x

Mengenang Ben Thatcher, Pemain Brutal yang Hampir Tewaskan 2 Lawan dengan Sikutan

Rabu, 18 Agustus 2021 12:50 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Ben Thatcher, eks pemain Manchester City.

INDOSPORT.COM – Mengenang Ben Thatcher, mantan pemain Manchester City yang hampir menewaskan dua lawannya dengan sikutan saat bertanding.

Sepak bola merupakan olahraga yang identik dengan kontak fisik. Tak ayal bayang-bayang cedera bahkan kematian terkadang mampir ke para pemain yang tengah bertanding.

Cedera sendiri pada umumnya mampir karena tekel keras yang terjadi saat bertanding. Tekel-tekel ini tak lepas dari tensi tinggi dalam satu pertandingan.

Baca Juga
Baca Juga

Namun tak hanya tekel saja yang terjadi, terkadang ada pula aksi sikut ataupun adu jotos yang tercipta karena tensi panas dalam pertandingan.

Untuk kasus sikut menyikut di sepak bola merupakan hal yang lumrah. Sebab, hal tersebut menjadi bagian dalam kontak fisik di sepak bola.

Akan tetapi, aksi sikut menyikut kadang kebablasan sehingga pernah suatu ketika seorang pemain harus berdarah-darah karena mendapat sikutan lawan.

Baca Juga
Baca Juga

Jika ‘hanya’ berdarah, pemain masih bisa melanjutkan pertandingan apabila telah mendapat perawatan dan dipastikan darah tak mengucur kembali.

Namun bagaimana jika aksi sikut menyikut ini hampir menewaskan lawan? Inilah yang terjadi pada Ben Thatcher yang hampir menewaskan dua lawannya dengan sikutan.

Lantas bagaimana sikutan Ben Thatcher hampir menewaskan lawan dan siapa yang menjadi korban sikutan pemain yang juga pernah membela Leicester City tersebut?


1. Sikutan Mematikan Ben Thatcher

Ben Thatcher, eks pemain Manchester City.

Ben Thatcher sejatinya bukanlah pemain yang kasar. Dikutip dari Transfermarkt, selama kariernya yang mencapai 259 penampilan di level klub, ia hanya 50 kali mendapat kartu kuning dan 5 kartu merah.

Catatan itu jauh lebih sedikit dari Sergio Ramos yang dikenal pemain dengan permainan kasar yang telah mengkoleksi 226 kartu kuning dan 26 kartu merah dalam 715 laga yang ia mainkan.

Meski tak kasar, Thatcher hampir menewaskan dua pemain lawan dengan permainan agresifnya, yakni mengandalkan sikutan saat berebut bola.

Dua lawan yang hampir tewas itu adalah Yang Chungang dan Pedro Mendes. Uniknya, dua sikutan yang mematikan ini ia lakukan saat membela dua klub berbeda.

Sikutan mematikan pertama mengarah ke Yang Chungang saat Leicester City menjalani laga persahabatan melawan Shanghai Shenhua pada 2004 silam.

Di pertandingan yang berlangsung di China tersebut, Thatcher menyikut dada Yang dengan keras sehingga sang pemain kolaps dan harus diobati paru-parunya.

Dan sikutan mematikan kedua, mungkin sikutan yang paling terkenang, terjadi saat Thatcher membela Manchester City di musim 2006/07.

Sikutan kedua ini memakan korban pemain Portsmouth, Pedro Mendes, saat kedua tim bertanding di pekan kedua Liga Inggris 2006/07.

Saat itu, Thatcher melayangkan sikutan ke Pedro Mendes saat pemain lawan hendak menyambut bola liar hasil tendangan sudut timnya.

Thatcher yang juga mengejar bola lantas melayangkan sikutan ke wajah Pedro Mendes sehingga Mendes tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Karena sikutan mematikan itu, Thatcher hanya mendapat kartu kuning. Namun setelah FA turun tangan, hukuman kepadanya pun ditambah menjadi delapan pertandingan kemudian menjadi 15 pertandingan yang berlangsung selama dua tahun.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, Thatcher mendapat hukuman pula dari Manchester City yakni larangan bermain sebanyak enam laga dan denda sebanyak enam minggu gaji yang ia terima.

Mendes sendiri akhirnya sembuh sehari setelah dilarikan ke rumah sakit. Ia pun juga telah menerima permohonan maaf dari Thatcher atas insiden yang terjadi.

Manchester CityLeicester CityPedro MendesPortsmouthShanghai ShenhuaBola InternasionalSepak Bola

Berita Terkini