x

Stefano Lilpaly Resmi Gabung, Borneo FC Jadi ‘Kamp Penampungan’ Bintang Lokal yang Terbuang

Senin, 9 Mei 2022 13:56 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Borneo FC seakan menahbiskan diri sebagai kamp penampungan bintang lokal yang terbuang usai merekrut Stefano Lilipaly yang dilepas Bali United.

INDOSPORT.COM – Borneo FC seakan menahbiskan diri sebagai kamp penampungan bintang lokal yang terbuang usai merekrut Stefano Lilipaly yang dilepas Bali United.

Borneo FC secara resmi mengumumkan kedatangan gelandang anyar, Stefano Lilipaly, Senin (09/05/22). Pemain naturalisasi itu dikontrak dua tahun ke depan. 

Baca Juga

Lilipaly jadi rekrutan kedelapan Borneo FC yang juga menandai berakhirnya aktivitas transfer tim yang punya julukan Pesut Etam untuk musim ini.

Pemain berusia 32 tahun tersebut didatangkan dengan status free transfer usai tak perpanjang kontrak dengan Bali United. 

"Kedatangan Stefano Lilipaly di skuad Pesut Etam menjadi rekrutan terakhir kami di musim ini," kata Presiden Borneo FC, Nabil Husein. 

Baca Juga

Kemampuan (skill) dan mentalitas Lilipaly jadi alasan utama Borneo FC berani merekrutnya. Dia sudah juara Liga 1 dua kali beruntun bersama Bali United pada 2019 dan 2021. 

Selama lima musim di Serdadu Tridatu, Stefano Lilipaly memainkan 119 pertandingan dan mencetak 28 gol. 

Datangnya pemain yang akrab disapa Fano itu pun seakan menjadikan Borneo FC sebagai ‘kamp penampungan’ para pemain lokal yang dilepas oleh klubnya.

Baca Juga

Rekam jejak mencatat, Pesut Etam kerap mendatangkan bintang lokal yang dibuang oleh klub lamanya jauh sebelum Fano tiba ke Borneo FC.

Siapa sajakah para bintang lokal yang terbuang tersebut? Berikut rangkumannya.


1. Ponaryo Astaman (2015-2017)

Ponaryo Astaman dkk bermain begitu disiplin dalam menjaga pergerakan pemain Arema FC

Ponaryo Astaman merupakan salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia merupakan salah satu pemain lokal yang dibuang dan kemudian ditampung Borneo FC.

Hal tersebut terjadi kala pemain yang akrab disapa Popon itu datang pada 2015 silam saat Borneo FC, yang kala itu bernama Pusamania Borneo FC, akan mengikuti ajang Piala Presiden.

Baca Juga

Popon didatangkan usai dilepas PSM Makassar usai dipinjamkan ke Persija Jakarta. Saat itu, usianya telah menginjak 36 tahun.

Meski terbilang berumur, Popon selalu tampil reguler bagi Borneo FC dan menjadi tulang punggung Pesut Etam hingga masuk ke era Liga 1.

Baca Juga

Di Liga 1 2017, tercatat Popon tampil sebanyak 19 kali bagi Borneo FC sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada akhir musim.

Popon memutuskan pensiun pada usianya yang ke-38 tahun, tepat di laga terakhir Borneo FC saat melawan Arema FC di Stadion Segiri Samarinda.


2. Diego Michiels (2016-2020, 2022-...)

Pemain naturalisasi Borneo FC Diego Michiels.

Diego Michiels menjadi salah satu bintang lokal terbuang lainnya yang juga ‘dipungut’ oleh Borneo FC. Tercatat, dua kali sudah pemain naturalisasi ini direkrut oleh Pesut Etam.

Diego Michiels pertama kali direkrutoleh Borneo FC pada 2015, usai dilepas tim asal Kalimantan lainnya, Mitra Kukar.

Baca Juga

Tercatat di periode pertamanya berseragam Borneo FC, pemain berusia 31 tahun itu telah tampil sebanyak 75 laga di seluruh ajang hingga 2021.

Usai dilepas Borneo FC, Diego Michiels berlabuh ke Arema FC. Meski tampil apik bagi Singo Edan sepanjang musim 2021-2022, kontraknya tetap tak diperpanjang.

Baca Juga

Siapa sangka, usai dilepas Arema FC, kini Diego Michiels menjejakkan kakinya di tanah Kalimantan kembali, di mana dirinya diikat oleh Borneo FC.

Melansir dari keterengan resmi klub, Diego Michiels diikat dengan kontrak berdurasi dua tahun, di mana dirinya akan menjadi kapten Pesut Etam.


3. Boaz Solossa (2021-2022)

Boaz Solossa resmi bergabung dengan Borneo FC.

Boaz Solossa menjadi bintang lokal terbuang terakhir sebelum Stefano Lilipaly yang direkrut oleh Borneo FC. Pemain asal Papua itu direkrut pada tahun 2021 lalu.

Boaz direkrut Borneo FC usai dicoret oleh tim yang ia bela selama 16 tahun, Persipura Jayapura, akibat tindakan indisipliner yang ia lakukan bersama juga dengan Yustinus Pae.

Baca Juga

Pencoretan ini pun membuat Boaz saat itu berstatus tanpa klub. Dengan pergerakan cepat, Borneo FC kemudian mengamankan tanda tangannya guna Liga 1 musim 2021-2022.

Sepanjang Liga 1 2021-2022, Boaz yang telah berusia 35 tahun kala itu, masih kerap diandalkan dan menjadi Super Sub bagi Pesut Etam.

Baca Juga

Tercatat di Liga 1 2021-2022 kemarin, Boaz mencatatkan 22 penampilan dengan koleksi tiga gol dan satu assist, yang membawa Borneo FC finis di peringkat ke-6.

Terbaru, Boaz Solossa saat ini berstatus tanpa klub setelah sepakat berpisah dengan Borneo FC usai Liga 1 2021-2022 usai. Kabar terakhir menyebutkan bahwa mantan penggawa Timnas Indonesia ini akan berlabuh ke PSS Sleman.

Ponaryo AstamanBoaz SolossaDiego MichielsBorneo FCStefano LilipalyBali UnitedLiga IndonesiaLiga 1Sepak BolaBerita Liga 1

Berita Terkini