x

Liga 1: Badai Covid, PT LIB Akui Ada Kelalaian Protokol Kesehatan di Bali

Selasa, 1 Februari 2022 21:25 WIB
Kontributor: Nofik Lukman Hakim | Editor: Indra Citra Sena
Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno. Foto : Nofik Lukman Hakim/Indosport.com

INDOSPORT.COM - PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengakui ada kelalaian dalam penerapan protokol kesehatan selama seri empat Liga 1 2021-2022 di Bali. Inilah yang membuat total 52 pemain plus 16 ofisial dari 12 klub terpapar virus corona.

PT LIB harus mengambil keputusan berat dengan menunda pelaksanaan satu laga pekan ke-22, yakni Madura United kontra Persipura Jayapura, Selasa (1/2/22).

Penundaan ini terjadi karena Madura United dihantam badai Covid-19. Pemain yang tersisa tak lebih dari 14 pemain hingga laga di Stadion Kompyang Sujana mendadak ditunda.

Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, tak memungkiri adanya kelalaian dalam penerapan protokol kesehatan. Masalah ini menjadi pembahasan di managers meeting virtual, Senin (31/1/22).

"Kita tahu di tiga seri sebelumnya bisa berjalan mulus," ujar Sudjarno saat jumpa pers di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Selasa (2/2/22) siang.

Baca Juga
Baca Juga

"Dalam tanpa kutip ada kelalaian terkait prokes yang di seri Bali ini. Apakah kurang pengawasan, agak kendornya pengawasan, semua itu menjadi bagian dari evaluasi dalam managers meeting," cetusnya.

Dalam managers meeting dengan 18 klub Liga 1, Sudjarno memastikan semua pihak sudah sepakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masing-masing akan menyempurnakan protokol kesehatan supaya kompetisi musim ini bisa terus berjalan.

"Kami sudah samakan persepsi, satu misi, satu visi, satu komitmen bahwa kompetisi ini terus berlanjut sampai selesai," jelas Sudjarno. 

"Makanya kami bahas cukup banyak terkait prokes masing-masing klub, termasuk juga PT LIB menyempurnakan apa yang menjadi pekerjaan kami," katanya.


1. Harus Bangkit

Selebrasi penyerang Bali United, Lerby Eliandry meminta maaf setelah mencetak gol ke mantan klubnya, Borneo FC dalam lanjutan kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (29/1/22) sore. Foto: Nofik Lukman Hakim/Indosport.com

Sudjarno menilai kompetisi Liga 1 memang tidak bisa dilakukan dengan sistem full bubble. Dengan kompetisi jangka panjang, kondisi psikologis tim bisa terganggu jika harus bertahan dalam satu tempat selama kurang lebih sembilan bulan.

"Kejadian ini mengingatkan kita, membuat kita harus bangkit kembali untuk melakukan protokol kesehatan yang lebih ketat," tandas Sudjarno.

Baca Juga
Baca Juga

PT LIB dan PSSI tak punya rencana untuk memindahkan seri kelima ke luar Pulau Bali. Semua pertandingan diharapkan bisa selesai di tiga stadion yang ada di sana.

BaliLiga IndonesiaLiga 1PT Liga Indonesia Baru (PT LIB)Bola IndonesiaBerita Liga 1Virus CoronaSudjarnoBRI Liga 1 2021-2022

Berita Terkini