x

Sulit Adaptasi, Jebolan Feyenoord Rotterdam Bicara Kerja Keras Hingga Rumput di Indonesia

Kamis, 27 Oktober 2022 10:57 WIB
Penulis: Nofik Lukman Hakim | Editor: Ilham Oktafian
Mantan pilar SC Feyenoord Rotterdam, Yussa Nugraha, berbicara pengalaman dua musim berkarir di Indonesia. Menurutnya, ada perbedaan yang membuatnya harus kerja keras untuk beradaptasi.

INDOSPORT.COM - Mantan pilar SC Feyenoord Rotterdam, Yussa Nugraha, berbicara pengalaman dua musim berkarir di Indonesia. Menurutnya, ada perbedaan yang membuatnya harus kerja keras untuk beradaptasi.

Yussa merupakan pemain asal Solo yang berkarir di Belanda sejak usia 8 tahun. Ia membela sejumlah tim sebelum menjadi bagian dari SC Feyenoord Rotterdam.

Baca Juga

Pengalaman baru kemudian dirasakan Yussa setelah terakhir berseragam HBS Craeyenhout pada 2019-2020. Yussa mendapat tawaran untuk berkarir di Indonesia, tepatnya dari tim kampung halamannya, Persis Solo.

Di Persis Solo, Yussa masuk dalam tim U-20 pada tahun 2021. Kemudian, pada tahun ini, Yussa dipinjamkan Persis Solo ke tim Liga 2, Nusantara United FC.

Mendapat pendidikan dasar bermain sepak bola di Belanda dan sempat berkarier di sana, Yussa merasakan perbedaan dalam dua tahun ini. Yussa dipaksa kerja keras pada musim pertama di Persis Solo U-20.

Baca Juga

"Pada semusim awal bermain di klub Indonesia harus kerja keras buat adaptasi. Alhamdulillah sekarang sudah bisa lebih mengenal permainan Indonesia, walaupun sekarang aku diubah posisi bermain jadi wing back kanan," kata Yussa Nugraha.

Yussa merasakan perbedaan mencolok dari pola permainan. Selain itu, cuaca dan rumput lapangan juga cukup berbeda dari yang selama ini dirasakan di Belanda.

"Perbedaan mencolok ada di pola permainannya. Kalau di Belanda lebih taktik, satu dua sentuhan. Kalau di Indonesia permainannya lebih cepat, agresif dan direct ball. Selain itu juga rumput lapangan dan terberatnya cuaca," tutur Yussa.

Baca Juga

Nusantara United bisa dibilang menjadi tim pertamanya untuk berkompetisi karena Persis Solo U-20 lalu tak ikut ajang resmi. Di Nusantara United, Yussa tak sekadar bertemu rekan seusianya. Ada banyak pemain senior yang punya pengalaman di persepakbolaan Tanah Air, seperti Boaz Isir, Tegar Pangestu hingga Roni Fatahillah.

"Perbedaan mencolok (dibanding tim U-20) aku lihat soal fisik dan mental. Di senior sekarang harus lebih berani karena lawan juga lebih berpengalaman. Liga 2 juga lebih agresif," jelas Yussa.


1. Bela Nusantara United

Caption

Pemain kelahiran 21 Maret 2001 ini senang bisa menjadi bagian dari Nusantara United. Ia diterima dengan baik oleh para pemain senior maupun staf pelatih.

"Aku banyak mendapat masukan juga dari teman-teman tim dan juga coach," ucap Yussa.

Baca Juga

Masukan kini bertambah karena pelatih Nusantara United, Slamet Riadi, menempatkannya pada posisi bek kanan. Sementara selama berkarir di Belanda, Yussa lebih dimaksimalkan sebagai gelandang sayap kanan.

"Kadang aku bermain di winger, seperti kemarin uji coba melawan Persiba Bantul, tapi ada teman yang cedera, aku ditarik jadi wing back," jelas Yussa.

Yussa Nugraha berharap bisa mendapat pengalaman dan menit bermain selama menjadi bagian dari Nusantara United di Liga 2 2022/2023.

Baca Juga

Selain Yussa Nugraha, Persis Solo juga turut meminjamkan beberapa nama ke Nusantara United. Mulai dari Sunawan Rusni, Firmansyah, Fikri Ardiansyah hingga Ilham Fatoni.

Nusantara United kini masih ada di dasar klasemen grup tengah Liga 2 2022-2023. Nusantara United baru mengoleksi lima poin atau selisih 11 poin dari FC Bekasi City sebagai pemuncak klasemen

FeyenoordLiga IndonesiaYussa NugrahaLiga 1Berita Liga 1Nusantara United FC

Berita Terkini