x

Mengenang Aksi 'One Man Show' Olivier Giroud Bersama Montpellier di Liga Prancis 2011/12

Sabtu, 29 Oktober 2022 18:03 WIB
Penulis: Maria Valentine | Editor:
Olivier Giroud saat laga Serie A Liga Italia antara Sampdoria vs AC Milan

INDOSPORT. COM - Olivier Giroud, namanya kini mapan sebagai salah satu penyerang top dunia yang sungguh kenyang pengalaman dan juga prestasi.

Total ada tiga klub raksasa Eropa pernah dibelanya, mulai dari Arsenal, Chelsea, hingga yang sekarang, AC Milan.

Bersama Arsenal, peran Giroud di lini depan berlangsung selama enam tahun sedari 2012 sampai 2018, menghasilkan empat gelar juara Piala FA.

Baca Juga

Pindah ke Chelsea pada musim dingin 2018, Giroud mampu mempersembahkan dua trofi Eropa bergengsi buat publik Stamford Bridge, juara Liga Europa 2018/19, serta Liga Champions 2020/21.

Musim panas 2021 ditebus seharga 1 juta euro oleh AC Milan, banyak yang mengira bahwa kualitas hebat Giroud sudah habis.

Namun yang terjadi malah sebaliknya, musim lalu, di usia 36 tahun, Giroud menjadi pemain penting dalam keberhasilan Rossoneri menjuarai Liga Italia.

Karier level klub bergelimang prestasi, begitu pula dengan yang dialami Giroud di karier sepak bola level internasionalnya bersama Timnas Prancis.

Piala Dunia 2018, Giroud menjadi penyerang utama Timnas Prancis dan berhasil mengantarkan negaranya keluar sebagai juara di akhir kompetisi.

Koleksi gelarnya begitu lengkap, meski harus diakui reputasi Giroud masih kalah mentereng dibanding penyerang-penyerang top generasinya, macam Robert Lewandowski dan Karim Benzema.

Namun ada satu hal yang tak boleh terlupa dari rekam jejak perjalanan karier sepak bola Giroud, yakni ketika ia berhasil menunjukkan aksi one man show bersama Montpellier di pentas Ligue 1 Prancis 2011/12.


1. Awal Perjalanan Karier Giroud Bersama Montpellier

Bintang Arsenal, Olivier Giroud.

Olivier Giroud pertama kali gabung Montpellier pada bursa transfer musim panas 2010, setelah ditebus seharga 2 juta euro dari Tours FC.

Montpellier kala itu naksir dengan kualitas Giroud yang pada musim 2009/10, berhasil menyabet gelar top skor di kasta kedua Liga Prancis, Ligue 2.

Perlu digarisbawahi, Montpellier bukanlah tim super, bahkan cenderung hanya berstatus medioker, lantaran prestasinya lebih banyak menghiasi papan tengah atau papan bawah Liga Prancis.

Baca Juga

Namun kiprah Montpellier sedang cukup baik saat Giroud datang, finis di urutan lima klasemen akhir Liga Prancis 2009/10, sekaligus berhak mentas di Liga Europa 2010/11.

Giroud yang masih berusia 24 tahun, lantas menjalani musim perdananya membela Montpellier di ajang Liga Prancis 2010/11.

Momen yang sungguh spesial buat Giroud, sebab Montpellier merupakan klub kasta tertinggi pertama dalam karier sepak bolanya.

Sepanjang musim 2010/11, Giroud selalu menjadi pilihan utama bagi lini depan Montpellier yang ditangani pelatih Rene Girard.

Awal musim berjalan sulit, Giroud mendapati dirinya gagal membantu Montpellier lolos dari babak kualifikasi Liga Europa.

10 pekan awal Ligue 1 Prancis, ketajaman Giroud juga dipertanyakan, akibat cuma bisa menghasilkan sumbangsih empat gol saja.

Perjalanan musim 2010/11 pun ditutup dengan pahit oleh Giroud dan kawan-kawan, Montpellier cuma finis di urutan 14 klasemen.

Pada saat bersamaan di akhir musim 2010/11, ada pemain muda berusia 20 tahun asal Belgia milik Lille yang tiba-tiba naik daun, yaitu Eden Hazard.

Permainan Hazard mengundang decak kagum banyak pihak, bahkan sukses berkontribusi besar atas prestasi luar biasa Lille menjuarai Liga Prancis 2010/11.

Giroud sendiri menutup musim 2010/11 dengan total 43 penampilan berbagai ajang, dan menorehkan koleksi 14 gol serta lima assists.


2. One Man Show Giroud di Musim 2011/12

Olivier Giroud di laga Rennes vs Chelsea.

Olivier Giroud mungkin terinspirasi dari kisah sukses Hazard pada musim sebelumnya, ketika menyambut datangnya kompetisi Liga Prancis 2011/12.

Buktinya, awal musim 2011/12 Giroud mampu mencetak tujuh gol dari sembilan penampilan, sekaligus membawa Montpellier duduk di peringkat kedua klasemen setelah 10 pekan berjalan.

Performa Giroud selanjutnya seakan tak bisa berhenti mencetak gol, didukung pula oleh permainan ciamik skuat Montpellier.

Baca Juga

Hingga pekan ke-28, Giroud sudah mengoleksi 17 gol, dan konsisten membantu Montpellier menempati urutan dua klasemen sementara.

Memasuki laga pekan ke-29, Montpellier bertanding menghadapi Saint-Etienne di kandang, yang mana Giroud tampil memukau.

Giroud berhasil mencatatkan namanya di papan skor, menjadi satu-satunya pencetak gol di laga tersebut, alias memberikan Montpellier kemenangan 1-0.

Tiga poin dari hasil laga lawan Saint-Etienne ternyata bermakna besar, karena Montpellier berhasil mencuri posisi puncak klasemen dari Paris Saint-Germain (PSG).

Sejak pekan ke-29 sampai kompetisi berakhir, Montpellier terus berada di posisi puncak, berhak keluar sebagai juara kompetisi, yang mana Giroud berkontribusi amat besar.

Musim 2011/12, Giroud sangat produktif lewat torehan 25 gol dan 12 assists dari total 36 kesempatan bermain membela Montpellier.

Giroud lantas memenangkan penghargaan top skor, bersama pemain PSG, Nene, yang koleksi golnya juga berjumlah 21.

Meski sangat hebat, performa Giroud tetap tak cukup membuatnya menyabet penghargaan pemain terbaik Liga Prancis 2011/12.

Giroud lagi-lagi kalah dari Eden Hazard yang makin melejit bersama Lille, mencetak 20 gol sepanjang musim itu.

Pasca musim 2011/12 berakhir, nama Giroud menjadi incaran banyak tim top Eropa di pasaran bursa transfer musim panas 2012.

Raksasa Liga Inggris, Arsenal, kemudian menjadi tim yang sukses mendapatkan Giroud, ditebus dari Montpellier seharga 12 juta euro.

Olivier GiroudMontpellierLiga Prancis

Berita Terkini