x

Mat Halil Bersyukur Jerseynya Tembus Ratusan Juta dalam Lelang Amal

Rabu, 4 Agustus 2021 16:25 WIB
Kontributor: Fitra Herdian Ariestianto | Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya

INDOSPORT.COM - Mantan pemain Persebaya Surabaya, sekaligus salah satu legenda Bajul Ijo, Mat Halil bersyukur dan senang, dengan pelelangan jerseynya.

Hal ini dikarenakan jerseynya yang saat ini dilelang untuk kemanusiaan, yakni menyediakan tabung oksigen dan sembako ditawar hingga ratusan juta rupiah.

"Ya saya tidak menyangka saja bisa seperti itu," kata Mat Halil saat dihubungi INDOSPORT, Rabu (4/08/21).

Baca Juga
Baca Juga

Dia mengatakan, jersey yang saat ini tengah dilelang itu punya kenangan baginya. Ketika masih aktif sebagai pemain sepak bola.

"Bagi saya jersey semuanya punya arti. Pasti selesai main, pasti kita simpan baik-baik," jelas Abah Halil, sapaan akrabnya.

Dia lantas menjelaskan bagaimana awal mula jersey yang dimiliki dilelang untuk amal kemanusiaan.

Baca Juga
Baca Juga

"Ceritanya hari Rabu (28/07/21) kalau tidak salah. Ada teman bilang gini, bah gak ada jersey buat dilelang?. Saya tanya buat apa, ternyata buat kelangkaan tabung oksigen, sembako itu," ungkapnya.

Mendengar hal tersebut, Mat Halil ikut tergerak hatinya untuk melakukan misi kemanusiaan itu.

"Selama saya bisa bantu akan saya bantu. Terus adanya jersey Persebaya LPI warna kuning ini," pungkasnya.


1. Lelang untuk Kemanusiaan

Legenda Persebaya, Mat Halil

Sementara itu, lelang jersey tersebut digelar oleh Greendnord27 untuk memenuhi permintaan oksigen. Mereka memberikan isi ulang oksigen gratis kepada mereka yang membutuhkannya. Selain oksigen, hasil lelang jersey juga akan dibagikan sembako dan layanan ambulans gratis.

Angka lelang jersey Mat Halil sampai berita ini ditulis masih dipegang oleh Crazy Rich Surabaya, Tom Liwafa. Dia menawar jersey Mat Halil dengan harga Rp 110 juta.

Greennord27 sendiri baru akan menutup penawaran lelang pada Kamis (5/08/21) besok.

Persebaya SurabayaJerseyLiga IndonesiaLiga 1Sepak BolaBerita Liga 1

Berita Terkini