x

Prestasi Gemilang Lecce, Sang Jawara Liga Italia yang Diakuisisi Pengusaha Indonesia

Sabtu, 28 Mei 2022 14:18 WIB
Editor: Subhan Wirawan
Deretan prestasi gemilang Lecce, tim promosi Serie A Liga Italia yang dikabarkan telah diakuisisi salah satu pengusaha asal Indonesia. Bakal jadi kuda hitam?

INDOSPORT.COM – Deretan prestasi gemilang Lecce, tim promosi Serie A Liga Italia yang dikabarkan telah diakuisisi salah satu pengusaha asal Indonesia. Bakal jadi kuda hitam musim depan?

Sang kampiun Serie B Liga Italia musim ini, Lecce, jadi bahan perbincangan para pecinta sepak bola Tanah Air lantaran baru saja mendapatkan suntikan modal dari pengusaha Indonesia, Alvin Sariaatmadja.

Baca Juga

Melansir dari laman media sosial resmi klub, dijelaskan bahwa ada pemodal baru yang masuk, seperti bankir Italia dan Swiss, Francesco Jean Collardi, Pascal Picci dan pengusaha Indonesia, Alvin Sariaatmadja.

Selain Alvin Sariaatmadja, nama Lecce kian jadi sorotan lantaran hadirnya sosok Raffi Ahmad yang diketahui jadi pendamping dalam proses akuisisi kemarin.

Sempat muncul rumor jika Raffi Ahmad juga ambil bagian dalam pengakuisisian Lecce, namun pihak klub langsung menjelaskan bahwa pemilik RANS Cilegon FC tersebut hanya mendampingi Alvin Sariaatmadja.

Baca Juga

“Mendampingi delegasi, ada influencer Indonesia, Raffi Ahmad (atau dalam keterangan disebutkan akun Instagram pribadinya @Raffinagita1717,” tulis akun resmi Lecce.

Diketahui bahwa Alvin Sariaatmadja mengakuisisi saham Lecce sebanyak 10 persen.

Sebagai informasi, nama Alvin Sariaatmadja sejatinya cukup populer di Indonesia lantaran pria yang satu ini merupakan keluarga pemilik Elang Mahkota Teknologi atau Emtek Grup.

Baca Juga

Alvin menjabat sebagai Presiden Direktur EMTEK grup yang tentu saja membawahi berbagai media.

Usai resmi diakuisisi Alvin Sariaatmadja, tampaknya Lecce bakal jadi salah satu klub yang bakal mendapat banyak sorotan terutama dari netizen Tanah Air musim depan.

Berikut INDOSPORT coba merangkum serta mengulas, profil singkat serta deretan prestasi yang pernah dimenangkan Lecce sebelum sahamnya dibeli Alvin Sariaatmadja:


1. Profil Lecce

Raffi Ahmad (tengah) meresmikan Rahmad Darmawan sebagai pelatih Rans Cilegon FC untuk musim depan. Foto: Zainal Hasan/INDOSPORT

Bagi pecinta Serie A era 2000-an, sejatinya Lecce bukan nama yang cukup asing bahkan mungkin sering terdengar lewat sepak terjangnya di kasta teratas Liga Italia saat itu.

Sepanjang sejarahnya, Lecce memang lebih sering habiskan masa kompetisi di kasta kedua Liga Italia atau Serie B, namun capaian di musim 2004/05 jadi salah satu prestasi terbaik I Salentini di Serie A.

Baca Juga

Berstatus tim promosi dari musim 2002/03, Lecce mampu bertahan di Serie A musim berikutnya dengan finish di urutan ke-10 klasemen akhir.

Pada musim 04/05, Lecce yang diarsiteki Zdenek Zeman sukses buat kejutan dengan menjelma sebagai salah satu tim paling berbahaya di kotak penalti.

Mengandalkan duet Mirko Vučinić dan Valeri Bojinov, keduanya sempat mampu membawa Lecce bersaing di papan atas Serie A bahkan hingga pekan ke-10 masih bertengger di urutan ketiga klasemen.

Baca Juga

Berkat ketajaman dua striker itu pula, Lecce mampu jadi kuda hitam dan penjegal beberapa tim papan atas Serie A seperti AS Roma, Inter Milan hingga AC Milan.

Ketiga tim tersebut pernah dibuat gagal menang oleh Lecce, bahkan AS Roma gagal amankan poin dalam dua kali pertemuan di Serie A saat itu.

Di akhir kompetisi, Lecce kembali bertahan di kasta teratas Liga Italia dengan finish di peringkat ke-11 lewat perolehan 44 angka.

Baca Juga

Selain bertahan di Serie A, ada satu fakta menarik yang membuat Lecce kian populer saat itu, yakni catatan gol mereka yang menembus angka 66.

Itu merupakan jumlah gol semusim terbanyak kedua setelah Juventus, di mana skuat arahan Fabio Capello tersebut mampu cetak 67 gol sepanjang musim 04/05.

Dengan modal pemain-pemain kelas dua, prestasi Lecce yang jadi tim terproduktif Serie A mengalahkan sejumlah tim besar dengan striker top mereka seperti AS Roma dengan Vincenzo Montella, AC Milan dengan Andriy Shevchenko, serta Inter Milan dengan Adriano, membuat nama I Lupi cukup disegani saat itu.


2. Prestasi di Liga Italia

Pemain Lecce, Riccardo Saponara, terlihat lesu usai timnya kalah dari Parma dan harus terdegradasi ke Serie B Italia

Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa penampilan Lecce di Liga Italia lebih banyak dihabiskan di kompetisi kasta kedua alias Serie B.

Namun dalam beberapa kesempatan, Lecce kerap sukses promosi ke Serie A meski di akhir musim harus kembali terdegradasi.

Baca Juga

Tercatat, klub yang bermarkas di Stadio Via del mare ini sudah 16 kali berpartisipasi di Serie A dengan capaian terbaik mereka finis peringkat kesembilan pada musim 1988/89.

Sementara prestasi selain di Serie A, klub Lecce sempat dua kali menjadi juara Serie B pada musim 2009/10 dan 2021/22 serta empat kali jadi kampiun Serie C atau kasta ketiga Liga Italia pada musim 1945/46, 1975/76, 1995/96 dan 2017/18.

Meski jarang tampil di Serie A, namun sejumlah pemain bintang sempat berseragam Lecce seperti Juan Cuadrado, Antonio Conte hingga pahlawan Timnas Brasil saat juara Piala Dunia 1994, Mazinho.

Serie A ItaliaSerie B ItaliaLecceLiga ItaliaprofilRaffi Ahmad

Berita Terkini