklub Eropa (pria, wanita, dan usia muda) mulai dari babak kualifikasi kompetisi-kompetisi mulai musim 2021-2022.
Sebagai ganti aturan gol tandang ini di Lig Champions, UEFA menerapkan perpanjangan waktu 15 menit dan adu penalti, jika skor kedua tim masih imbang di leg kedua.